Gurita Cikeas; SBY Di Balik Bantahan

Posted on 27 Desember 2009

2


Buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century” karya George Aditjondro, yang diterbitkan Penerbit Galang Press Yogyakarta itu pada salah satu bab menyebutkan keterlibatan SBY dan keluarganya dalam kasus Century. Yayasan-yayasan yang bernaung di bawah keluarga Cikeas pun disorot sebagai motor untuk mendulang dana dan dukungan politik. Selain Majelis Dzikir, George juga menyebutkan tiga yayasan yang lainya yang berafiliasi dengan Cikeas, yakni Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian, Yayasan Puri Cikeas, dan Yayasan Mutu Manikam. Yayasan tersebut diduga menjadi penggalang dukungan finansial dan dukungan suara bagi pemenangan Partai Demokrat dan SBY dalam Pemilu 2009.

Setelah membaca buku, seperti ada benang merah yang terurai dan menjawab, kenapa boediono bisa jadi wapres lalu kemudian sby menggalang koalisi besar-besaran di parlemen. Seperti diketahui sebelumnya pencalonan boediono mendapat penolakan dari semua partai koalisi, entah dengan kekuatan apa sby tetap memilih boediono. Selain itu pula dengan kemenangan besar PD di pileg, sby berpasangan dengan sendal jepit pun ia bakalan menang. Dalam perhitungan strategis sby lebih pas mengambil cawapres dari politisi PD, apalagi partai koalisi mahfum ini hak prerogatif presiden, dengan harapan posisi bisa menjadi batu loncatan menuju suksesi di pemilu 2014 nanti, namun ini tidak terjadi.

Lebih mengherankan pasca penetapan boediono sebagai cawapres, sby melalui Hatta Rajasa malah mendekati musuh bebuyutannya, Bu Mega, mengajak PDIP masuk dalam koalisi, walaupun upaya ini tidak menghasilkan kesepakatan koalisi, namun terpilihnya taufik kiemas sebagai ketua MPR sudah menyiratkan langkah mengamankan posisi sby-boediono.

Perlu diketahui pula menjelang pelaksanaan pilpres, KPK sudah melakukan penyelidikan dugaan skandal bank century. Ini memunculkan sebuah hipotesa bahwa sby sudah mengetahui lebih awal bahwa persoalan ini akan mencuat di kemudian hari, dengan memilih boediono dan menggalang kekuatan besar koalisi di parlemen bisa jadi memang dilakukan untuk pengamanan atas skandal tersebut.

Boediono selama ini sangat kenal dekat dengan beberapa pengusaha besar karena beberapa posisi penting yang dipegangnya, termasuk hartati murdaya dan budi sampurna yang jamak dikenal sudah menjadi donasi besar kampanye sby. Hartati sendiri, suaminya murdaya poo adalah tokoh dekat dengan bu mega. Budi sampurna sudah jelas sesuai data PPATK memiliki rekening di bank century, dalam data itu terungkap, 4 hari pasca bailout century 6,7 trilliun, budi menarik semua dananya ke luar negeri. Tindakan budi sampurna ini tentu menyimpan kecurigaan, koq setelah disehatkan dengan bailout malah menarik dananya ke luar negeri.

Pada tahun 2002 berdasarkan temuan BPK, saat itu boediono menjabat menkeu dibawah presiden megawaty, menempatkan dana di bank CIC (cikal bakal century) sebesar 24 juta US dollar atas nama rekening menkeu, di bank ini pulalah murdaya poo menyimpan dana besarnya. Selain itu, BPK menemukan fakta, Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan dengan Bank Century membuat kesepakatan perjanjian pada 1 November 2005. Dalam perjanjian tersebut Depkeu menyetujui pemindahan escrow account tersebut sebesar US$ 17,28 juta dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) ke Bank Century dan dibuka untuk dan atas nama Menteri Keuangan. Namun sekarang dana hibah tersebut tidak jelas nasibnya, bahkan berpotensi hilang, di mana saat itu mbak ani jadi menkeu dan boediono jadi menko perekonomian.

Pemindahan dana hibah pemerintah dari BRI ke Bank Century ini dikatakan BPK telah melabrak atau melanggar aturan. Pasalnya, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.318/KMK.02/2004 dinyatakan penyimpanan uang negara hanya diperkenankan pada bank-bank pemerintah saja, tidak diperkenankan pada bank swasta. Dengan demikian baik boediono dan mbak ani telah melanggar aturan ini.

Setelah peristiwa ini, Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No.318/KMK.02/2004 yang dirancang oleh mbak ani dan boediono ini malah terus dilanggar, terbukti antara tahun 2006-2007 tiga BUMN malah menempatkan dana besar di bank century. Atas perintah siapa BUMN itu berani melakukan hal itu ? kemudian pada tahun 2008 Perppu no. 4 pun terbit tentang pembentukan KSSK, dimana boediono sebagai anggota karena menjabat gubernur BI dan mbak ani sebagai ketua karena menjabat menkeu dan Plt menko perekonomian.

Dengan demikian yang terjadi adalah simboisme mutualisme, kolaborasi yang saling menguntungkan. Artinya para cukong-cukong inilah yang menitipkan boediono agar bisa jadi wapres, seperti yang tersirat di buku gurita cikeas tersebut.

Sikap sby menanggapi bailout century dibalik pengakuan dan bantahannya ternyata berwarna pelangi, berubah-ubah, antara tidak mengetahui, setuju dan tidak setuju. Saat awal kasus ini bergulir melalui hatta rajasa kalau sby tidak tahu, tetapi pada saat konfrensi pers meresfoni rekomendasi tim 8 atas kasus bibit-candra, sby malah mengakui bahwa bailout itu dilakukan karena BC berdampak sistemik, artinya sby setuju kan.

Namun sejak buku gurita cikeas meluncur, melalui jubir presiden julian a. Pasha sewaktu berada di cikeas menanggapi buku tersebut, mengatakan bahwa sby tidak pernah mengutus marsilam simanjuntak dalam rapat KSSK 20-21/11 di depkeu, malah mengatakan tidak tahu ssoal marsilam, padahal pengakuan marsilam hadir sebagai utusan presiden berasal dari pengakuan mbak ani dan raden pardede dari LPS.

Apa makna dibalik bantahan ini, secara tersirat sby sudah mengakui jika bailout century itu memang sebuah skandal dan ia tidak mau dilibatkan di dalam kasus ini.

Kemudian yang menjadi pertanyaan karena boediono di depan pansus sudah mengakui bahwa sby sudah tahu dan bertanggunjawab soal bailout century itu.

George aditjondro mungkin ada kebohongan dalam buku itu, namun sikap sby di dalam menyikapi bailout century dianggap tidak jelas. Antara kebohongan dan tidak jelas biasanya memang susah dibedakan. Wallahualam.

SALAM DIALOG

Posted in: Politik