Sri Mulyani Hantam Kromo

Posted on 16 Januari 2010

1


Foto Kompas - Kristianto Purnomo

Foto Kompas - Kristianto Purnomo

Menyaksikan sri mulyani di depan pansus century, seperti dewi pendekar melakukan aksi hantam kromo kepada para anggota pansus.

Sri mulyani sebagai menkeu sekaligus ketua KSSK memang menjadi penentu dan penanggungjawab utama dalam proses bailout century, sementara BI atau boediono berada pada posisi pemberi rekomendasi, dalam artian sri mulyani bisa saja menerima atau menolak rekom itu dan adalah tugas utama bagi sri mulyani untuk meneliti benar tidaknya rekomendasi tersebut, dengan demikian dalam posisi ini sri mulyani nampak opensif dan reaktif memberikan perlawanan atas pertanyaan dan opini para anggota pansus.

Ini tentu sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh boediono cenderung berkelik dan memberikan jawaban tidak tahu, sri mulyani malah cenderung menyerang balik pansus century. Sri mulyani terkesan kalap dan memberikan jawaban membabi buta.

Menanggapi terbitnya Buku Gurita Cikeas karya GJA, baik sri mulyani, jajaran depkeu, maupun para politisi democrat dan staf ahli presiden termasuk jajaran cabinet mempertanyakan validitas data buku tersebut yang banyak bersumber dari data sekunder hasil pemberitaan media massa dan situs online. Namun demikian dengan metode yang sama, sri mulyani juga mengutip beberapa pemberitaan media massa menyerang pansus dengan mengatakan bahwa anggota DPR seperti maruar, drajad wibowo dan mantan wapres JK menyetujui proses bailout century.

Jawaban ini memberikan reaksi keras dari anggota pansus, sikap ini dianggap membabi buta, hantam kromo, apakah sri mulyani tidak tahu melalui media massa jika JK sangat menentang bailout itu malah dianggap perampokan uang negara, JK malah mengakui tidak tahu proses itu terjadi, setelah bailout baru JK dilapori dan saat itulah JK memerintahkan kapolri untuk menahan Robert tantular karena boediono sendiri tidak berani melakukan itu.

Pada salah satu sisi, sri mulyani mengklaim kalau DPR juga setuju dengan bailout, namun disisi lain, dia berpendapat untuk bailout century tidak perlu melakukan konsultasi dengan DPR, hal ini terkait dalam pembelaannya atas kehadiran marsilam sebagai nara sumber hukum.

Terungkapnya keterlibatan marsilam dalam rapat KSSK sebenarnya dipicu oleh sri mulyani sendiri ketika pada bulan November di gedung depkeu memutar video rapat KSSK di mana marsilam memang hadir, saat itu malah raden pardede mengakui marsilam hadir sebagai utusan khusus presiden, marsilam malah menantang para wartawan untuk menanyakan kepada sby untuk apa dia hadir. Pengakuan pardede saat itu malah tidak ditanggapi serius oleh sri mulyani.

Sri mulyani juga tidak memberikan jawaban tegas, apakah bailout century karena menyelematkannya dari krisis global, pendapat sri mulyani bank gagal dan sistemik dapat terjadi walau tanpa krisis global, tentu pendapat ini sangat berbeda dengan boediono yang bersikukuh pada factor krisis global. Yang lebih tragis, sri mulyani malah mengakui kalau bailout century tidak menggunakan payung hukum perppu JPSK yang controversial tersebut. Dari jawaban sri mulyani ini, memang terkesan dia hanya ingin melawan opini para anggota pansus.

Tak bisa mengelak atas urgensitas keberadaan marsilam sebagai nara sumber hukum, karena marsilam memang selama ini tidak dikenal sebagai pakar hukum terkait persoalan keuangan, pansus menganggapnya salah mengambil nara sumber karena sri mulyani juga tidak merasa perlu berkonsultasi dengan DPR dalam bailout century.

Menghadapi tekanan ini, sri mulyani malah memberikan opini lain yaitu bahwa bailout century menguntungkan rakyat. Menggunakan kata ‘rakyat’ biasanya berkonotasi pada rakyat kecil dan miskin, kebanyakan, apakah memang rakyat sejenis ini banyak yang menjadi nasabah century ? saya kira tidak kan……malah yang menjadi korban lebih banyak karena penjualan reksadana bodong yang dijamin oleh bank century. Aapalagi dana-dana di bank century lebih banyak dalam bentuk deposito, bukan untuk mendorong sector usaha produktif baik sector riil, UKM, maupun industri.

Selesai menyaksikan sri mulyani di depan pansus, saya teringat iklan KSSK sudah benar dan tepat melakukan bailout century, firasat saya seperti mengatakan sri mulyani berada dibalik iklan tersebut, termasuk rencana depkeu menerbitkan buku putih bailout century.

Akhirnya kembali kepada anda, bagaimana mencerna sikap sri mulyani ini di depan pansus. Wallahualam.

Salam dialog

Ditandai:
Posted in: Hukum, Politik