Polri Kriminalisasi KPK, Pak Beye Diam Saja Tanda Setuju

Posted on 27 September 2009

2


Seperti di beberapa tulisan saya menduga testimoni antasari berupa laporan ke Polisi bahwa koleganya menerima suap ternyata fitnah belaka, hal ini berdasarkan pengakuan antasari sendiri bahwa dia dipaksa oleh Polri untuk melakukan itu. Patut diduga tuduhan antasari melakukan pembunuhan sebab cinta segitiga sehingga menjadi tersangka juga adalah rekayasa. Sepertinya by design para koruptor melakukan aksi balas dendam melalui tangan Polri.

Kronologis aksi balas dendam ini dapat dirunut dari keberhasilan KPK menyeret kasus korupsi aulia pohan, besan pak beye. Dari kasus ini ditemukan beberapa fakta oleh KPK bahwa telah terjadi korupsi di lingkungan istana, sayang berita ini tidak sempat dipublikasikan lebih jauh oleh media massa karena keburu pemilu.

Pada saat penghitungan suara pemilu pileg 2009, KPK mengendus adanya kasus korupsi yang dilakukan oleh KPU, bisa dibayangkan jika para komisiener KPU disidik oleh KPK segala agenda Pilpres bisa menjadi kacau. Namun masalah ini juga tidak sempat diusut karena antasari ketua KPK keburu ditangkap Polisi dijadikan tersangka kasus pembunuhan. Pada saat ini pula pak beye menuding KPK sebagai lembaga superbody, jadi lengkap sudah derita KPK.

Kasus antasari dan kasus korupsi yang terjadi di KPU kemudian terlupakan, semuanya sibuk mengulas event Pilpres 2009. Sebulan setelah penetapan pemenang Pilpres oleh KPU muncul kasus baru, skandal century. Kasus ini meledak karena divokalkan oleh pak jeka dalam konfrensi pers sebagai reaksi atas tuduhan sri mulyani bahwa pak jeka mengetahui atau menyetujui bail out bank century 6, 7 trilliun.

Kasus century menjadi runyam dan menjadi titik awal kembali KPK diseret oleh Polisi setelah kasus antasari karena KPK menemukan fakta bahwa kabeskrim kombes SD menerima suap dari Budi Samporna deposan kakap bank century terkait penarikan dana budi samporna dari bank century ke luar negeri pada saat pengucuran dana bail out dilakukan. Sehingga KPK merencanakan melakukan pemanggilan terhadap Kabeskrim Kombes SD.

Seperti pengakuan Kabeskrim Kombes SD sendiri melalui media massa, beliau sangat gusar atas ulah KPK menyadap telepon selularnya, sehingga diketahui keterlibatannya dalam kasus century, beliau malah secara jelas dalam pernyataannya akan memainkan scenario balas dendam terhadap KPK. Namun menurut pengakuan pak bibit yang juga mantan Polisi ini malah kabeskrim kombes SD-lah yang melakukan penyadapan atas KPK, nah..lho ..! lalu ada niatan apa kabeskrim Kombes SD melakukan penyadapan terhadap KPK ?

Scenario balas dendam kabeskrim Kombes SD pun terjadi melalui laporan palsu antasari kepada Polisi bahwa para pimpinan KPK menerima suap atas kasus anggoro, kemarin antasari mengakui kalau laporan itu dilakukan karena tekanan Polisi. Berdasarkan laporan antasari ini Polri pun memeriksa empat orang pimpinan KPK, walaupun tidak terbukti menerima suap, Polri tetap ngotot menjadikan tersangka dua pimpinan KPK atas tuduhan penyalahgunaan wewenang.

Para pakar dan jawara hukum Indonesia sudah bersuara keras kalau tindakan polri ini adalah mengada-ngada, melakukan kriminalisasi kepada KPK, yang bilang ini tidak main-main lho, berasal dari Ketua MK mahfud MD dan Watimpres Adnan Buyung Nasution.

Kalau ICW dan LSM lain sih bisa dipahami kalau pendapatnya dicuekin sama pak beye, tapi apa gunanya MK dan watimpres di bentuk pak beye kalau pendapat mereka tidak diikuti. Artinya sikap diam pak beye ini atas tindakan Polri melakukan kriminalisasi terhadap KPK adalah tanda setuju. Wallahualam.

Bisa juga di baca di kompasiana.com

Bisa juga di baca di sini salam dialog

Ditandai: , , ,
Posted in: Hukum