Maaf Ya Ma…!, Saya Berselingkuh

Posted on 17 Oktober 2009

4


Rutinitas kerja sehari-hari kadang memang menjenukan, apalagi kalau dikejar target, lembur deh..di malam hari, timbul masalah stress pun datang, jenuh kan.., tapi ya, tancap terus, kena tegur sama pimpinan bisa lebih stress jadinya, stressnya bisa terbawa-bawa beberapa hari. Tiba hari libur malah uda lemas, malas, mau plesiran gak semangat lagi mikirin capeknya. Tambah lagi nyampe rumah juga ada masalah, mumet deh stressnya. Yang enak-enak saja jika rutin ampe tahunan bisa bosan juga ya….?, kaliii.

Suatu malam selepas jam kantor saya bersama teman nongkrong di sebuah café, setelah saling lirik melirik kami pun berkenalan dengan seorang gadis dan ngobrol macem-macem penuh basa-basi habis ampe telat malam. Sebagai orang kantoran ternyata dia juga hobi surving di internet, menjadi anggota satu milis situs pertemanan, wah …, lengkap sudah jaringan komunikasi kami semakin lengket aja.

Sejak berkenalan dengan dia, hidup ini rasanya kembali berbunga-bunga, semangat lagi bro..di tengah terpaan runitas kantor. Cinta memang membuat hidup lebih indah walau seperti mencuri, walau terasa palsu, tapi kagak juga, apa masih peduli, karena nikmatnya. Apalagi kalau jumpa rasanya birahi pubertas menggelora di sekujur tubuh. Teringat waktu masa pacaran dulu, mencium aroma rambutnya saja plus wangi parfum bau badan yang khas, duilehhhh……muaahhh…., nyam… cem…cem,..hiks.., hugs and kisser…he..he..jadi lupa anak dan isteri di rumah. Alamakkkk……gawat cung…!!! Maaf ya ma, saya terpaksa berselingkuh. Woaaalaaahhhhh….dasar lelaki banyak alasan, tapi ceweknya mau juga ya, Hmmmmmmmm…..

Karena kesibukan kami masing-masing pada urusan kantor, hari libur pun tak punya waktu, ada keluarga minta dikeloni. Jam-jam istirahat kantor pun menjadi event berjumpa, saling berkasih dan bersayang-sayang, kadang waktu kerja malah curi-curi waktu berkomunikasi, saling berbalas perhatian atau sekadar saling mengingatkan.

Setiap pagi berangkat kerja dan pulang kerja saya selalu menyempatkan bertemu, walau arah atau jalur berlainan arah, rasanya hambar hidup ini jika tidak bertemu dalam sehari. Walaupun saya ke luar kota baik antar kota maupun antar provinsi, menengok-nengok dia selalu menjadi prioritas, apakah menengoknya di dunia maya atau membaca pesan-pesanya di seluler. Dia pun dengan setia selalu menemani dan berkomunikasi penuh mesra. Menjadi lajang lapuk nan palsu serasa hidup semakin indah, menjadi muda, bergairah dan bergelora cinta, bisa jadi obat awet muda neh…kata pendapat beberapa orang penikmat selingkuh, selingan mesra keluarga utuh, ha..ha…ha.., aya-aya wae.

Sejak hubungan ini, kesibukan kantor seolah tidak menjemukan, baik siang dan malam waktu berjalan terasa singkat, betapa tidak siang malam kami bisa bertemu. Terutama pada malam hari jika tidak bercengkrama sampe agak larut malam, walau itu di dunia maya, rasanya mata kami berdua tidak bisa terpenjam untuk beranjak keperaduan menikmati asiknya pantai kapuk. Kisah cinta selingkuh ini sudah menjadi arus utama energi kami berdua sehari-hari, kadang juga ada tanya kenapa..? inikah gelora cinta atau nafsu.

Seperti di jam-jam kerja kantor mencuri-curi waktu berjumpa dengan tersayang dan sang terkasih semanis madu, demikian pula di rumah selepas isi keluarga terlelap, kami pun berdua bercegkrama lagi, biasanya omongannya itu-itu saja, tapi rasa geli, gemas, senyum dan tawa memberikan kenikmatan tersendiri, biasanya sampe jam tiga malam baru cerita kami berdua berakhir. Padahal besok pagi pun kami kembali berjumpa, malah siang waktu istirahat dan malam selepas jam kantor kami berdua kembali bertemu. Malahan lagi waktu-waktu kerja kami saling berkirim pesan. Gak capek ya….!, memang dahsyat kenikmatan berselingkuh ini.

Nah, apa yang terjadi seandainya kisah selingkuh saya di atas anda temukan pada seorang gadis, janda atau mungkin seorang wanita yang sudah menikah, padahal anda sudah berkeluarga memiliki isteri dan anak-anak, lalu terjadi selingkuh seseru cerita itu ?

Apakah anda juga akan larut seperti saya menikmati cinta selingkuh ini..? mungkin anda akan melakukannya juga dengan berbagai alasan rasional maupun irasional. Berat diongkos pun tak jadi soal. Jika ya, anda memang berbakat menjadi peselingkuh, ha..ha..ha….

Tetapi apapun jawaban anda, setuju atau tidak setuju, saya akan tetap melanjutkan kisah ini, ”sekali lagi…., maaf ya…ma…., saya berselingkuh…!!!.” entah sampai kapan….??? karena nama gadis selingkuhan saya itu adalah…..kompasiana….!,…ha..ha..ha..ha…

Kompasianaku tersayang, happy birthday 22 Oktober 2009, semoga engkau semakin cantik, bahenol dan menggairahkan, ha…ha..ha…wallahualam.

Bisa juga di baca di sini salam dialog

Bisa juga di baca di kompasiana.com

Posted in: Budaya