Jangan Menikah Atau Akhirnya Menikah Juga

Posted on 10 Maret 2010

0


foto google

foto google

Menikmati dinamika hidup mungkin beberapa orang atau umumnya akan berkata, “paling enak ketika masih lajang dan kuliah di perguruan tinggi…”, benarkah demikian ?, jawabnya, “terserah anda, heheh..”

Waktu kuliah dulu saya menemukan dua kelompok belajar, satunya punya motto ‘buku, pesta, dan cinta’, saya tidak tahu apa visi dan misi kelompok belajar ini, yang jelas kegiatannya lebih banyak informal dan mengalir-mengalir saja. Kumpul-kumpul sama kawan, kayak arisan bergilir dan punya ciri khas, anggota kelompok ini rata-rata doyan dugem, mahasiswinya doyan narkoba (alias kata wong medan, nam(r)pak kolor bangga), alumninya saat ini ada yang sukses, ada yang Drs (alias dirumah saja), dan ada pula biasa-biasa saja.

Kelompok yang satu lagi, bisa dibilang kelompok sersan (alias serius tapi santai), kelompok belajar ini suka ngadakan kegiatan formal dan semi formal, kegiatannya biasa bersinergi dengan aktivis kampus intra dan extra kampus, malahan kelompok belajar ini menjadi media kaderisasi lintas fakultas di dalam kompetisi atau regulasi kepemimpinan di senat mahasiswa, mulai dari tingkat jurusan, fakultas sampai universitas. Alumninya, gak jauh beda sih… dengan kelompok sebelumnya. Ciri khas kelompok ini, topik diskusinya saat kongkow-kongkow selalu menyangkut dunia politik dan cinta. Dunia politik bisa seputar isu serius politik nasional dan lokal serta isu cinta seputar gossip tentang kawan-kawan mahasiswi. Pembahasan ke dua isu ini sama, pertarungan siapa yang dapat apa, siapa saingan dan siapa jadi pemenang.

Untuk aktivis yang doyan cinta, heran mungkin punya bakat playboy cap kuciang, setiap tahun ajaran baru pasca ospek selalu dapat mainan baru, alias pacar atau bawaan/pasangan baru. Ada juga malah Cuma dapat gossip baru, seputar ingin pacaran sama ini atau itu, setiap hari siang dan malam suka bicara cewek dan cinta, tapi giliran malam minggu malah teronggok di tempat kost, bersama batangan pula, mungkin pengin main anggar kalii.., he..he..he…

Ada pameo di dunia kampus, jika masih mahasiswa(i) baru nyari pasangan cinta dengan metode, “siapa kau..?”, jika sudah semester menengah dengan metode, “siapa ya, cocok apa nggak ya, serasi nggak sih…”, namun jika sudah semester akhir dengan metode, “siapa ajalah…..”, he..he..he.. .

Mungkin saat kuliah malah tidak jadi juga walaupun sudah dengan metode, “siapa ajalah…”, namun suatu saat saat sudah bekerja, eh…kok jumpa lagi, kemudian bersemilah cinta sampai ke pelaminan, mungkin itulah jodoh.

Baik yang sudah menikah atau ingin menikah lagi, pengin nambah atau mungkin gagal sebelumnya, atau tidak ingin menikah, atau akhirnya menikah juga, di bawah ini saya sadur beberapa cerita yang saya sadur dari berbagai sumber, selamat menyimak ya……..

Bagi yang belum bahagia atau kecewa dengan pernikahannya ada cerita seperti ini :
Ada dua pilihan dalam hidup:
Melajang dan hidup amburadul, atau
Menikah dan akhirnya ingin bunuh diri

Pernikahan bagaikan rame-rame ke restoran: anda pesan makanan kesukaan anda, tetapi ketika pesanan datang dan anda melihat makanan pesanan teman anda, anda justru ingin makan yang itu.

Pada suatu pesta perkawinan, seorang nyonya bertanya kepada nyonya yang lain: “Kok kamu pakai cincin kawinmu di jari yang salah?”. Jawabnya: “Biarin aja, aku juga kawin dengan laki-laki yang salah, kok!”

Seorang wanita memasang iklan: “Dibutuhkan seorang suami”. Keesokan harinya ia menerima ratusan surat. Isinya semua sama: “Ambil saja suami saya”.

Kalau suamimu diambil wanita lain, tidak ada cara lain yang lebih sadis untuk membalas dendam: biarkan dia memilikinya.

80% pria yang menikah, berselingkuh di Jakarta. Yang 20% berselingkuh di Puncak.

Laki-laki belum lengkap jika ia belum menikah. Setelah itu …. Habislah riwayatnya.
Perkawinan adalah keunggulan khayalan atas akal sehat. Perkawinan kedua adalah keunggulan harapan atas pengalaman.

Kalau anda ingin pasangan anda mendengarkan dan memperhatikan setiap kata-kata anda, berbicaralah ketika tidur.

Setelah betengkar tentang masalah anggaran rumah tangga, suami berkata: “Makanya, kalau kamu bisa masak, kan kita bisa PHK tukang masak kita”. Isteri: “Oh, ya? Coba kalau kamu pandai main seks, kita bisa PHK supir dan tukang kebun kita!”

Hasil survey: ketika sedang ML, kebanyakan suami berkhayal bahwa isterinya tidak sedang berkhayal.

Definisi perkawinan menurut para suami: Suatu cara yang paling mahal untuk mendapatkan cucian gratis.

wanita yang menikah dan tidak menikah ada bawaan seperti ini :
Mengapa wanita telah kawin lebih berat daripada wanita single ?
– Wanita single pulang rumah, menengok apa yang ada di lemari es dan pergi ke tempat tidur.
– Wanita telah kawin pulang rumah, menengok apa yang ada di tempat tidur dan pergi ke lemari es.

Ini ada percakapan seoran anak laki-laki dengan seorang perempuan :
– Seorang anak laki membuka celananya dan dengan bangga bertanya
– kepada seorang anak perempuan : “Apakah kamu punya ini ?”
– Anak perempuan itu membuka roknya dan menjawab:” Ibu saya bilang,
– Kalau kamu punya ini, kamu bisa mendapatkan banyak yang seperti itu.”
– ”Jangan sombong !” Protes si anak laki, “tanpa yang seperti ini, punya Kamu itu tidak mungkin bisa mendapatkan yang seperti ini.”

Bagi yang paham bahasa koyo inglis yes and no dan bersoal tentang pernikahan, silakan buka kamus agar dapat memetik hikmah dari cerita seperti ini :

• Marriage is not a word. It is a sentence—-a life sentence.
• Marriage is very much like a violin; after the sweet music is over, the strings are attached.
• Marriage is love. Love is blind. Therefore, marriage is an institution for the blind.
• Marriage is an institution in which a man loses his Bachelor’s Degree and the woman gets her Masters.
• Marriage is a thing which puts a ring on a woman’s finger and two under the man’s eyes.
• Marriage certificate is just another word for a work permit.
• Marriage is not just a having a wife, but also worries inherited forever.

Marriage requires a man to prepare 4 types of “rings”:
* The Engagement Ring
* The Wedding Ring
* The Suffe-Ring
* The Endu-Ring

The Math of Life
Smart man + smart woman = romance
Smart man + dumb woman = pregnant
Dumb man + Smart woman = affair
Dumb man + dumb woman = marriage

Nah, bagi yang sudah menikah, tidak jadi soal apakah karena, ‘akhirnya menikah juga..”, bisa menyimak pesan-pesan ini di dalam mengarungi bahtera rumah tangga bahagia :

10 HUKUM PERNIKAHAN BAHAGIA

1. Jangan marah pada waktu yang sama.
2. Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali rumah kebakaran.
3. Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang.
4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih.
5. Lupakanlah kesalahan masa lalu.
6. Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda.
7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam.
8. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda.
9. Bersedia mengakui kesalahan.
10. Dalam pertengkaran, yang paling banyak bicara dialah yang salah

Terdapat satu penyesalan besar bagi yang baru menikah atau akhirnya menikah juga pasca bulan madu, “kenapa ya…, baru aku menikah sekarang..?”, heheheh….

Dan yang sudah menikah jangan menyesal ya, karena perkawinan itu enaknya Cuma 20 %, sedangkan selebihnya 80%, uee..nak sekali, hahahahahahah….. wallahualam.

Salam dialog

Ditandai:
Posted in: Budaya