Anda Boleh Berpoligami, Berani ???!

Posted on 29 Oktober 2009

1


Dua isteri cukup Ditengah kontroversi masalah boleh tidaknya poligami di Indonesia klub poligami asal Malaysia, Poligami Ikhwan, mengembangkan sayapnya di Indonesia. Klub yang di Malaysia memiliki 300 anggota itu telah diresmikan di Bandung, Jawa Barat. Peresmian klub poligami yang dihadiri sekitar 150 undangan itu berlangsung di Hotel Grand Aquila, Bandung pada Sabtu 17 Oktober pukul 19.30 WIB. Kegiatan yang mengusung tema ‘Poligami Obat Mujarab Untuk Mendapatkan Cinta Allah’ itu dihadiri sejumlah nama beken di Bandung.

Pada kesempatan lain di Jakarta Masyarakat Poligami Indonesia (Mapolin) menyambut baik launching klub poligami asal Malaysia, Poligami Ikhwan, di Indonesia. Pembentukan organisasi ini dapat memerangi pendapat minor soal poligami. “Secara filosofis itu bagus dan dapat memerangi opini negatif soal poligami. Menurut saya makin banyak organisasi poligami makin baik untuk perkembangan poligami,” kata Sekjen Mapolin Fauzan Al Anshari di Jakarta, Senin (19/10/2009).

Kutipan di atas diambil dari salah satu situs online yang memberitakan maraknya organisasi poligami di Indonesia. Untuk masyarakat Indonesia poligami umumnya masih merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima, dianggap tercela dan sebagai sarana pelampiasan nafsu belaka. Tanggapan minor ini bisa dibuktikan pada kasus poligami Aa Gym, sejak beliau melakukan poligami popularitas Aa Gym merosot tajam. Nah, bagaimana anda yang berpoligami apakah mengalami nasib yang sama ?

Popularitas poligami Indonesia sempat naik daun dalam pemberitaan dan menjadi bahan polemik sejak pengusaha rumah makan wong solo yang beristeri empat, saya lupa namanya, melakukan seminar-seminar di mana dengan mengkaitkan keberhasilan usahanya karena memiliki empat isteri. Sementara di Kota Pemalang seorang juru dalang malah memiliki 9 isteri, semuanya tinggal dalam satu rumah dengan sang suami.

Jika di Indonesia ditanggapi minor, sedangkan di Malaysia sepertinya dianggap biasa, mungkin karena rajanya juga berpoligami. Seorang ibu pengamat poligami di Jakarta berpendapat bahwa poligami di malaysia bisa diterima karena para suami sadar kewajibannya untuk berbuat adil, sementara di Indonesia umumnya tidak demikian, perhatian terhadap bini muda lebih banyak ketimbang bini yang lama, namanya juga baru dan daun muda kaleee…

Sebuah studi terkini di Inggris mengatakan bahwa poligami bisa memperpanjang umur hingga 12 persen. Tapi studi lain menyebutkan bahwa istri yang dipoligami cenderung lebih stres.

Setelah melakukan analisis terhadap praktek poligami di hampir 140 negara, Virpi Lummaa, seorang ekolog dari University of Sheffield, Inggris menyebutkan bahwa pria yang melakukan poligami cenderung lebih panjang umur hingga 12 persen daripada pria yang monogami.

Tidak hanya pria, wanita yang dipoligami pun ternyata lebih panjang umur. Sebuah fenomena yang disebut para peneliti sebagai efek nenek bisa menjelaskan mengapa wanita yang dipoligami punya umur lebih panjang, terutama setelah melewati masa menopause.

Lumma mengatakan bahwa setiap 10 menit seorang wanita berhasil melewati masa menopause, kebahagiaanya akan bertambah 2 kali lipat. Peneliti mengatakan bahwa banyaknya cucu dan perhatian dari anak-anaknya membuat ia lebih bahagia dan ingin hidup lebih lama.

Sementara itu, pria yang mmelakukan poligami disebut peneliti masih memiliki alat reproduksi yang bagus hingga umur 60, 70, bahkan 80 tahun. “Hal itulah yang yang kemungkinan memperpanjang hidupnya,” ujar Lumma seperti dikutip dari Redorbit, Selasa (20/10/2009). Selengkapnya baca di sini Poligami Memperpanjang Umur Pria 12 Persen

Dalam satu perbincangan dialog interaktif sebuah radio swasta, beberapa petikan kesimpulan hasil dialog yang berhasil saya catat, mengapa mereka setuju dengan poligami.

Setuju atau tidak setuju Islam membenarkan poligami dengan mengutip sebuah ayat Quran, menikahlah 2, 3, dan 4 jika tidak bisa berbuat adil maka nikahi satu saja. Atas rujukan ayat ini Islam sebenarnya menganjurkan menikah lebih dari satu orang wanita dan jika anda merasa tidak mampu, dalam konteks berbuat adil, maka satu saja. Karena bersifat anjuran maka pria yang berpoligami dan bisa berbuat adil kepada isteri-isterinya itu lebih mulia dibandingkan suami yang hanya beristeri satu.

Konsep keadilan yang relatif karena berdasarkan ukuran manusia, kasuistis dan sangat personal, tidak boleh menghalangi bagi suami yang bisa melakukan poligami. Ajaran Islam itu riil dengan demikian konsep keadilan juga harus riil, dalam konteks ini ‘berbuat adil’ dimaknai pemberian secara proporsional akan pemenuhan nafkah lahiriah dan jasmaniah kepada isteri-isterinya. Pemenuhan nafkah batin suami kepada isteri-isteri itu salah kaprah, batiniah itu adalah hubungan kausalitas privacy antara seorang hamba dengan Tuhannya, sesama hamba tidak mungkin saling memberi nafkah batin, yang ada hanya saling mendorong agar sesama hamba lebih dekat kepada yang maha kuasa, sehingga nafkah batin bisa terpenuhi, dengan kata lain orang lain pun bisa membantu untuk memenuhi nafkah batiniah ini.

Poligami dalam Islam seperti yang dilakukan Rasulullah bukan dimaknai dalam konteks pemenuhan kebutuhan sexual, walaupun itu memang salah satu dampaknya, poligami ada atau tidak bukan jaminan bagi suami tidak melakukan jajanan sex dan mengurangi angka pelacuran karena latarbelakang terjadinya poligami dan pelacuran itu adalah sesuatu yang tidak berkaitan alias berbeda. Motivasi poligami dan melacur itu berbeda dan masing-masing timbul karena faktor ‘x’ tertentu yang tidak ada sangkut pautnya.

Islam memaknai poligami seperti konteks substansi ajaran Islam itu sendiri yaitu sebagai rahmatanlilalamin atau kata lain seperti pesan Quran, sebaik-baik manusia diantara kamu adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Dengan demikian jika anda seorang suami yang bisa memberi manfaat yang banyak bagi 4 isteri dan keluarganya berserta anak-anak yang dihasilkan, maka dianjurkan untuk berpoligami.

Seorang penelpon bertanya, ”apakah ada wanita yang mau dipoligami ?”, jawab si panelis, cari saja yang mau, buktinya ada wanita yang menerima poligami, kalau tidak mau jangan lakukan terhadap wanita tersebut karena poligami mensyaratkan harus ada ijin dari isteri yang sebelumnya. Lalu dilanjutkan, ”kalau suami sebelumnya memang dasarnya tidak mau ?”, jawabnya, itu urusan si suamilah bagaimana meyakinkan dan karena alasan apa dia harus menikah lagi, kalau diterima, silahkan lanjutkan….nah, gak mudah kan…???

”apakah yang berpoligami bisa lebih dekat kepada Allah ?”, si panelis menjawab, karena tantangannya lebih besar jadi peluangnya lebih besar ke arah itu, si suami harus bekerja lebih giat karena jumlah tanggungan lebih besar, sedangkan si isteri-isteri bisa lebih merasakan bagaimana perasaan isteri-isteri Rasulullah pada masa itu. Selain itu pula isteri yang merelakan suaminya berpoligami adalah puncak kerendahan yang paling dalam, melepaskan kepemilikan egonya yang paling puncak karena mau berbagai pada sesamanya dengan miliknya yang paling disayangi, dia percaya memang semua isi dunia ini hanya titipan dan bukan miliknya, ilahirajiun, semua milik Allah.

”jika engkau lebih mencintai sesuatu melebihi kepada Rasulullah (Allah), maka tidaklah kau disebut beriman,” (Hadits), artinya seorang wanita rela dipoligami karena memang dia lebih mencintai Allah daripada suaminya sendiri, dengan kata lain silahkan berpoligami jika bisa menjadi obat mujarab untuk mendapatkan cinta Allah SWT.

Dalam salah satu penerbangan ke Jakarta, saya berkenalan dengan seorang pengusaha 63 tahun, dia bercerita memiliki seorang kolega bisnis, pengusaha dengan 4 hotel, yang berpoligami empat isteri, tidak selang beberapa lama sejak dia meninggal dengan mewariskan masing-masing hotelnya satu untuk setiap isterinya, semua isteri-isterinya itu sudah bersuami kembali, kebetulan masih muda-muda, uniknya ke empat mantan isterinya itu memiliki suami yang tidak berpoligami. ”ya, pantas aja pak haji, mana tahanlah lebih lama hidup menjanda, apalagi sudah menjadi janda kaya.” ha..ha..ha…

Beranikah Anda berpoligami, ataukah Anda memang sudah berpoligami ? cerita dong kisahnya…..wallahulam.

Bisa juga di baca disini Salam Dialog

Ditandai: ,
Posted in: Budaya