Fakta Dan Substansi Angket Century

Posted on 1 Desember 2009

0


Ibarat calon pasutri walaupun mereka sudah sepakat menikah dan sudah bertunangan sebelumnya, maka pada saat pernikahan di depan penghulu, maka syahnya ijab kabul bisa terjadi jika keduanya melafalkan ijab kabul dengan benar. Demikian pula disejumlah organisasi, apalagi lembaga terhormat DPR setiap melakukan pengesahan suatu keputusan, pengetokan palu sidang, sebelum dilakukan maka dibacakan dulu beberapa kesepakatan atau penyampaian pandangan. Kemarin sidang paripurna DPR mengesahkan usulan hak angket century terlihat keganjilan, aneh, Ketua DPR Marzuki Ali (F-PD) mengetok palu sidang pengesahan tanpa memberi kesempatan kepada perserta sidang atau pimpinan sidang sendiri membacakan perihal apa yang akan diputuskan, sehingga rapat sempat kisruh menuai interupsi.

Setelah sidang ditutup akhirnya inisiator usulan hak angket anggota Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, membacakan poin demi poin substansi angket century di depan para wartawan, berikut ini :
Pertama, mengetahui sejauh mana pemerintah melaksanakan peraturan perundangan yang berlaku terkait keputusan untuk pencairan dana talangan Rp 6,7 trliliun. Adakah indikasi pelanggaran UU selain pidana maupun perdata?

Kedua, mengetahui secara transparan komplikasi yang menyertai kasus pencairan talangan Bank Century, termasuk kenapa bisa terjadi perubahan peraturan BI secara mendadak dan dugaan keterlibatan Kepala Bareskrim Polri dalam pencairan dana Bank Century serta kemungkinan terjadinya konspirasi antara pemegang saham Bank Century dengan otoritas perbankan dan keuangan pemerintah.

Ketiga, menyelidiki kemana sajakah aliran dana Bank Century mengingat sebagian dana tersebut oleh Direksi justru ditanamkan dalam surat utang negara dan dicairkan bagi nasabah besar sementara kepentingan nasabah kecil diabaikan. Adakah faktor kesengajaan melakukan pembobolan uang negara demi kepentingan tertentu untuk politik misalnya?

Keempat, menyelidiki kenapa bisa terjadi pembengkakan dana talangan menjadi Rp 6,7 triliun bagi Bank Century padahal Bank Century adalah bank swasta kecil yang sejak awal bermasalah bahkan pada saat menerima pada status pengawasan khusus. Rasionalkah alasan pemerintah bahwa bank itu patut diselamatakan karena mempunyai dampak sistematik bagi perbankan Indonesia seluruhnya?

Kelima, mengetahui sebesar apakah kerugian negara sebenarnya yang ditimbulkan kasus bailout Bank Century.

Dia akhir pembacaannya, Ara menyerukan, “Jaga kami, awasi kami, kepung kami,” dengan maksud meminta masyarakat mengawal jalannya hak angket.

Substansi ini adalah sejumlah kesimpulan yang telah disusun oleh inisiator pengajuan hak angket century dan tentu tidak lahir begitu saja, substansi ini adalah fakta yang lahir dari beberapa fakta yang ditemukan adanya skandal di dalam bail out bank century.

Fakta Temuan BPK
fakta ini sudah tersebar di berbagai media setelah hasil audit BPK setebal 500 halaman ini diserahkan ke DPR, Presiden, dan KPK. BPK meyatakan terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan BI dalam mengawasi Bank Century seperti saat CAR sudah minus 132,5% dan pinjaman FPJP dengan jaminan rendah. BI juga dinilai tidak bertindak tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Bank Century selama 2005-2008. BI tidak menempatkan Bank Century sebagai bank dalam pengawasan khusus meskipun cAR Century telah negatif 132,5%. “BI memberikan keringanan sanksi denda atas posiosi devisa neto PDN sebesar 50% atau Rp11 miliar.

BPK juga memandang BI tidak mengenakan sanksi pidana atas pelanggaran batas maksimum pemberian kredit (BMPK) dan menilai pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dengan mengubah persyaratan CAR dalam PBI agar Century dapat mempeorleh FPJP. “Padahal Century saat mendapat FPJK car Century telah engatif 3,35%. Hal ini melanggar ketentuan PBI nomer 10/30/PBI/2008 dengan ketentuan CAR 8%. Selain itu nilai FPJP yang diperjanjikan hanya sebesar 83% sehingga melanggar ketentuan PBI yang menyatakan jaminan PFJB dalam bentuk aset kredit minimal 150% dari platform FPJP.

Kesimpulan hasil temuan BPK ini mengungkapkan bahwa sejak tahun 2005 bank century sudah bermasalah, sehingga alasan bank ini gagal akibat tahun 2008 terjadi krisis moneter global dan berdampak sistemik dan harus di bail out tentu tidak bisa diterima.

Fakta Politis
Boediono dan sri mulyani adalah pemegang otoritas dan eksekutor bail out waktu itu dan pada sisi lain beberapa nasabah kakap seperti hartati Murdaya dan Budi sampoerna punya dana besar di century dan saat bersamaan menjadi donasi besar kampanye pemilu SBY-PD. Selain itu pula ditemukan fakta jika tiga BUMN juga nasabah kakap, apa motivasi dan kepentingan 3 BUMN ini menyimpan dana besar di bank kelas teri ini. Akhirnya fakta ini melahirkan kesimpulan seperti bunyi substansi angket adanya konspirasi antara nasabah, pemilik bank, dan pemerintah di dalam bail out century. Lalu kenapa ada konspirasi ?, saya kira anda semua bisa menjawabnya.

Selain itu, fakta politis lain yang tidak diungkap dan dilupakan adalah temuan panwaslu, bahwa laporan dana tim kampanye pilpres tidak jujur dan mengewakan.

Fakta KPK
Pada awal skandal ini bergulir KPK pernah memberikan pernyataan, berdasarkan hasil penyadapan yang tidak disengaja ditemukan percakapan yang melibatkan mantan kabeskrim Komjen Susno terlibat di dalam pencairan dan transfer ke luar negeri dana nasabah Budi Sampoerna.

Keberadaan fakta-fakta tersebut tentu menjadi alasan lahirnya substansi pengajuan hak angket century dan fakta ini tak terbantahkan sehingga semua fraksi di DPR mendukung kemudian mensyahkan angket century untuk segera ditindaklanjuti dalam bentuk pansus.

ilustrasi skandal
Bank century adalah bank yang berfocus di transaksi dan bisnis valas dan melakukan penjualan reksadana bodong, dengan iming-iming keuntungan besar tentu banyak nasabah yang tertarik, apa lacur ditengah perjalanan bank century colaps karena kalah kliring, artinya dengan kondisi ini semua dana nasabah kakap akan hangus karena LPS dan pemerintah hanya menjamin nasabah yang memiliki simpanan maksimal 2 milyar. Dengan kata lain, colapsnya bank century akan membuat beberapa nasabah kakap termasuk hartati murdaya akan gigit jari, duite pada hangus. Ilustrasi sederhana ini tentu anda bisa membayangkan kenapa bank century perlu di bail out. Wallahualam.

SALAM DIALOG DI http://www.kompasiana.com/kalimasada07

Posted in: Politik