Manusia Makrokosmos

Posted on 8 November 2009

0


Kaligrafi 23

G Spot

DARI JIWA-JIWA SUCI SETERANG BINTANG PENYEMPURNAAN SELALU
DIBERIKAN KEPADA BINTANG-BINTANG DI LANGIT.

DARI LUAR TAMPAKNYA KITA DIATUR OLEH BINTANG-BINTANG ITU, PADAHAL
BATIN KITALAH YANG MENJADI PENGATUR LANGIT.

OLEH KARENA ITU, SEMENTARA DARI WUJUD ENGKAU ADALAH MIKROKOSMOS, PADA HAKEKATNYA ENGKAU MAKROKOSMOS.

TAMPAKNYA RANTING ITU SUMBER BUAH; PADAHAL RANTING ITU TUMBUH
DEMI BUAH.

JIKALAU BUKAN KARENA MENGHARAP BUAH, MENGAPA TUKANG KEBUN
MENANAM POHON ?

MAKA PADA DASARNYA POHON ITU LAHIR DARI BUAH, MESKI TAMPAKNYA IA
DIHASILKAN OLEH POHON.

KARENA ITU MUHAMMAD BERSABDA, ”ADAM DAN SELURUH NABI BERBARIS DI
BELAKANGKU DI BAWAH BENDERAKU.”

MAKA TUAN DARI SETIAP ADAT DAN PENGETAHUAN ITU MENGUNGKAPKAN
PEPATAH, ”KAMI ADALAH YANG TERAKHIR DAN TERKEMUKA.”

YAKNI, MESKIPUN TAMPAKNYA AKU LAHIR DARI ADAM, NAMUN
SESUNGGUHNYA AKULAH LELUHUR DARI SETIAP NENEK-MOYANG.

KARENA PARA MALAIKAT SUJUD KEPADANYA DEMI AKU, DAN DIA NAIK KE
LANGIT KETUJUH KARENAKU,

MAKA BAPAK ADAM ITU SESUNGGUHNYA LAHIR DARIKU: POHON ITU LAHIR
DARI BUAH.

IDE, ADALAH YANG PERTAMA, DATANG TERAKHIR KE DUNIA KENYATAAN, PADA HAKEKATNYA IDE ITULAH YANG KEKAL-ABADI.”

By Reynold A. Nicholson in Rumi poet and mistic

Kunjungi di sini SALAM DIALOG

Posted in: agama, Paradigma Satu