Pak Beye Sumbang 200 Juta Untuk Upacara Ritual Menolak Bencana

Posted on 2 Oktober 2009

8


BANGLI – Agar terhindar dari bencana, kegiatan ritual digelar di Pulau Dewata. Presiden SBY pun ikut ‘saweran’ dana. Duit Rp 200 juta dirogoh dari kocek SBY agar kegiatan ritual tersebut berjalan lancar. “Presiden SBY memberikan sumbangan Rp 200 juta untuk kelancaran kegiatan ritual yang digelar umat Hindu setempat,” kata wakil ketua panitia kegiatan ritual I Ketut Murdjana di Desa Batur, Kintamani sekitar 60 km timur Denpasar pada hari Senin 28/10/2009.

Kegiatan ritual tersebut adalah karya Ngenteg Linggih dan Padudusan Agung di Pura Bukit Mentik, Gunung Lebah, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Kegiatan ritual berskala besar ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat Hindu Desa Batur, Kintamani yang terdiri atas 700 KK dengan menghabiskan dana sekitar Rp750 juta.

“Upacara tersebut dilaksanakan setiap 30 tahun sekali di Pura Bukit Mentik dengan rangkaian kegiatan dari awal hingga puncak acara berlangsung sebulan penuh pada 20 September-20 Oktober 2009,” tutur Murdjana. Kegiatan ritual skala besar itu bertujuan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dunia beserta isinya terhindar dari bencana, serta selalu dilimpahkan kesuburan dalam bidang pertanian.

Terkait rangkaian upacara yang berlangsung selama sebulan itu, berbagai prosesi telah dilakukan hingga pada puncaknya nanti. Salah satunya adalah mulang pakelem dengan menenggelamkan 3 ekor kerbau. Korban suci itu masing-masing untuk kawah Gunung Batur 2 ekor dan Danau Batur 1 ekor.

Demikian sebuah pemberitaan sebuah media saat proses ritual ini sedang berlangsung. Mungkin suatu kebetulan saja kalau pada tanggal 30/9/2009 malah terjadi gempa di Sumbar. Dan kebetulan pula besoknya ritual pelantikan anggota DPR baru dilakukan dengan menghabiskan dana 70 milyar. Mungkinkah ini bukan kebetulan dan punya keterkaitan ?

Merujuk pendapat para peramal di awal tahun, memang sudah memprediksikan akan terjadi hura-hara politik dan bencana alam Pada masa awal kepemimpinan pak beye tahun 2004 kebetulan pada saat itu juga terjadi bencana paling dasyat, peristiwa tsunami di Aceh yang menelan ratusan ribu korban. Pada masa awal kampanye pilpres 2009 juga terjadi bencana situ gunting, mengiringi berbagai peristiwa bencana jatuhnya pesawat TNI. Dan kebetulan pula pasca penetapan KPU pemenang pilpres malah bencana alam Gempa Tektonik datang silih berganti. Rehabilitasi pasca bencana Tasik masih dalam proses, gempa Sumbar, Jambi dan Bengkulu kembali datang mengiris rasa dukacita dan belasungkawa kita terhadap para korban.

Fenomena bencana alam memang selalu menjadi misteri, orang pun mencoba mencari penjelasan dengan menghubungkan pada fakta lain, ini tergantung paradigma atau cara pandang masing-masing. Seperti muncul asumsi bahwa pak beye tidak direstui oleh alam. Seperti asumsi lain bahwa bencana terjadi karena di negeri ini terlalu banyak pembiaran yang menyuburkan kejahatan, kemaksiatan, manipulasi dan korupsi serta kemiskinan padahal sebenarnya kita memiliki banyak kemampuan untuk memberangus semua persoalan itu.

Pada masyarakat yang sederhana dan masih kuat memegang adat leluhur terutama secara extrim masyarakat yang masih berpaham animisme dan dynanisme memang mengakui pejelasan bencana selalu dikaitkan dengan sifat perilaku buruk manusia. Malahan sampai sekarang sebagian penduduk jogja masih percaya akan ancaman kemurkaan nyai roro kidul termasuk adanya pengakuan charisma kerajaan Jogya karena keberadannya direstui oleh si nyai.

Secara empiric bencana alam termasuk jatuhnya pesawat TNI bisa dijelaskan dengan fakta-fakta logis, bisa dijelaskan penyebabnya karena alam error atau human error atau malah kedua-duanya bersinggungan. Bencana alam dijelaskan karena memang Indonesia berada di garis lintang lempengan patahan gunung berapi bawah laut, seperti alam dan tumbuhan punya musim maka alam bumi pun demikian, diberi penjelasan tambahan karena alam berjalan pada hukum keseimbangan, bencana dan kemakmuran datang silih berganti bak roda berputar menuju alam pada keseimbangan baru.

Jika kita beragama karena Tuhan itu rasional dan logis, maka wahyu yang termaktub dalam kitab juga harus kita percaya adalah rasional dan logis. Artinya Tuhan, Agama dan kitabnya adalah empirik, walaupun secara irrasional anda juga percaya. Dengan demikian agama pun punya penjelasan empirik malah dalam dalam bentuk kisah-kisah kejadian tentang peristiwa bencana alam yang dialami oleh manusia. Dan ini adalah penjelasan pertama kali yang ditemukan manusia memahami peristiwa bencana alam.

Diriwayatkan dalam kitab, umat nabi Nuh ditenggelamkan karena keingkaran dan kemaksiatannya. Firaun dan balatentaranya ditenggelamkan karena ingkar pada kebenaran dan keadilan Musa dan seterusnya berbagai kisah umat-umat manusia musnah karena peristiwa alam. Hadits Tarmidzi pernah meriwayatkan jika kemaksiatan dan zina merajalela karena pembiaran, maka ternak dan tanaman akan gagal panen. Nah, bisa dibayangkan apa yang terjadi jika kejahatan, kezdholiman dan ketidakadilan dibiarkan malah yang berwenang sendiri yang melakukan itu yang bersembunyi dibalik legalitas hukum formal.

”apakah kau mengaku beriman, padahal Aku belum mengujimu” (Quran). Asumsi ini kemudian menjadi jawab orang-orang baik yang kena bencana sedang dalam ujian Tuhan. Sedang yang jahat lagi kena teguran murka Tuhan. Namun dalam riwayat lain Tuhan juga menyampaikan kalau tidak sedikitpun menzalimi hamba-hambanya, sungguh manusialah yang berbuat aniya terhadap dirinya sendiri dan membuat kerusakan di muka bumi. Hal ini bersesuaian kalau Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum itu merubahnya sendiri. Namun Tuhan tidak menjelaskan apakah itu berubah baik atau buruk.

Anggap saja antara kemaksiatan, kejahatan, korupsi, manipulasi, kemiskinan, ketidakadilan baik dilakukan oleh oknum pemerintah maupun masyarakat atau pak beye sekalipun, tidak berhubungan dengan peristiwa bencana alam yang datang beruntun. Namun semua itu jika dilakukan terus pembiaran, maka selamanya negeri ini akan terpuruk, negara sejahtera adil makmur hanya mimpi dan slogan semata. Dan kalau anda WNI maka sepatutnya anda peduli dengan semua itu terutama diarea lingkungan pengaruh anda masing-masing dan wilayah pengaruh pak beye berada diseluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, pak beye itu bukan orang biasa tanpa uang ratusan juta rupiah dari koceknya sendiri bisa melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik ? wallahualam.

Ilahirajiun, kita patut berduka cita dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas saudara kita yang terkena musibah bencana alam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dan para korban ditinggikan derajatnya mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT. Buat yang lain semoga selalu dalam lindungan dan kasih sayang-Nya. Amin.Amin.

Bisa juga di baca di sini salam dialog

Bisa juga di baca di kompasiana.com

Posted in: Tak Berkategori