Konspirasi Kezdholiman

Posted on 4 September 2009

1


Raja Darmadurjana Satria Berlaga Yehuda

Raja Darmadurjana Satria Berlaga Yehuda

“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zholim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zholim kepada diri mereka sendiri.” (QS. Yûnus : 44)

Rasulullâh shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam mengingatkan,
“Sesungguhnya Allah memberi tangguhan kepada orang yang zholim, hingga ketika Allah mengazabnya, ia tidak akan melepaskannya lagi. Kemudian beliau membaca firman-Nya “Dan begitulah azab Rabb-mu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.”.

Orang yang melakukan kejahatan dengan jelas-jelas secara pidana disebut berbuat aniaya, sedangkan yang melakukan kejahatan dengan berlindung dibalik prosedur, hukum positif, perundang-undangan, dan dibalik kekuasaan adalah disebut zdholim.

Pelaku terror bom dan antek-antek pengikutnya adalah si pembuat aniaya, sedangkan para koruptor, white collars crime dan banking crime adalah si pembuat zdolim, untuk menyebut beberapa misal.

Satu dasawarsa ini bangsa kita selalu dilanda bencana dan terakhir tahun ini bencana gempa juga datang bergelombang seperti sahut-menyahut di berbagai tempat.

Sementara sisi lain bangsa ini juga tidak mengalami kemajuan berarti, korupsi merajalela, kemiskinan tidak pernah berkurang, harga-harga semakin mahal, pengangguran bertambah, pendidikan malahan semakin tak terjangkau dan seterusnya,. ada apa ?

Dikisahkan dalam beberapa kitab sebuah bangsa lumat dan hilang karena kezdhaliman sang penguasa, hilang musnah diterpa bencana alam.

Bangsa ini telah berbuat zdolim pada dirinya sendiri ?
Kezdholiman pertama terjadi di masa Orba, dalam masa dua dasawarsa pemerintah orba telah memelihara para koglomerat, sementara di sisi lain kemiskinan juga semakin subur, yang kaya semakin kaya dan yang si miskin semakin miskin. Pejabat dan penguasa semakin digdaya, sementara si marginal semakin terpinggirkan, 40 juta rakyat bergeliman dalam nestapa kemiskinan sementara di sisi lain 30 juta orang hidup dalam kemewahan, hidup mewah dalam warna kezdholiman. Saat ini Bank Dunia mensinyalir 50 % penduduk bangsa ini hidup dalam kemiskinan.

Cerita berlanjut selama 20 tahun Orba berkuasa, 12 tahun kemudian bangkit kezdholiman gurita bisnis dan kekuasaan keluarga cendana, lewat tangan kekuasaan memeras para konglomerat yang telah dipelihara selama 20 tahun itu. Akhirnya berawal tahun 1997 terjadi eksodus dana para konglomerat meninggalkan negeri ini ke luar negeri, untuk menyelamatkan bisnis dan dunia perbankan Orba pun mengucurkan dana 600 trilliun, hingga kini bahkan 20 tahun mendatang rakyat harus membayar bunga dan pokok sebesar Rp 60 trilliun melalui APBN. Sementara yang untung siapa, kalau bukan para obligor BLBI yang sudah memarkir dananya di luar negeri.

Kezdholiman kedua pun terjadi di masa reformasi pasca kejatuhan Orba tahun 1998, silih berganti presiden datang berkuasa; Habibie, Gus Dur, Mega dan SBY semua tak berdaya dengan kejahatan white collars crime ini padahal para pelaku kebijakan konspirasi ini masih berada di seputar kekuasaan mereka. Konspirasi ini semakin akut karena para pelaku konglomerat BLBI malah menjadi donasi para politisi.

Bencana lumpur Lapindo tidak tuntas, bosnya pak ical menjadi donasi SBY-Boediono, kasus lapindo pun mendapat SP3. Muncul corporasi PT HM Sampoerna, Murdaya Poo, Tomy Winata menjadi donasi pemilu dan Pilpres SBY-Boediono, dibalik layar pun terjadi kasus Bank Century dengan kucuran dana 6, 76 trilliun untuk menyebut beberapa contoh.

Kata pemerintah semua perlu suntikan dana agar tidak mengganggu moneter keuangan secara sistemik, padahal yang dibantu adalah bank-bank yang sudah dirampok oleh majikannya sendiri. lalu di mana kekuatan bank-bank milik pemerintah yang selama ini di bangun, jika kebangkrutan bank-bank swasta itu dapat mengancam perekonomian kita.

Itulah kezdholiman perbuatan jahat yang berlindung dibalik UU dan kekuasaan, Obligor BLBI dan Bank Century menjadi bak Robin Hood bagi sang pejabat, politisi dan penguasa.

Jadi sebenarnya pejabat dan penguasa mana yang berpihak pada pemberantasan korupsi, penanggunlangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan di mana bentuk nyata iklan kampanye sekolah gratis itu ? siapa yang bertanggungjawab dengan janji itu ?

Konspirasi kezdholiman para orang kaya, pejabat dan penguasa, maka tunggulah azab pedih, angkara murka, bencana demi bencana akan meluluhlantakkan negeri ini karena Tuhan itu tidak tidur, mahatahu, maha kuasa dan maha adil. Misteri tangan Tuhan bekerja pada sunnatullah atau orang berilmu menyebutnya hukum alam.

Bencana datang seolah-olah orang tak berdosa juga menjadi korban, padahal mana mungkin kezdholiman terjadi begitu saja, semoga secara tidak langsung kita juga secara tidak sadar sebenanrnya telah bersekongkol dengan pejabat dan penguasa, sehingga kezdoliman terhampat di depan mata ? wallahualam.

Salam dialog

Posted in: Ekonomi, Politik, sejarah