Pemihakan Saya Atas Kasus Century

Posted on 11 September 2009

0


Postingan ini merupakan komentar saya di tulisan : Pak Beye Jangan Tutup Matamu dengan Skandal Century ?

Tanggapan komentar ini terasa perlu saya posting kembali sebagai bentuk kepedulian dan advokasi atas masalah ini, bukan karena faktor tertentu yang sifatnya negatif seolah pemuja terhadap seseorang sekaligus menepis anggapan seolah tidak setujua dengan hasil pemilu baru-baru ini. Kalah-menang itu soal biasa, soal nasib, usaha dan keberuntungan dan seterusnya sedemikian banyak faktor lain.

Antara setuju dan tidak setuju itu juga dalam konteks proses tesa, antitesa, dan sintesa untuk menemukan ideal dalam ” the real world’. kekalahan tidak pernah akan menjadi persoalan, jika di sisi lain secara paralel kemenangan akan membawa dunia baru, era baru menuju kemaslahatan bangsa dan negara. Kemenangan dalam perjalanannya tanpa membawa perubahan signifikan, tentu menjadi kekecewaan bagi kita semua, baik yang pro maupun kontra. semoga tidak demikian adanya. wallahulam.

ichwan kalimasada,
— 12 September 2009 jam 2:11 am

setuju mas-mas, jujur saja ini bukan masalah pemihakan terhadap seseorang apalagi jika dikatakatakan pemujaan karena luka blbi itu terasa sangat pedih menyayat keadilan pada rakyat kecil, saat ini saja sby dalam pidato kenegaraan di depan DPR telah mengalokasikan 85 trilliun dari loan bank dunia untuk program penangulangan kemiskinan di dlm pnpm mandiri,

namun di sisi lain negara harus menanggung beban bunga BLBI sebesar 60 trilliun setiap tahun selama 20 tahun yang diambil dari pajak atau rupiah murni, jika kasus century seperti mengulangi kasus BLBI sungguh sangat ironi bagi bangsa ini, kapan bisa membangun dengan baik secara berkelanjutan jika beban pada devisi negara selalu devisit dan terpaksa kembali mengandalkan utang luar negeri sebagai sumber utama.

siapapun president indonesia yang terpilih harus kita dukung dalam proses demokrasi ini, namun perilaku seperti BLBI dan kasus century tetap harus kita perangi, perilaku moral hazard memang sering terjadi di kelompok para penguasa dan pejabat karena motivasi kepentingan baik individu maupun kelompok, dalam konteks inilah kotnrol sosial dari masyarakat sangat diperlukan, apalgi ditengah ketidakberdayaan DPR dan lembaga-lembaga yang berkompteen di bidang tersebut…

salam buat semuanya. GBU

salam dialog

Ditandai:
Posted in: Tak Berkategori