Malingsyial; Tunggu Apalagi ! Boikot Dan Putus Hubungan Sudah !?

Posted on 1 September 2009

0


Belum reda trauma terror bom yang dilakukan warga negara Malaysia, belum sembuh luka klaim Tari Pendek yang tercuri, serta belum reda emosi ini mendengar lagu kebangsaan kita di hina dan dicaci maki.

Malaysia kembali membuat ulah. Setelah mengklaim berbagai seni dan budaya Indonesia, negeri jiran itu kini mengklaim gugusan Pulau Jemur di Provinsi Riau sebagian kawasan wisata mereka. Pemprov Riau pun meradang dan berniat mengklarifikasi hal ini ke Konjen Malaysia di Pekanbaru. “Kita sudah mendengar soal Pulau Jemur diklaim sebagai tujuan wisata negara Slangor, Malaysia. Karena itu kita akan segera meminta klarifikasi dari Konsulat Malaysia di Pekanbaru. Kalau memang benar pengklaiman pulau itu atas nama negara Malaysia, tentu akan kita tanya apa dasarnya,” kata Gubernur Riau, Rusli Zainal.

Rada-radanya kasus sipadan-ligitan kan terulang kembali ?

jika kita kembali lagi ke masa silam saat Islam mulai masuk ke pelosok dan pesisir nusantara, beberapa bangsawan yang tidak eksis di wilayah seperti Sulawesi yang dikuasai oleh Kerajaan Goa Bugis-Makassar, dalam epos lagaligo para bangsawan Kerajaan Luwu melakukan perantaun di tanah Malaysia. Para Melayu yang tidak eksis di daerah Minang dengan adanya kerajaan Sumbar, juga merantau ke Malaysia, dan runtuhnya kerajaan Majapahit membuat beberapa raja merantau ke tanah Bali bagi yang beragam Siwa, Hindu-Budha, sedangkan etnis Jawa yang sudah memeluk Islam yang berada di pesisir pantura mereka juga merantau ke Malaysia.

Sialnya bagi Malaysia bahwa beberapa etnis yang merantau itu dan beranak pinak di sana tentu tidak membawa ritual budaya di mana mereka berasal karena budaya itu secara etis dan moral adalah milik para kerajaan di mana mereka berasal.

Artinya apa makna dari lakon sejarah ketika eksodus etnis ini terjadi ke wilayah Malasyia sekitar abad 17, Malaysia kontemporer saat ini ketika mereka kembali akan mengukuhkan jati diri akar budayanya sebagai lambang supremasi promosi pariwisata, mereka menemukan berasal dari leluhur para pelarian yang kecewa dan tergusur di tanah nusantara pada masa itu. Tentu secara mistik ini adalah luka lama dan dendam sejarah yang perlu diraih kembali demi keagungan leluhur mereka, secara psikologis dan kosmologi Malaysia memang punya potensi The Nation Terror For Indonesia dalam lakon sejarah Kerajaan Malaysia ?
Selengkapnya : Malaysia Of The Nation Terror For Indonesia

Berdasarkan asal-usul leluhur malaysia dan tipologi watak mereka memang berasal dari melayu pesisir, komunal pesisir terkenal dengan watak temperamental, bukankah cerita rakyat melayu “maling kundang” berasal dari negeri melayu pesisir, jadi selama mereka masih bisa berkilah dan bersilat lidah mereka kan selalu berkelit dan mencari segala cara agar keinginan mereka terpenuhi. Jika metapora rumpun melayu itu di samakan dengan rumpun arab, maka di rumpun arab ada yahudi si pembuat onar, demikian pula ada melayu malaysia si pembuat onar di tanah melayu. Israel dan Malaysia mempunyai nafsu dan motivasi yang relatif sama, menjadi penguasa di klannya masing-masing.

Menghadapi karakter komunal pesisir tidaklah bisa dengan cara lemah lembut dan kemayu yang dibungkus dengan kemasan diplomasi politik, caranya ? taklukkan temperamental peisisir itu dengan cara-cara yang lebih kesatria. Jadi tunggu apalagi, selagi mereka menjadi Malingsyial ini adalah momentum boikot dan putus hubungan sudah !? wallahualam.

Salam dialog

Posted in: Budaya, Politik, sejarah