Antara Demo Bayaran Dan Susno

Posted on 29 November 2009

0


Sekitar 70 orang mencoba menggagalkan aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu - admin (29/11) (Frans Agung)

Sekitar 70 orang mencoba menggagalkan aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu - admin (29/11) (Frans Agung)

Massa pendukung Kapolri meneror aksi Kompak di Bundaran HI. Hal ini dinilai hanya menambah buruk citra polisi di mata masyarakat.

“Sudah sedemikian parahkah kecerdasan Polri sehingga tidak mau berfikir kreatif untuk memperbaiki citranya,” kritik Wakil Ketua Majelis Pakar PPP Lukman Hakiem, dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Minggu (29/11/2009). Selengkapnya di SINI

Sungguh geli mendengar berita demo bayaran ini untuk meneror aksi Kompak, di bundaran HI. Bundaran ini seperti menggambarkan bulatnya tekad para penggiat anti korupsi untuk membongkar kasus skandal century. Demo bayaran ini juga semakin memberi tanda tanya besar yang malah semakin menyudutkan citra Kapolri. Harusnya demo bayaran ini meneriakkan yel-yel mendukung Boediono atawa sri mulyani, koq malah berteriak garang mendukung Kapolri.

Saya kira para pendemo bayaran ini jelas orang-orangnya dan sangat mudah ditelusuri siapa yang membayar mereka, kita hanya bisa berharap agar Kapolri segera mengusut kasus ini agar citra kapolri tidak semakin runyam di mata publik. Dibanding aksi Kompak kan jelas siapa tokohnya, kan mudah juga diciduk jika tidak setuju, kenapa perlu di lawan dengan aksi demo bayaran ?

Lain soal demo bayaran tersebut yang mengusung nama kapolri, lain pula yang terjadi pada mantan kabeskrim Polri Komjen Susno Duadji. Komjen Pol Susno Duadji, tengah diproses untuk mendapat persetujuan dari DPR RI untuk menduduki posisi Duta Besar. Negara yang menjadi penempatannya belum jelas. Tapi, di wilayah Asia Tenggara. Selengkapnya baca di SINI

Menurut temuan dan pernyataan KPK, Susno ditengarai terlibat kasus bank century di dalam proses penarikan dana budi sampoerna. dalam temuan BPK sendiri ditemukan banyak fakta bahwa kuantitas penarikan dana di dalam proses masa pengucuran dana bail out pada rekening BS, transaksinya cukup tinggi.

Belum hilang rasanya dengungan di telinga, munculnya suara publik agar Kabeskrim baru Komjen Ito segera memeriksa Susno. lha malah pemerintah mau mengisolasinya sebagai dubes. Artinya pemerintah memang percaya, seperti pendapat Irwasum Polri, Susno tidak bersalah, lalu kenapa beliau mesti dimundurkan, apakah karena beliau mengeluarkan istilah buaya dan cicak, kalau cuma masalah ini saya kira dengan meminta maaf, publik pasti bisa menerimanya dan susno seperti pengakuan ketulusannya, bisa melanjutkan tugas Kabeskrim untuk menumpas mafia peradilan.

saya malah jadi bingung, apa makna slogan, terdepan memberantas korupsi, dan ganyang para mafia peradilan ? wallahualam.

SALAM DIALOG DI http://www.kompasiana.com/kalimasada07

Posted in: Budaya