SBY Rugi Bank Century Ditutup

Posted on 16 Januari 2010

2


Jika bank century ditutup siapa yang untung dan siapa yang buntung alias merugi, dan jika sebaliknya di bailout siapa yang untung dan siapa yang buntung.

Pada pemeriksaan pansus terhadap para deputy dan mantan gubernur BI mengindikasikan bahwa pada saat merger memang terjadi penyimpangan aturan, pasca merger pun tidak menampakkan kinerja yang baik dan memuaskan, sampai boediono jadi gubernur BI malah dilanjutkan terus, kenapa tidak segera ditutup, akhirnya berakhir tragedi 6, 7 trilliun, malah ani ketua KSSK si pengambilan keputusan puncak merasa ditipu karena hanya mengira Cuma 632 milyar.

Sesuai pengakuan JK, ani dan boediono melapor setelah bailout century sudah dilaksanakan, JK bertanya kenapa dibailout, jawabnya karena ada reksadana bodong, penarikan uang besar-besaran padahal BC dalam pengawasan khusus BI, saat itu tidak alasan yang dikemukakan karena dampak krisis global.

JK saat itu presiden ad interim menempuh tindakan taktis menyuruh boediono melaporkan ke polisi dan menahan Robert tantular, tapi kata JK tidak mau karena tidak ada dasar hukum. Lalu JK kemudian mengambil alih melakukan itu, sehingga saat ini Rober tantular sudah mendekam di hotel prodeo.

Atas kesaksian Jk itu, boediono menjawab bahwa setelah perintah JK itu, hari itu juga dia segera menyiapkan landasan hukumnya ke kepolisian. Menurut Boediono sebelum pemilik Bank Century Robert Tantular ditangkap, BI sudah mengajukan status pencekalan terhadap Robert Tantular dan pengurus Bank Century lainnya kepada Menteri Keuangan seraya mempersiapkan kasus hukumnya. Lebih jauh Boediono mengatakan pada tanggal 20 November 2008 dalam rapat tidak resmi di Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), pihaknya sudah menyampaikan tentang permintaan pencekalan terhadap Robert Tantular dan pengurus Bank Century lainnya. Pada saat Robert tantular ditangkap dewi tantular (istri) dan keluarganya sudah minggat lebih dulu ke luar negeri.

Kalau pemilik bank saja sudah dicekal lebih awal, lalu kenapa pula perlu dibailout lagi, nah tentu di titik ini sudah bicara siapa untung siapa buntung, iya kan….

Di depan pansus boediono mengakui, jika tidak di bailout akan semakin banyak korban, namun berapa hitungan korban dan kerugian itu tidak ada penjelasan lebih lanjut, tentu hitungan dan prediksi itu tidak ada karena alasan bailout dibayangi factor psikologis, seperti kata boediono.

Jika pemilik bank century sudah pada ditangkap kemudian bank century ditutup, apa karena itu lalu berdampak sistemik, bahwa akan terjadi rush di bank-bank lain dan para nasabah melarikan dananya ke luar negeri, apakah sebodoh itu para nasabah bank yang lain.

Budi samporna salah satu nasabah kakap, dia juga donasi besar kampanye democrat dan sby, memiliki dana 1,8 juta US dollar, lalu dipecah-pecah menjadi deposito maksimal 2 milyar dengan berbagai nama yang tidak jelas dan fiktif, karena LPS hanya menjamin deposito sebesar itu jika BC ditutup. Sungguh kotor permainan ini, dan ini juga mengindikasikan kalau BC itu uda mau ditutup, tapi tunggu dulu masih ada beberapa nasabah kakap sekelas budi dan memiliki peran yang sama. Jika bank ditutup siapa yang rugi, dan apakah mereka masih mau menyumbang untuk suksesi pemilu.

Ditutup atau di bailout, sama-sama ada yang buntung, namun jika ditutup saja tentu tidak ada yang untung, tetapi jika di bailout jelas ada yang untung, sehingga karena keuntungan itu yang didapat maka kalau ditutup tentu tidak dapat untungnya juga, alias merugi padahal ada kesempatan untuk itu.

Nah, jika bank century ditutup, apakah sby rugi atau untung atas kebijakan itu, demikian pula jika sebaliknya.

Mungkin teman-teman kompasianer bisa membantu menjawabnya. Wallahualam.

Salam dialog

Ditandai:
Posted in: Hukum, Politik