Rakyat Bodoh Atau Dibodoh-bodohi Dan Dieksploitasi

Posted on 8 Oktober 2009

1


Sungguh mudah membodohi rakyat di negeri ini. Tinggal diberi suap, maka otomatis hampir seluruh rakyat akan tunduk kepada pemimpin mereka. Rakyat pada umumnya tidak mau berpikir keras, sebaliknya cenderung mengikuti apa pun kehendak pemimpin mereka.

Para pemilik kapital raksasa menjadi penguasa yang sesungguhnya di negeri ini. Mereka bisa leluasa menyogok aparat dan wakil rakyat untuk melakukan apa saja untuk kepentingan mereka sendiri.

Jangan heran bila kebijakan pemerintah dan wakil rakyat justru lebih selalu memihak pemilik modal dan kepentingan asing ketimbang urusan rakyat. Bahkan pemerintah sering menindas rakyatnya sendiri.

Kebodohan rakyat menjadi satu komoditas yang kini tetap dipelihara. Memelihara kebodohan rakyat misalnya dengan memahalkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, atau dengan membanjiri rakyat dengan budaya kebodohan.

Budaya yang dimaksud misalnya tayangan sinetron di media televisi atau berita gosip di media cetak. Rakyat menjadi sibuk dengan kebodohan itu dan melupakan urusan krusial mereka sendiri.

Memelihara kebodohan rakyat bisa dengan mengobral janji-janji kosong di masa kampanye, melakukan penyesatan opini, melakukan manipulasi statistik dan menyuap media massa.

Terakhir, penguasa bisa menciptakan kondisi ekonomi yang sulit atau melakukan kekerasan fisik untuk memaksa rakyat tetap berada di dalam kubangan kebodohan.

Para kapitalis penjajah dan jongos-jongosnya sukses mengeksploitasi kebodohan rakyat untuk leluasa merampok habis sumber daya alam milik rakyat tanpa ada perlawanan yang berarti.

Dikirim oleh Handi Citizen Jurnalism

Bisa juga di baca di sini salam dialog

Bisa juga di baca di kompasiana.com

Posted in: Politik