Penanggungjawab Kasus Bank Century Boediono, Mana Suaramu Cak Boed ?

Posted on 4 September 2009

13


Para nasabah Bank Century mempertanyakan mantan gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono yang tidak memberikan kejelasan soal Bank Century. “Boediono mantan gubernur BI kok diem aja,” demikian ungkapan para nasabah Bank Century dalam aksi unjuk rasa yang dituangkan dalam spanduk, di kantor pusat Bank Century, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2009).

Salah satu nasabah Bank Century, Gunawan menyatakan, mereka menyuarakan kekhawatirannya mengenai dana nasabah yang hingga saat ini tidak jelas nasibnya. Begitu juga dengan pengusutan kasus pembengkakan dana talangan Bank Century (BI) menjadi Rp6,7 triliun.

Kasus Bank Century yang di kuasai oleh corporasi PT HM Sampoerna, Tommy Winata, dan keluarga Hartati Murdaya Poo, sebagaimana kita ketahui saat peristiwa ini terjadi Boediono menjabat selaku Gubernur Bank Indonesia. Suntikan dana LPS 6, 7 trilliun terjadi atas rekomendasi BI di mana Boediono sebagai pejabat nomor satu di Bank Indonesia.

Menurut sumber LPS menyatakan bahwa semua besaran dana yang disuntikkan ke Bank Century hingga Juli 2009 sebesar Rp 6,76 triliun, adalah berdasar penilaian BI. Padahal, dana suntikan yang diketahui DPR hanya Rp 1,3 triliun, dana yang disuntikkan dinilai terlalu besar dengan aset yang dimiliki Bank Century. Aset yang dimiliki Bank Century hanya mencapai Rp 2 triliun.

Dana talangan tersebut didasari kekhawatiran akan dampak lanjutan atas kegagalan Bank Century. Alasan ini juga dikemukakan oleh Sri Mulyani yang bertindak sebagai Ketua Komite Stabilisasi Sistem Keuangan (KSSK).

Dengan demikian atas kasus ini Boediono sebagai pemberi rekomendasi dan Sri Mulyani sebagai eksekutornya, yang dirugikan adalah negara bersama rakyat, sedangkan yang menikmati adalah corporasi PT HM Sampoerna, Tomy Winata, dan Hartati Murdaya Poo bersama orang dalam LPS ?

Sementara di pihak lain sesuai keterangan Mensesneg bahwa Presiden SBY tidak bertanggunjawab atas masalah ini. “Karena soal-soal seperti itu bukan domainnya Presiden kan. Karena itu KSSK� [Komite Stabilitas Sistem Keuangan] dan BI-lah yang mengontrol, mengawasi, perbankan. Jadi Presiden tidak ingin campur,” kata Hatta.

Ada apa ya, kalau sudah berurusan dengan para konglomerat, jangankan pejabat tinggi yang berwenang, presiden pun tak berdaya melakukan tindakan penyelamatan ? lalu siapakah itu Bank Indonesia, apakah karena Bank Indonesia itu ada di negeri jiran Malaysia sehingga presiden tidak turut campur ?

ataukah SBY-Boediono sendiri sudah menikmati donasi dari corporasi ini saat pemilu dan pilpres, sehinggga ewuh pakewuh dan salah tingkah sendiri menghadapinya ? tanya kenapa, ada apa lagi ?

akankah kasus ini terulang kembali seperti kasus BLBI di mana Boediono mengelak lagi dari tanggung jawabnya ?, Cak Boed sebenarnya anda itu warga negara apa ? wallahualam.

Salam dialog

Posted in: Ekonomi, Politik