SBY Dan Pengakuan Habal-Habal

Posted on 2 Maret 2010

3


Istilah habal-habal adalah kosa kata yang pertama kali saya dengar di kota Medan, istilah lainnya ecek-ecek, mungkin artinya sumir alias boong-boongan.

Istilah habal-habal ini bisa dikenakan atas pernyataan sby bahwa beliau bertanggungjawab soal bailout century. Kenapa demikian mari kita lihat konteksnya.

Kenapa pernyataan pengakuan ini baru disampaikan pada saat sekarang saat menjelang sidang paripurna DPR untuk memutuskan hasil kerja pansus, apa karena malu karena sejak dulu mantan watimpres adnan buyung nasution sudah menyarankan itu, tapi pernyataan ini malah dikecam oleh politisi PD.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya konfromi politik ditingkat fraksi DPR bahwa sby bukanlah menjadi target, karena pada awal kerja pansus sby masih dibayang-bayangi bahwa keberadaan pansus akan memakzulkan presiden. Dulu seolah-olah jadi target sehingga sby tidak berani memberi pengakuan lebih awal.

Pernyataan pengakuan ini juga tidak berimplikasi positif, malah cenderung memperkeruh suasana, seharusnya jika sby memang ingin bertanggung jawab, pernyataan ini disampaikan di depan pansus century agar pansus juga bisa melakukan verifikasi pernyataan. dengan demikian pernyataan ini menandakan bahwa sebenarnya sby sendiri bingung di dalam menyikapi skandal century.

Apa gunanya sby mengaku bertanggungjawab, lalu mengatakan karena berada di luar negeri tidak memberi ijin kepada boediono dan sri mulyani untuk memutuskan itu, mereka melakukan itu karena perintah UU untuk mengatasi krisis. Bukankah UU itu adalah berbentuk Keppres, apakah logis dalam sistem presidensil seorang mentri bisa mengambil keputusan penting tanpa komunikasi dengan presiden, Jika presiden di luar negeri, bukankah presiden juga sudah mengeluarkan keppres presiden ad interm kepada wapres, sementara wapres sendiri kala itu tidak mengetahui proses bailout tersebut.

Jika tidak ada ijin dari sby, seharusnya proses itu mendapat persetujuan, minimal wapres mengetahuinya. Dari logika ini saja, jelas terlihat bahwa pernyataan ini adalah pengakuan bertanggungjawab, tetapi sebenarnya melepas tanggung jawab alias cuci tangan.

Seorang pemuda telah menghamili seorang gadis, lalu kemudian pemuda itu mangkir tidak mengakui karena ketakutan akan mendapat hukuman dera dari keluarga si gadis, namun setelah tahu bahwa orang tua si gadis butuh pengakuan seorang laki-laki agar bayi dalam kandungan itu punya ayah, akhirnya si pemuda itu mengaku juga.

Mungkin demikianlah analognya sebuah pernyataan habal habal itu. wallahualam.

salam dialog

Ditandai:
Posted in: Hukum, Politik