SBY Single Parent

Posted on 19 November 2009

0


Dalam pemerintahan saat ini, SBY menurut pengamat politik dari UGM, Abdul Gaffar Karim ibarat single parent yang mengurusi masalah sendiri. Sebab, peran wakil presiden tidak terlalu maksimal jika dibandingkan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “SBY secara ideal pasangannya adalah JK. Bukan orang yang sama-sama lambat. Boleh dibilang dia single parent. Kalau dulu suami istri, kini single, orang tua tunggal,” Gaffar mengibaratkan.

Tapi Gaffar menduga memang kondisi seperti inilah yang diinginkan oleh SBY. Sehingga dia pun sudah memprediksikan konsekuensi apa yang akan ditanggung jika memilih Boediono sebagai wakilnya.

Menjadi single parent dalam urusan keluarga sudah cukup sulit dan berat menghadapinya, apalagi jika mengurus sebuah negara besar seperti Indonesia.

Dulu SBY-JK dianggap dua matahari, kayaknya emang butuh sih dua matahari karena sering mati lampu.

Posisi Boediono dan JK emang beda, JK bisa jadi bumper, sekarang SBY sendiri harus memerankan itu. JK bisa jadi ban serep, Boediono hanya bisa jadi job mobil yang empuk diduduki buat SBY. JK bisa mengurus urusan domestik keluarga, apalagi untuk urusan non domestik, sedangkan Boediono harus nunggu perintah majikan.

Jika SBY sibuk bicara di podium, JK sibuk beraksi apa kata podium, sedangkan Boediono sibuk menjadi pendengar yang baik, mau beraksi, tunggu perintah majikan.

JK bilang pemilik bank century adalah perampok banknya sendiri, Boediono bilang sudah sesuai ketetapan dan prosedur yang ada.

Tapi sudahlah JK, nikmati saja hari libur panjangnya.

Ketua DPR dan Ketua MPR harus restu SBY, tidak mencampuri KPK hanya membuat Kepres Plt Pimpinan KPK, tidak campur urusan buaya vs cicak hanya membentuk tim 8. Sesudah itu beliau bilang ganyang mafia peradilan, buat siapa dan siapa pula yang mau diganyang, yang punya hak mengganyang malah diam-diam saja.

Single parent membuat semuanya harus diurus sendiri, itulah pilihan beliau. wallahualam.

SALAM DIALOG

Posted in: Budaya