Aku Adalah Harta Tersembunyi Dan Aku Ingin Diketahui

Posted on 5 November 2009

0


IMG_0760

Mesjid Al-Musannif Kota Medan (Dok.Ika)

Banyak orang sadar bertanya untuk apa saya diciptakan, dilahirkan, dibesarkan, dewasa, mencari nafkah, berkeluarga, tua, lalu meninggal, namun demikian ada juga yang tidak sampai menjalani siklus itu kemudian ajal menjemput.

Beberapa penafsir, ulama dan cendekia memberi jawaban dengan mengutip hadits qudsi, “Aku adalah harta tersembunyi dan aku ingin diketahui.” Dengan demikian penjelasan secara sederhana bahwa tujuan kita diciptakan adalah untuk mengenal-Nya, memahami-Nya, bertemu dengan-Nya di dunia agar kita bisa kembali dan bertemu dengan-Nya, intinya ada kesadaran akan hakikat bertuhan.

Tuhan menciptakan adam dalam imajinasi-Nya sendiri dan setiap orang mencari pengejawantahan. Seorang pencinta berkata kepada kekasihnya, ”Aku tidak dapat tidur, aku tidak bisa makan, aku menjadi seperti ini dan seperti itu tanpamu,” Yang dia maksudkan adalah, engkau berusaha agar bisa terejawantah kepada kekasihmu, demikian pula kekasihmu bisa terejawantah ke dalam dirimu.

Tuhan pun berkata, Aku adalah tempat pengejawantahan di mana engkau dapat mengenali kualitas seorang kekasih, ”Aku adalah harta terpendam dan aku ingin diketahui.”.

Dalam kehidupan kemasyarakatan, kualitas pengenalan seseorang terhadap kesadaran bertuhan berkorelasi positif di dalam hubungan kemanusiaan sesama mahluk ciptaan sesuai kualitas pengenalan tersebut, Dia adalah spirit, pengejawantahan sesuai kualitas kesadaran bertuhan, demikian pula kualitas di dalam dedikasi, bekerja, dan berbakti bagi kebajikan orang banyak.

Seorang kompasianer selalu menulis tentang KPK dan Polri, itu adalah pengejawantahan, dia ingin agar segala ide dan gagasannya terejawantah ke dalam perilaku KPK dan Polri. Semua orang mengenal Tuhan karena Tuhan sudah mengejawantah ke dalam diri manusia. Itulah imajinasi Tuhan sebagai harta terpendam agar Dia dapat dikenali oleh hamba-hamba-Nya.

Dia menciptakan adam dalam imajinasi-Nya sendiri, yakni di dalam citra hukum-Nya. Seluruh hukum-Nya tampak di dalam ciptaan-Nya karena mereka semua adalah ’bayang-bayang Tuhan’, dan bayang-bayang pasti mirip dengan sumbernya. Apabila engkau mengembangkan jemarimu, bayang-bayangmu akan melakukan hal yang sama. Maka orang yang mencari adalah, orang yang mencari sesuatu untuk dicari, sesuatu untuk dicintai, karena mereka ingin dicintai dan berandah hati di depan-Nya, musuh pada musuh-Nya, dan teman pada teman-Nya. Ini semua adalah hukum dan sifat tuhan yang muncul pada bayangan karena ”Aku harta terpendam dan Aku ingin diketahui”, maka Tuhan pun berfirman, :kemana kau hadapkan wajahmu di situlah wajah-Ku.”.

Bayang-bayang yang kita lemparkan tidak menyadari diri kita, tetapi kita menyadari adanya bayang-bayang. Meski demikian, di dalam hubungannya dengan pengetahuan Tuhan, kesadaran kita hanya akan mendapatkan sesuatu yang tak lebih dari ketidaksadaran. Tidak seluruh diri seseorang akan dimiliki oleh bayang-bayang, hanya sebahagian dari keseluruhan dirinya. Maka tidak seluruh sifat Tuhan yang diperlihatkan oleh bayang-bayang, atau kita, hanya sebagian saja. Engkau tidak memiliki pengetahuan yang diberikan kepadamu, kecuali sedikit saja (QS. 17 : 85).

Walau sedikit jangan kecewa dan patah semangat, sedikit kata Tuhan, sesungguhnya itu berlimpah-limpah bagi hamba-hamba-Nya yang mencari, karena dunia dan alam semesta ini hanya setitik air di lautan samudra. Wallahulam.

Kunjungi di sini SALAM DIALOG

Ditandai: ,
Posted in: agama