Fitnah Kudeta SBY

Posted on 6 Desember 2009

4


Siang hari 5/12 seorang teman wartawan mengirim via email saya tentang resume hasil pertemuan di Hotel Dharmawangsa yang berisi rencana untuk menggulingkan pemerintahan SBY-Boediono. Ketika saya menanyakan keaslian resume itu, dia hanya menjawab bahwa resume itu asli tapi faktanya palsu. Dari awal saya merasa pasti berita itu sumir, alias fitnah, karena terlalu sempurna dan juga tidak mencatumkan kapan pertemuan itu dilakukan. Namun siang itu juga berita ini sudah tersebar luas dijaring situs pertemanan, beberapa grup sudah memforwardnya secara massif. Untuk lebih jelasnya saya copas berita itu di bawah ini, yang sebut merupakan fitnah kudeta SBY :

RESUME PERTEMUAN DI HOTEL DHARMAWANGSA

PESERTA: PRABOWO SUBIANTO, SURYA PALOH, SURYOPRATOMO, SYAFII MAARIF, DIN SYAMSUDIN, JUSUF KALLA, YUDI LATIF, FAJROEL RACHMAN & RAY RANGKUTI.

ANALISA SITUASI:

1. Isu korupsi adalah memang isu kelas menengah.

2. Tidak menyentuh ke rakyat langsung.

3. Namun berdasarkan pengalaman, dalam demokrasi liberal isu ini effektif untuk menjatuhkan kekuasaan SBY (Gus Dur, Estrada dll) , melalui mekanisme parlementer.

4. Di tingkat rakyat, isu korupsi dapat menjadikan kekuasaan kehilangan kepercayaan dan apatisme terhadap elit politik
.
5. Jika isu ini terus berkembang dan persoalan kemiskinan serta lapangan kerja akut, akan berpotensi menjadi sentiment yang akut juga : maka akan terjadi kesamaan isue. Isue ekonomis akan terdorong ke isue politik bisa mengulangi mei 1998

KLASIFIKASI TARGET:

1. MEMPERBESAR ISU Pemerintah bersih dan effektif, HINGGA SBY TERDELEGITIMASI

2. Reposisi Jabatan dan tawar menawar untuk mengganti posisi.

3. MENGGULINGKAN SBY sebelum 100 hari dengan Parlementer

4. MENGGULINGKAN SBY dengan amuk massa

POLA GERAKAN:

MENDORONG GERAKAN ATAS :

1. AKAN TETAP Dimotori oleh KELOMPOK yang berkumpul di Imparsial dan Kontras (DITUGASKAN KEPADA SYAFII MAARIF DAN DIN SYAMSUDIN YANG MASIH BISA BERBICARA DENGAN TODUNG M. LUBIS, KOMARUDIN HIDAYAT DAN GUNAWAN MUHAMMAD/BAMBANG HARRYMURTI). Platform : clean goverment, sasaran prioritas : pemeberantasan korupsi dengan membersihkan institusi penegak hukum. Kelompok ini cenderung bergaining karena mereka pendukung liberalisasi, dan berhenti setelah TPF terbentuk. (Tetapi. ketika SBY berpidato tentang pengungkapan Bank Century, dianggap akan mengorbankan Budiono, kemudian mereka langsung menyerang SBY yang bakal
jatuh sebelum 100 hari).

2. AKAN TETAP DIMOTORI KOMPAK, (DITUGASKAN KEPADA Fajroel Rahman, Ray Rangkuti, Yudi Latif). Posisi politik sama dengan yang diatas, SEAKAN AKAN mendorong semua institusi
negara mematuhi rekomendasi TPF, LALU DIDORONG UNTUK MENGGULINGKAN SBY

3. Forum Rektor, garisnya hampir sama menolak kriminalisasi KPK dan masuk ke isu bank century (SYAFII MAARIF).

4. Forum 28 (DITUGASKAN KE YUDI LATIF/FAJROEL)

5. DPR, hak angket bank century (TUGAS BERSAMA JUSUF KALLA DAN PRABOWO DENGAN MELOBI MEGAWATI DAN ABURIZAL BAKRIE)

6. Media, ini cukup memberikan energi bagi pergerakan yang ada di bawah. DIMOTORI METRO TV, dan TV ONE dan media cetaknya adalah KOMPAS dan MEDIA INDONESIA (DITUGASKAN KEPADA SURYA PALOH DAN SURYOPRATOMO)

7. Face booker, kelas menengah, yang pro kemapanan sistemik, hitam putih melihat perkembangan politik, MENDORONG AGAR TAK TERHENTI DI GERAKAN PEMBEBASAN BIBIT-CHANDRA (DITUGASKAN PADA TIM IT KAMPANYE MEGAPRO)

SEGERA MENDEKATI SIMPUL-SIMPUL/TOKOH MASSA GERAKAN BAWAH:

1. Gerakan spontan setelah Bibit Chandra ditahan.
2. Gerakan, mahasiswa aktif, akademisi, beberapa tokoh masyarakat.
3. Bergerak di luar kampus.
4. Bergerak sedikit meluas ke kota-kota
5. WALAU Belum melibatkan massa yang luas

(PARA SIMPUL/TOKOH INI BISA DIDEKATI DENGAN PENDEKATAN YANG PERSUASIF DAN MATERI UNTUK DIDORONG KE GERAKAN PENGGULINGAN, DITUGASKAN KEPADA YUDI LATIF).

Atas beredarnya fitnah ini, Prabowo seperti dirilis berbagai situs online pada sore dan malam harinya telah membantah keras atas tudingan ini, malah beliau mengatakan tidak pernah ke hotel tersebut. Demikian pula JK pada 6/12 membantah berita ITU dan mengemukakan alibi bahwa beliau sedang berada di makasar, jadi mana mungkin menghadiri pertemuan itu.

Sementara itu Koordinator kompak Fadjroel rachman juga membantah keras berita fitnah ini, dia malah berpendapat tidak ada niat mau melakukan gerakan untuk mendongkel SBY, kami hanya mau mendongkel para koruptor. Fadjroel malah menuding SBY percaya pada berita itu dan hal inilah yang dianggap SBY sebagai skenario yang akan mendompleng di peringatan hari Anti Korupsi sedunia 9/12 nanti, seperti pengakuan SBY dalam pidatonya di depan Rapimnas PD 6/12 di JHCC.

Berita ini memang betul fitnah, seandainya pertemuan ini terjadi di hotel tersebut tentu akan bocor dan mengundang perhatian para wartawan, apa seceroboh itu para tokoh tersebut melakukan hal itu. jadi sekali lagi saya sebut ini fitnah kudeta SBY.

Lalu apa tujuan dari penyebaran fitnah ini, menurut adhi massardi seperti berita tudingan LSM Bendera adalah gerakan kontra intelegen yang dihembuskan oleh para pendukung SBY. Namun menurut saya, entah siapa yang melakukan itu, gerakan ini bertujuan untuk melahirkan anomali, rasa apriori, dan alienasi publik terhadap pemberantasan korupsi terutama di dalam pengusutan skandal bang sianturi. Kenapa demikian, karena wacana fitnah ini selalu dibicarakan dan diberitakan secara massif melaluI media, apalagi SBY dalam setiap kesempatan resmi selalu mengungkap adanya fitnah dan fitnah.

Fitnah yang banyak beredar sebagai isu dan rumor serta gossip di mata publik baik yang ditujukan kepada pemerintah maupun kepada tokoh nasional non pemerintah, proses yang berulang-ulang tanpa pembuktian, maka akan melahirkan sikap anomali di tengah masyarakat, bahwa semua pemimpin itu buruk adanya, mengapa perlu peduli mengkiritisi pemerintah toh yang mengkritik juga sama buruknya, lepas dari mulut buaya malah masuk ke mulut macan. Akhirnya sikap apriori mulai tumbuh secara massif dan pada akhirnya kemudian masyarakat tidak acuh lagi, egepe, emang gue pikirin., lambat laun publik mulai teralienasi akan permasalahan pemberantasan korupsi di negeri ini. Hasil akhirnya perilaku korupsi akan kembali tumbuh subur ke depan.

Selain itu berita fitnah sejenis ini juga akan membuat si tertuduh akan merasa rikuh untuk tidak dikatakan takut, alias meredam sikap kritisnya, belom apa-apa kita uda dituduh macam-macam, jadi buat apa bicara. Kalau sudah begini, yah..lanjutkan saja korupsi. wallahualam.

SALAM DIALOG

Posted in: Politik