Perang Dunia Ketiga

Posted on 26 September 2010

3


Sumber, forumbebas.com

Sejumlah paranormal meramalkan bahwa perang dunia ke ketiga akan terjadi antara tahun 2010, 2011, atau di 2012, perang yang dimaksud tentu perang konvensional yang menggunakan persenjataan militer secara massif dengan tenokologi tinggi semisal menggunakan tenaga nuklir. Namun sebenarnya perang dunia ketiga itu sudah berlangsung lama sejak ketegangan AS dengan sekutunya melawan kekuatan negara Eropah timur yang dipelopori oleh Uni Soviet.

Perang dunia ke tiga ini dilakukan oleh AS dan sekutunya (Kelompok NATO/negara-negara eropah barat), tidak menggunakan peralatan persenjataan secara massif, walaupun teknologi untuk itu terus dikembangkan oleh pihak sekutu. Strategi yang dipakai lebih banyak menggunakan kekuatan diplomasi dalam bentuk transaksi bisnis dan penguasaan sektor-sektor ekonomi vital di tiap negara dengan menggunakan issu-issu demokrasi dan terorisme. Penyebaran paham liberalisme dan pasar bebas, namun di sisi lain AS dan sekutunya sangat protektif dengan pasar dan produksi dalam negeri dan produk ekspor mereka.

Hasilnya adalah runtuhnya negara-negara berpaham komunisme, Uni Soviet bercerai berai, ini adalah kemenangan pertama AS dan sekutunya di dalam melancarkan perang dunia ke tiga ini. Tak pelak lagi negara-negara bekas uni soviet ini pangsa pasar perekonomian mereka sudah dikuasai oleh AS dan sekutunya.

Setelah kemenangan ini kini AS dan sekutunya mulai merambah wilayah timur tengah untuk penguasaan energi minyak dengan issu yang dikampanyekan adalah perang terhadap terorisme, Islam pun dilekatkan sebagai identik dengan dunia terorisme, padahal tujuan utamanya adalah rencana kolonialisasi terhadap wilayah timur tengah. Di mana sebelumnya kolonialisasi itu sudah terjadi dan mereka lakukan di negara-negara eropah timur.

Dengan strategi ekonomi sebenarnya AS dan sekutunya sangat sulit menguasai negara-negara timur tengah yang kayak minyak, sehingga isu terorisme digunakan sebagai justifikasi untuk melakukan serangan militer. Terhitung ada tiga kali serangan besar dibidang militer yang dilancarkan oleh AS, yaitu terhadap Libya, Afganistan, dan Irak. Irak dan Afganistan sudah di bawah koloni AS dan sekutunya saat ini. Peristiwa kekejaman kolonoalisme ini malah PBB diam saja, sebab PBB juga adalah bagian dari koloni mereka.

Dari beberapa rentetan peristiwa itu, maka Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pantas berpidato pedas di Forum PBB untuk membuka mata dunia bahwa AS dan sekutunya tidak sebaik apa yang kita perkirakan selama ini di dalam melancarkan isu demokrasi dan anti terorisme.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB di New York, Ahmadinejad mengklaim bahwa mayoritas bangsa AS meyakini pemerintah AS berada di balik serangan teroris 11 September 2001 di AS.

Dalam pidatonya, Ahmadinejad mencetuskan ada sejumlah teori mengenai apa yang terjadi pada 11 September 2001. Salah satu teori, menurut Ahmadinejad, adalah sebuah kelompok teroris melakukan serangan itu dan pemerintah AS memanfaatkannya untuk melancarkan perang di Timur Tengah.

Teori lainnya, pemerintah AS mendalangi serangan itu untuk menyelamatkan rezim Zionis, bahwa beberapa segmen dalam pemerintahan AS mengatur serangan itu untuk membalikkan perekonomian Amerika yang menurun dan cengkeramannya pada Timur Tengah guna menyelamatkan rezim Zionis.

Ahmadinejad malah menekankan, bahwa Mayoritas rakyat Amerika serta sebagian besar negara dan politikus di seluruh dunia setuju dengan pandangan ini. Dan kita ketahui sampai saat ini dalang penyerangan itu sampai saat ini belum diketahui, yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan itu juga tidak ada.

Pandangan Ahmaddinejad ini yang dikenal sebagai presiden yang sederhana dan bersahaja tentu bukan sekedar teori, tetapi dirinya sadar bahwa Iran adalah bagian timur tengah yang sewaktu-waktu juga siap diserang oleh AS dan sekutunya dengan isu demokrasi dan terorisme, dan tentu beliau paham bahwa mereka saat ini sedang berhadapan dengan kolonialisme AS dan sekutunya.

Jadi perang dunia ketiga itu sebenarnya sudah terjadi dan dilancarkan oleh AS dan sekutunya, saat ini mereka juga sudah bergerak di negara-negara Asia, termasuk di Indonesia.

Motivasinya tetap sama sejak perang dunia pertama, kedua, dan ke tiga, yaitu kolonialisme. Cuma cara dan strategi saja yang berbeda.

salam dialog

Posted in: Luar Negeri, Politik