KPK Kena Teror SMS

Posted on 8 Oktober 2009

0


Tim pembela KPK akan menyelusuri SMS ancaman yang telah diterimanya. Segala bentuk ancaman kepada KPK adalah bentuk tindak pidana. Inikah modus teror baru bagi KPK?

“SMS teror itu sudah tindak pidana murni,” begitu, kata anggota tim pembela KPK Achmad Rifa’i di gedung KPK Jakarta. Tim pembela KPK akan menyelidiki cerita di balik pesan singkat tersebut. Termasuk menelusuri kemungkinan pesan itu dikirim oleh seorang pejabat di kepolisian. Terkait kepolisian, sejauh ini belum ada respon soal itu. Namun yang jelas, SMS itu menjadi atensi publik karena kebetulan KPK dan Polri sedang berseteru.

‘’SMS itu sudah jadi isu, harus dituntaskan, jangan sampai menjadi fitnah atau sekedar isu yang memperkeruh suasana. Bagaimanapun soal KPK versus Polri menyusul skandal Bank Century yang menyerat pelbagai pihak dan institusi, belakangan ini sudah masuk ranah politik, tak hanya hukum semata,’’ kata Ray Rangkuti, seorang pengamat politik.

KPK menerima teror lewat SMS. Isi pesan itu bernada ancaman agar tim KPK yang tengah melakukan suatu penyelidikan kasus korupsi Century di Surabaya, Jawa Timur tidak melanjutkan kerjanya.

SMS itu diterima Direktur Penyidikan KPK Suaedy Husein beberapa waktu lalu. Isi SMS bernada ancaman itu meminta agar du tim KPK yang dipimpin Tugino dan Dally Rustamblin agar ditarik.

Berikut petikan lengkap SMS itu: “Dik Suaidi Husin Chek angtnya apakah ada yang opsnal khusnya nama: tugino dan dally rustamblin yg skr sdh posisi jepit oleh sneper jatim. Kalau betul anak buahmu akan sy delay unt melumpuhkanya, tapi kalau anak buahmu agar sgr dihubungi unt ditarik. Dan jng diulangi unt giat liar spti ini, krn menureut undang2 lidik, sidik dan tut atas perintah pimpinan dan saat ini pimpinan sdg kosong sbb 2 org bukanlah pimpinan sec yuris. giat tsb adalah kriminal.Tolong smpkan haryono dan yasin. cc. Pk ade.”

Bila tidak, ada tim sniper di Jatim yang akan melumpuhkan du tim KPK itu. Isi SMS itu juga menjelaskan, bila penyelidikan yang dilakukan KPK melanggar UU karena kekosongan pimpinan.

Achmad Rifai mengaku mendapat terusan pesan singkat yang berisi larangan operasi di daerah Jawa Timur, seperti tertulis dalam pesan yang beredar tersebut. “Semua smsnya sudah diforward ke saya,” ujar Achmad.

SMS ancaman yang disebut-sebut masuk ke KPK tidak perlu diindahkan. Tim KPK yang sedang mengusut dugaan kasus korupsi Century diimbau tetap bekerja.

Dalam hal ini, adalah tepat jika Tim pengacara KPK akan menemui Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pukul 14.00 WIB. Mereka melaporkan adanya SMS ancaman yang diterima penyidik KPK.

Rifai menyatakan, pihaknya akan mengadukan SMS yang mengancam mengkriminalisasi tim penyidik KPK. Selain itu juga mengenai penetapan DPO Anggoro Widjojo pernah diungkapkan oleh KPK kepada Kabareskrim dan Kapolda se-Indonesia. Laporannya tentang SMS dan DPO yang pernah diserahkan oleh KPK.

Sejauh ini, KPK mengaku tidak pernah mencabut cekal Anggoro. Untuk itu, laporan dimaksudkan agar polisi menyidik mengenai kebenaran hal tersebut. Sunggh, kita berharap KPK dan Polri solid kembali dalam memberantas korupsi.

Dikirim oleh Antik Ananda Citizen Jurnalism

Bisa juga di baca di sini salam dialog

Bisa juga di baca di kompasiana.com

Ditandai: , , ,
Posted in: Hukum