Sri Mulyani Diantara Kolega & Komunitasnya

Posted on 19 Mei 2010

1


Buat pendukung Sri Mulyani yang begitu bangga Sri Mulyani jadi “Managing Director” World Bank, sehingga menganggap itu satu kehormatan yang luar biasa dan bersikap lebay, mudah2an informasi ini bisa menyadarkan mereka.

Posisi “Managing Director” World Bank itu sebetulnya hal yang biasa terutama untuk mengamankan hutang2 yang diberikan World Bank ke negara tsb.

Sebagai contoh Indonesia punya hutang Rp. 1.600 Trilyun di mana sebagian dari World Bank. Wajarlah jika World Bank mempekerjakan Sri Mulyani yang punya jaringan dengan pembuat kebijakan ekonomi dan juga ekonom agar pinjaman Bank Dunia tsb aman.

Yang jadi “Managing Director” World Bank itu banyak. Ada yang dari Afrika, Nigeria, Sudan, dsb. Ini satu contoh “Managing Director” World Bank yang jadi rekan Sri Mulyani, ekonom yang sangat hebat itu:

Ikonjo yang merupakan senior dari Sri Mulyani adalah mantan Menkeu Nigeria.

( Ikonjo-Iweala – Managing Director, World Bank Group

http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/TOPICS/EXTGENDER/0,,contentMDK:21731300~pagePK:210058~piPK:210062~theSitePK:336868,00.html )

(Untuk melihat kemakmuran Nigeria, silahkan lihat di sini: http://www.worldlifeexpectancy.com/sort.php )

Harapan hidup rakyat Nigeria hanya 46,9 tahun dan menempati urutan 181 dari 189 negara.

Jadi sepertinya keberhasilan memakmurkan rakyat yang harusnya jadi satu indikator ekonom yang menjabat, bukanlah pertimbangan Bank Dunia.

Sri Mulyani akan menggantikan Juan Jose Daboub sebagai Managing Director World Bank, yang tak lain adalah mantan Menteri Keuangan El Salvador.

El Salvador adalah satu negara penghutang besar di Amerika Tengah:

http://en.wikipedia.org/wiki/Developing_countries%27_debt

Jadi sepertinya Bank Dunia memang memilih mantan Menkeu dari negara2 di Afrika, El Salvador, Indonesia, dsb sebagai Managing Directornya.

Beberapa kesamaan negara Afrika, El Salvador, dan Indonesia adalah hutangnya yang besar, mayoritas penduduk yang miskin, dan kesenjangan yang tinggi antara segelintir orang yang kaya dan mayoritas rakyat yang miskin.

Jadi kalau ada hal yang istimewa, itulah keistimewaannya.

Indonesia sendiri dari tahun 2004 hutangnya berkembang dari Rp. 1.200 trilyun jadi Rp. 1.600 trilyun di tahun 2010.

Jadi ada penambahan hutang Rp 400 trilyun.

Jika bunganya 10%, maka bunganya adalah Rp 40 trilyun/tahun.

Jadi menggaji mantan pejabat ekonomi sebesar Rp 3 milyar itu tidak rugi bagi Bank Dunia.

( Di bawah struktur organisasi selengkapnya dari Bank Dunia:

http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/EXTABOUTUS/0,,contentMDK:20040913~menuPK:93850~pagePK:43912~piPK:44037~theSitePK:29708,00.html

http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?cp-documentid=4069228 )

Silahkan lihat tulisan Profesor Joseph Stiglitz, mantan Ketua Ekonom World Bank, dan mantan Ketua Penasehat Bill Clinton tentang “Empat Langkah Strategi” World Bank untuk Memperbudak Negara Berkembang

http://infoindonesia.wordpress.com/2010/05/06/empat-langkah-strategi-world-bank-untuk-memperbudak-negara-berkembang/

Tulisan ini sekedar menunjukkan bahwa posisi Managing Director di mana orang2 terpilihnya ternyata dari Afrika, El Salvador, Indonesia, dsb merupakan hal yang biasa karena negeri2 tsb punya karakteristik hutang besar, mayoritas rakyatnya miskin, dan kesenjangan yang besar antara si kaya dan si miskin.

*

Sri Mulyani – Managing Director World Bank dari Afrika

http://politik.kompasiana.com/2010/05/07/sri-mulyani-managing-director-world-bank-dari-afrika/

*

Ada pun untuk mengetahui lebih lanjut bisa dibaca di:

http://polhukam.kompasiana.com/2010/02/11/sri-mulyani-boediono-ekonom-hebat/

Kemiskinan di Indonesia:

http://infoindonesia.wordpress.com/category/kemiskinan/

*
kiriman tulisan by bocah ndeso

Posted in: copas, Ekonomi, Politik