Akrobat Politik Angket Century

Posted on 3 Desember 2009

0


Setelah usulan angket century di syahkan pada sidang paripurna DPR 1/12, langkah selanjutnya adalah pembentukan pansus yang akan bekerja selama 2 bulan dan hari ini adalah penentuan siapa-siapa anggota tim pansus termasuk ketuanya.

Penentuan jumlah kursi di Pansus ditentukan dengan asas proporsionalitas. Partai Demokrat mendapat jatah 8 kursi, Golkar 6 kursi, PDIP 5 kursi, PKS 3 kursi, PAN 2 kursi, PKB 2 kursi, PPP 2 kursi, Hanura 1 kursi, dan Gerindra 1 kursi.

Melihat formasi ini maka peta kekuatan akan terbelah dua yaitu kubu oposisi PDIP-Hanura-Gerindra dengan 7 kursi, dan kubu koalisi pemerintah yaitu PD, Golkar, PKS, PAN, PKB, dan PPP dengan 23 jumlah kursi, nampak sangat tidak seimbang 7 : 23 kursi. Hitungan di atas kertas memastikan trio fraksi PDIP-Hanura-Gerindra bakal kalah dalam pemilihan Ketua Pansus Angket Century yang akan menjagokan Gayus Lumbuun-PDIP.

Sementara di kubu koalisi ada dua kekuatan fraksi yang sangat harmonis yaitu PD dan Golkar, sehingga ke dua fraksi inilah yang akan paling menentukan menjagokan calon ketua pansus, diperkirakan kubu ini akan mendapat tekanan kuat sebagai implikasi komitmen/perjanjian koalisi yang sudah diteken sebelum kabinet terbentuk, sehingga mereka akan sepakat mengusung satu nama. PD sejak kemarin sudah memberi pernyataan tidak akan maju sebagai ketua dan kemungkinan besarnya mereka akan memilih dari Golkar yaitu Idrus Marham.

Idrus Marham diyakini sebagai jagoan yang akan diusung fraksi parpol koalisi SBY-Boediono. Bila merujuk jumlah politisi parpol koalisi dalam pansus angket Century yang mencapai 23 dari 30, maka kecil peluang Gayus Lumbun, jagoan PDIP-Hanura-Gerindra, untuk menang.

Idrus Marham sendiri, dikenal memiliki kedekatan dengan Cikeas. Kedekatan itu salah satunya terbaca ketika Idrus meminta SBY menjadi saksi dalam ijab kabul pernikahannya beberapa bulan lalu.

Jika scenario ini terjadi, Idrus Marham (Sekjend Golkar) sebagai ketua pansus terpilih, diperkirakan oleh sejumlah pengamat bahwa pansus ini akan kembali mengulangi kegagalan seperti pansus-pansus sebelumnya, kandas ditengah jalan tanpa hasil yang jelas, nah disinilah awal akrobat politik itu dimulai, dimana PD yang dulunya tidak setuju dengan usulan angket ini, lalu berbalik haluan, seperti disinyalir oleh pengamat akan tampil sebagai kuda troya mengkandaskan tujuan pembentukan pansus angket century. Hasil akhirnya tentu hanya mencari tumbal belaka, sementara substansi skandal ini sendiri terlalu sulit untuk diurai karena akrobat politik niscaya mengarah pada pembalikan fakta.

Jika demikian arah akrobat politik ini, posisi wakil rakyat ini akan semakin mengalami degradasi moril dimata publik, DPR sebagai lembaga sosial kontrol dan aspirasi rakyat tak ubahnya seperti dulu di jaman orba hanya menjadi paduan suara bagi status quo, sang penguasa.

Menyikapi hal ini, akrobat politik parlemen presidensial, apa tanggapan anda terhadap sikap parlemen jalanan alias people power ? wallahualam.

SALAM DIALOG DI http://www.kompasiana.com/kalimasada07

Posted in: Politik