Kuartal Pertama 2010 Yang Meresahkan

Posted on 1 Januari 2010

3


Menurut mistik dan makrifat sunan kalijaga seseorang yang mengalami kematian, maka di alam sana dia akan menjalani 3 fase perjalanan menuju ilahirajiun atau sampai kepada keharibaan Ilahi. Fase pertama dijalani selama 40 hari, fase kedua dijalani selama 100 hari, dan fase ketiga akan dijalani selama 1000 hari, semua hitungan berawal dari hari pertama kematian. Dalam kebiasaan masyarakat masih terdapat beberapa ritual untuk mendoakan si mayit dalam bentuk pengajian, tahlilan, potong kambing dan seterusnya, ketika memasuki hari ke 40, 100, dan 1000 hari atau dino sewu.

Pada perjalanan fase pertama selama 40 hari adalah fase penyadaran jiwa, pada fase ini adalah fase paling kritis bagi jiwa karena telah menemukan atau kembali kepada alam sejatinya, terlepas dari kungkungan atau penjara dalam jasad selama hidup di dunia. Pada saat kematian, jiwa akan tertidur atau tidak sadar selama 2 hari, pada hari ketigalah jiwa mulai terbangun. Jiwa nampak seperti napi yang baru bebas dari lapas menjalani masa hukumannya. Jiwa sampai 40 hari masih merasa bingung apa sebenarnya telah terjadi pada dirinya, dia seperti mengalami ketika lahir menjadi bayi, kerjanya cuma menangis dan belum memahami termasuk indera matanya belum mampu melihat lingkungan sekitarnya, demikianlah pula jiwa itu setelah mengalami kematian, selama 40 hari masih bertanya-tanya dia sebenarnya sedang berada di mana. Keadaan jiwa terombang-ambing antara ketertarikannya untuk kembali pada kenikmatan dunia, sementara dia tidak bisa melakukan itu karena sudah berada di alam lain, apalagi jika dia seorang pendosa. Hal ini membuatnya semakin risau dan resah selama 40 hari.

Fase kedua adalah fase perjalanan jiwa dari hari ke 40 menuju hari 100, pada fase ini jiwa sudah memahami kalau dia tidak lagi berada di dunia. Hari ke 41 sampai hari 100 adalah perjalanan menuju pada langit pertama. Setelah itu hari ke 101 sampai hari ke 1000 adalah perjalanan panjang menuju langit ke tujuh untuk seterusnya menuju keharibaan ilahi, ilahirajiun.

Apa makna ilustrasi kisah jiwa itu dengan perjalanan Indonesia di tahun 2010 ?

ilustrasi

ilustrasi

Terlepas apakah seorang pemimpin sekelompok umat, bangsa atau negara, itu adalah jahat seperti hitler atau baik seperti nelson mandela, namun itu adalah anugerah sang kuasa berdasarkan kecenderungan sifat dan watak suatu umat, bangsa dan negara yang paling dominan. Melihat presiden Indonesia maka kecenderungan sifat dan watak bangsa ini paling dominan merujuk pada citra kemunculan soekarno, soeharto, habibie, gus dur, mega, dan terakhir sby. Fase-fase perkembangan bangsa ini juga bisa dilihat dari kecenderungan gaya memimpin mereka.

Bukan sebuah kebetulan salah satu mantan presiden kita gus dur meninggal pada tanggal 30/12, bertepatan 2 hari memasuki tahun 2010. Berdasarkan analogi perjalanan jiwa gus dur di alam ’sana’ seperti ilustrasi dari sunan kalijaga di atas, mari kita coba prediksi perjalanan bangsa ini ke depan dengan kondisi yang ada saat ini.

Jiwa gus dur akan mengalami fase kritis selama 40 hari, demikian pula bangsa ini akan mengalami fase kritis selama 40 hari karena persoalan kasus skandal century yang belum terpecahkan, gonjang-ganjing dan gempa politik akan memiliki suhu tinggi di masa ini. Kemudian menjelang 100 hari atau 60 hari kemudian adalah fase terminasi atau eksekusi bagaimana meredam gejolak yang akan terjadi.

Kuartal pertama 100 hari tahun 2010 terdapat beberapa tanda-tanda yang meresahkan, jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang baik dari pemerintahan sby, maka kuartal pertama 2010 akan menjatuhkan citra sby ke titik nadir.

Pertanda buruk pertama, sejak kabinet II sby terbentuk seperti tidak ada apresiasi atas sikap kritis masyarakat dalam pemberantasan korupsi dan masalah kemiskinan yang dilanda 14 % bangsa ini, alih-alih mulai melaksanakan program peningkatan kesejahteraan rakyat seperti janji dalam kampanye, malah APBN 2010 sudah merencanakan kenaikan gaji para menteri, termasuk pembagian mobil mewah, dinas, seharga 1, 3 milyar.

Pertanda buruk kedua adalah kasus skandal bank century yang berlarut-larut kemudian, entah bagaimana ending yang akan terjadi.

Pertanda buruk ketiga adalah FTA, perjanjian perdagangan bebas dengan cina yang akan berlaku 1/1/2009. Produk-produk industri RRT yang murah meriah akan akan menarik daya beli konsumen yang besarannnya 70% bangsa ini masih berpendapatan rendah. Inilah pangsa pasar yang direbut oleh pemasaran produk-produk cina ini. Artinya jika industri kita tidak kuat menghadapi badai ini karena misalnya masih seringnya mati lampu, beberapa industri akan menghentikan produksinya atau mengurangi yang akan mengakibatkan banyaknya terjadi PHK. Belum lagi dampak perdagangan bebas dengan negara-negara ASEAN.

Pertanda buruk keempat adalah ramalan cuaca, bahwa kondisi cuaca semakin tidak menentu yang akan memukul sektor pertanian, sehingga gagal panen akan terjadi di beberapa tempat.

Nah, jika semua pertanda buruk ini terjadi dan berkolaborasi, tentu anda bisa membayangkan sendiri bagaimana akibatnya ? wallahualam.

Posted in: Budaya