Melamar Kerja di Istana Negara

Posted on 27 September 2010

0



Seorang lelaki melamar pekerjaan sebagai “office boy”di Istana Negara.

Staf Istana mewawancarai dia dan membersihkan lantai sebagai ujian tesnya.

“Kau diterima,” katanya,
“Berikan alamat e-mailmu dan saya akan mengirim form untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai kerja.”

Lelaki itu menjawab,”Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail.”

“Maaf,” kata staf Istana,
“Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup dan tidak bisa diterima bekerja.”

Lelaki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan Rp.100.000 di dalam kantongnya.

Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Pasar dan membeli 10 kg tomat. Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dengan membawa Rp.300.000. Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini.

Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2 kali sampai 3 kali lipat tiap hari. Dia pun membeli gerobak, lalu truk, dan akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengiriman sendiri.

5 tahun kemudian, lelaki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar.
Ia mulai merencanakan masa depan keluarga, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.

Ia menghubungi broker asuransi, Sang brokerpun menanyakan alamat e-mailnya.
Lelaki itu menjawab, “Saya tidak punya e-mail.”

Sang broker bertanya dengan penasaran, “Anda tidak punya e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau punya e-mail?!”

Lelaki itu menjawab, “Ya, saya menjadi office boy di Istana Negara!!”

salam dialog

Posted in: Budaya, humor