Yahudi di Waktu Kecilku

Posted on 7 Juni 2010

1


Cerita sederhana ini mengisahkan waktu kecil saya di dalam mengenal kata atau istilah yahudi yang sering dilontarkan oleh orang-orang dewasa dilingkungan tempat tinggal keluarga kami. Jadi bukan karena saya terlahir di tanah Israel, atau pernah tinggal di sana dan bukan pula karena saya pernah bertempat tinggal dilingkungan yahudi.
Sewaktu kecil saat bermain-main sering kali kami mendapat teguran baik dari orang tua maupun orang dewasa lainnya yang kami kenal, “jangan kamu lakukan itu karena itu cara-cara yahudi,” atau larangan lain, “jangan kamu bergaul dengan si anu karena dia bersifat yahudi,” Pada lain waktu saya juga sering mendengar seseorang yang lagi dongkol dan kesal lalu berujar, “dasar yahudi,” atau umpatan, “yahudi tong,” maksudnya yahudi juga.

Saat larangan itu dilontarkan, namanya anak kecil kami ‘nrimo saja, patuh saja tanpa pernah bertanya, apa sih yang dimaksud dengan yahudi, dibenak kami karena itu larangan berarti sesuatu perbuatan buruk atau tidak baik untuk dilakukan. Sehingga jika terjadi pertengakaran diantara kami, sering pula kami melontarkan umpatan, “kau yahudi, yahudi,” dan yang kena umpatan akan semakin sewot dan marah besar. Pertanda tidak enaknya jika di sebut yahudi. Jadi kami mengenal yahudi bukan sebagai sebuah bangsa tetapi sebagai kata sifat yang bermakna sangat buruk, beberapa sifat yang melekat dari kata yahudi yang kami pahami saat itu, yahudi itu berarti penipu, tamak, rakus, munafik, pembohong, ingkar janji dan sifat-sifat licik. Mendengar kata Israel sama sekali kami belum tahu kalau itu negara bangsa yahudi.

Pada saat saya mulai memasuki bangku sekolah dasar, dalam lingkup pergaulan sekolah umpatan-umpatan yahudi ini juga selalu ada, yang diumpat yahudi pun akan merasa malu dan kadang marah. Pada sore hari kami pun belajar mengaji kepada seorang ustazd, penutup setiap akhir pelajaran mengaji pak ustazd selalu bercerita perjuangan Rasulullah termasuk banyak bercerita perilaku yahudi di jaman itu, dari tempat inilah kami mulai mengetahui kalau yahudi itu sebuah bangsa yang memiliki sifat-sifat buruk seperti yang telah ditulis di atas. Dari tempat belajar ini pula lah kami mengetahui bahwa yahudi adalah musuh ummat manusia sepanjang sejarah sampai semua manusia dari berbagai agama dan budaya menjadi pengikut yahudi. Bukankah ini mirip dengan perilaku iblis yang meminta kepada Tuhan untuk selalu menggoda manusia agar terperosok ke jalan kemungkaran. Jadi jangan heran kalau sebelumnya saya sudah menulis dengan judul, “yahudi itu iblis berwujud manusia,”.

Apa makna cerita ini, ini adalah bukti sejarah bagaimana generasi pendahulu kami menjadi saksi buruknya perilaku kaum yahudi dan sampai mereka meninggal sejarah tersebut belum berubah, dan saya atau kami pun dari sejak kecil sampai dewasa saat ini menjadi saksi sejarah kekejaman kaum yahudi, ironinya kekejaman yahudi ini seperti tidak ada negara lain yang bisa melarangnya maupun melawannya secara frontal.

Coba bandingkan kekejaman sekutu menghancurkan jepang dengan menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima, atau kekejaman AS menyerang Libya, Afganistan, Irak dan beberapa negara lain tetapi dengan yahudi AS dan sekutunya tenang-tenang wae, karena saat ini mereka semua sudah dikuasai oleh tangan-tangan zionis yahudi. Jadi negara apa saja yang sudah dikuasai oleh negara AS atau sekutunya itu berarti juga telah dikuasai oleh kaum yahudi, sama saja, termasuk negeri indah ini, Indonesia.

Jadi jangan heran pula di kompasiana ini ada juga pembela yahudi, namanya juga manusia yang sudah tergoda si iblis, heheheheheh….
Wallahualam.

Salam dialognol

Posted in: Budaya