Padang; Ngeseks di Tengah Gempa

Posted on 12 Maret 2010

9


ilustrasi foto google refro inka

ilustrasi foto google refro inka

Saking tidak adanya ruang khusus, pengungsi lumpur panas Lapindo Brantas Inc rela menyalurkan hasrat seksualnya di rumahnya yang terendam lumpur atau di MCK. Duh! Itulah yang dialami pengungsi korban lumpur yang ditampung di Pasar Baru Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Warga mengeluhkan belum dipenuhinya fasilitas ruang untuk penyaluran kebutuhan biologis oleh Pemkab Sidoarjo.

Pasar Baru Porong kini disulap sebagai tempat pengungsian yang menampung 3.155 jiwa atau 800 KK. Ada 14 blok yang digunakan. Tiap petak yang berukuran 4×3 meter ditempati 2 hingga 3 KK.
“Jika saya ingin berhubungan badan memang kesulitan. Kalau di kamp penampungan nggak mungkin. Namun, di situlah tantangannya. Semuanya bisa diatur. Masak kita nggak bisa mencari tempat entah pulang ke rumah sementara atau cari tempat lain,” kata Suparti, warga RT 09 RW 02, Kelurahan Jatirejo, Porong, Senin (19/6/2006). Wanita yang di kamp menjadi koordinator Blok O 1-11 ini mengaku tetap melayani hasrat suaminya. “Waktunya tidak tentu, siang malam tergantung permintaan suami. Suami sudah kerja keras masa tidak kita layani,” ujarnya sambil tersipu malu.

Kasi Kesos Kecamatan Porong M Ikhsan M Rowi mengatakan, fasilitas khusus untuk menyalurkan kebutuhan biologis belum diperlukan. “Kita minta warga mengerti dan mencari jalan sendiri. Saya rasa warga lebih pintar jika ingin melakukan itu,” kata Ikhsan.

Cerita di atas yang saya kutip dari salah situs pemberitaan, mungkin so…mariska akan nimbrung, “kan uda kubilang ngeseks itu penting, sehat, fres dan menyegarkan, dalam kondisi apa pun, tetap dibutuhkan seperti makan dan minum….”, So..mariska, hehehehehh….iya bukan…….?

Lain lubuk laing belalang, lain daerah lain pula ceritanya, sebelum ke Padang kita terbang dulu ke Barca-barcelona-spanyol, di negeri ini saking besarnya antara kebutuhan seks dan keterbatasan duit, sementara ada yang juga lagi nyari duit, seperi di rilis bild news, para turis londo bonek ngesek dengan wts di ruang terbuka, astaga, so…mariska memang topcer, kalee……..

Kalau cerita ngeseks di bencana lumpur lapindo seperti ilustrasi cerita di atas, masih wajar dan wajib, lha wong…sesama pasutri wae….., lagi pula menghindari bencana lumpur itu bisa dikira, bisa menjauh dari lokasi, lalu ngeheklah kau, hahahahah………jadi amanlah sudah hajatnya.

Nah, di padang lain pula ceritanya, ini pengalaman tak sengaja bersama kawan, saat terjadi bersamaan di daerah Mentawai, Sumatera Barat diguncang gempa berkekuatan 6,5 SR. Berdasarkan informasi dari situs BMG, Jumat (5/3/2010), gempa tersebut terjadi tepat pukul 23.07 WIB. Kedalamannya berada di 10 Km. Lokasi berada di 119 Km arah tenggara Mentawai, Sumbar.

Begini ceritanya, sabar ya mas dan mbak, heheh……….

Malam itu menjelang gempa, seperti biasanya karena hari jumat, disebut hari yang menyenangkan setelah menjalani sibuk lima hari kerja, datanglah saat libur sabtu dan minggu, kami pun, saya dan seorang kawan dari jogja malam itu setelah mencari makan kemudian berkeliling-keling kota Padang menikmati pantainya yang panjang. Tak terasa sampailah kami di selatan kota, disebuah taman kota yang berada di depan pertokoan, melihat pemandangan malam yang indah dengan temaram lampu jalan dan kesibukan lalulintas kendaraan kota, kami pun mampir menikmatinya, rokok kesayangan kami pun turut menikmati indahnya malam suasana kota Padang, saat itu pukul 22.39 wib.

Lagi asyik ngobrol, belum turun dari mobil sebuah taksi datang mendekat, ada apa gerangan, jelas kami tidak sedang butuh taksi kota. Eh…setelah taksi mendekat. Nongol seorang gadis dengan mesra menyapa lewat jendela mobil taksi, “Mas..butuh cewek gak…? dari dalam taksi, duduk hanya berdua di depan bersama supir taksi.

Dipanggil mas dengan mesra, saya bersama kawan saling berpandangan, naluri kelakian kami sama, wah ini tawaran jajanan ngeseks, sedikit bercampur kaget, apa memang di tengah kota Padang ini banyak pelacur dengan modus operandi menawarkan diri di atas sedang taksi, karena selama baru dua bulan kami di Padang, nampak gadis-gadisnya cukup sopan dan umumnya berjilbab.

Tanpa ba bi bu, naluri kelakian saya pun bergairah dan bangkit yang jauh dirantau orang melajang lapuak, heheheh….

Tapi sabar dulu, gairah yang bangkit itu adalah naluri kelakian saya mengcitizen jurnalism, teringat ngobati rindu buat nulis di kompasiana yang sudah lama frei karena di landa kesibukan kerja, bukan gempa lho…………

Untuk mendapatkan informasinya saya pun melayani sapaannya, si gadis pun menawarkan transaksinya dalam short time di sebuah hotel di kota Padang, saya pun balik bertanya, dia mengaku bernama santi, asal kabupaten Pasaman, Sumbar.

Tergerak menelusuri modus transaksi ngeseks ini, saya pun menolaknya dengan cara halus, ‘kapan-kapan aja ya…”, hehehehh….mengingat supir taksinya bertampang garang bak preman di sarang penyamun para gadis. Kata santi,” kalau oke, ikuti saja taksi kami..”.

Santi pun berlalu, beberapa menit kemudian, datang lagi sebuah taksi menghampiri, dengan penawaran yang sama, tapi kali ini di dalam taksi terdapat bawaan jajanan ngeseks ada 3 ekor, satunya di depan, duanya lagi dibelakang, ke dua jendela mobil mereka lalu terbuka menawarkan diri. Dengan alasan yang sama, kami pun menolaknya secara halus, walau nampak supir taksinya masih sangat muda, seperti masih ABG se umur gadis-gadis lacur di dalam mobilnya.

Kami pun akan segera berlalu untuk pulang ke tempat kost, eh..baru teman saya menyalakan mobil, sebuah taksi kembali menghampiri dengan bawaan barang yang lain pula, mungkin karena malam itu kami menggunakan mobil baru dengan kode plat dari surabaya, jadi mobil kami menjadi incaran. Saya baru tersadar jika selama berkeliling-keliling kota tadi terdapat beberapa mobil taksi yang mengikuti kami, kebetulan mobil kaca kami juga polos, jadi nampak dua pejantan, heheheh………nampaknya mereka pada nunggu saat kami mau ngetem di mana, gitu kalii……..

Ternyata saat kami ngetem di pinggir taman, terdapat sebuah mobil tak jauh dari mobil yang memang bertujuan untuk itu, mungkin sudah tahu dan pengalaman serta lagi butuh jajanan ngeseks. Terlihat ngobrol sebentar dengan penghuni taksi lalu mobil tersebut mengikuti belakang taksi. Nampaknya transaksi deal dah………heheheh…

Melengkapi cerita, saya pun meminta kawan yang nyetir untuk mengikutinya dari belakang, dan sampailah incaran kami di depan sebuah hotel xxx, kami pun parkir tak jauh dari hotel agar dapat memantau aksi itu.

Setelah beberapa menit sepasang lacur itu memasuki kamar hotel dan si supir taksi lagi menunggu dengan sabar barang dagangannya di parkir hotel, tiba-tiba bergoyanglah kota padang bak di ayun-ayun, kami mengira ban mobil kami lagi gembos atau karena hempasan lalu lalang truk besar yang lewat di samping kami, tersadar gempa datang lagi.

Beberapa orang dari dalam hotel nampak berlarian keluar dan berteriak, “gempa…, gempa lagi…”, beberapa orang dari gedung lain di sampin hotel juga terlihat keluar dari gedung.
Kejadian ayunan gempa terasa sekitar 15 menit, astaga, subehanallah, ucap kami bersamaan, tapi pandangan saya masih mengawasi hotel, dan nampak ke dua pasangan lacur tadi tidak keluar hotel, mungkin saking asyik masyuknya goyangan ngeseks mereka, kaliii, sehingga ayunan gempa itu mungkin tidak terasa bagi mereka berdua, atau malah menambah hot short timenya.

Setelah ayunan gempa reda kami pun berlalu, pikiran saya langsung menginspirasi, “itulah ngeseks di tengah gempa “, ayunan gempa, ayunan hot yang membuat kita terpekur berpikir seribu asa, akankah kita semua ini bisa tersadar akan teguran sang kuasa.

Akhir kata, semoga Pemko Padang turut prihatin akan fenomena ini dan ada aksi nyata memberangusnya, bukankah sumbar itu kota Minang, “adab bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah, atau kita memang sudah menjadi kabau (kerbau dari asal kata ‘minang(kabau)’..)”. yang mendablek dan cuek atas fenomena ini, semoga tidaklah kita menjadi sibuya-buaya. Wallahualam.

Astaga, subehanallah, saat saya posting tulisan ini kembali gempa menggoyang kota padang, teman-teman Kota padang mengabarkan orang-orang pada berlarian ke luar rumah, tempat saya pun sempat bergoyang, alhamdulillah cuma semenit saja, semoga ini akhir semua gempa di sumbar, semoga wahai sang maha kuasa. amiin.

Salam dialog

Iklan
Ditandai:
Posted in: Peristiwa