Kenapa SBY Memilih Andi Mallarangeng (1)

Posted on 3 Mei 2010

0


Andi Alifian Mallarangeng

Siapa yang tidak mengenal Putra Mallarangeng, seorang yang masih dapat dikatakan pemuda ganteng, berotak cerdas, pandai mencari peluang, kelebihan lain yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain memiliki 2 adik saudara kandung yang ketiganya membentuk trio M sama-sama bergabung di dalam membawa kesuksesan SBY meraih tampuk kepresidenan yang kedua di negri ini.

Saat ini lagi heboh memberitakan AM karena mencalonkan diri menjadi Ketum PD yang nampaknya mendapat dukungan dari SBY.

Saya masih ingat sewaktu kuliah sempat diajar oleh AM di tahun 1988 di kampus Universitas Hasanuddin saat pertama kali AM diterima menjadi dosen. Saat mengajar boleh dikatakan tampil beda dibandingkan dengan dosen-dosen lainnya, AM setiap hari ke kampus dengan mengendarai sepeda balap, di mana saat itu dosen-dosen muda malah berlomba-lomba untuk bisa membeli mobil sebagai kendaraan ke kampus.

Penampilan saat mengajar pun cukup sederhana dan bisa dikatakan masih bergaya mahasiswa dengan bawaan ransel jeans yang lusuh. Ternyata di dalam gayanya yang sederhana itu, AM memiliki obsesi dan cita-cita yang tinggi, pokoke ingin tampil dalam percaturan politik nasional.

Untuk merealisasikan cita-citanya itu, berbekal beasiswa S2 dari Dikti pada tahun 1989 AM berangkat ke Amerika melanjutkan studi magister di dibidang sosiologi di Northern Illinois University (NIU) Dekalb, Illinois. Setelah tamat S2 bekal beasiswanya pun habis, AM tidak memilih pulang, tanggung kali, dengan berbekal tekad yang kuat AM kembali melanjutkan studi S3 walaupun untuk itu AM harus merogoh kocek sendiri dengan bekerja sebagai manager asrama mahasiswa di kampusnya, sedangkan isterinya memberi les privat bahasa Indonesia.

Setelah menyelesaikan S3 pada tahun 1997, AM kembali masuk kampus di tahun 1998 saat gelombang reformasi sedang bergulir, saya pun sempat ditandemkan dengan AM menjadi asistennya selama 2 semester untuk mata kuliah sosiologi politik dan sosiologi perekonomian. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan selama mendampinginya karena AM sudah sibuk terbang kemana-mana dan lebih banyak di jakarta, yang saya ingat AM masih sempat berjalan kaki bersama para demonstran kampus sejauh 5 km menuju kantor gubernur, tempat para mahasiswa berkumpul menuntut soeharto turun.

dari sejumlah kesuksesan yang diraih AM, ibarat kata pepatah, “:tak ada gading yang tak retak..?”, saat kampanye sby di Makassar AM sempat membuat pernyataan kalao saat itu belum waktunya orang bugis menjadi presiden, yang kemudian menuai protes dan demontrasi anti AM di Makassar.

Tapi bagi AM itu bukan pernyataan bak gading yang retak, sepertinya biasanya seperti saya mengenalnya dulu AM selalu realistis di dalam memberikan pandangan, tentu itu berdasarkan hitungan politik sesuai ilmu yang dimilkinya dan dia membuktikan ucapannya itu. Mungkin karena sugesti hura-hore semangat kampanye AM sempat keceplosan memakai kalimat itu. kata orang bugis, “muisseng tu’…!!”.

Sebelum saya melanjutkan, “kenapa sby memilih AM”, sebaiknya simak dulu biografi AM dengan mengklik di bawah ini :

Biografi Andi Alifian Mallarangeng

bersambung di, kenapa sby memilih andi mallarangeng (2).

salam dialog

Posted in: Peristiwa