Indonesia Kena Teror Di Mana-Mana,”Indonesial Terrorist Nation”

Posted on 29 Agustus 2009

3


Keputusan MK menolak gugatan Pilpres 2009 ternyata mampu meredam dan mengakhiri polemik di seputar kecurangan pemilu, masalah DPT dan seterusnya. Tapi teror bom bunuh diri yang diaktori Ibrahim yang mengejutkan itu termasuk tayangan live penyergapan Densus 88 di Temanggung ternyata mampu mengalihkan issu pilpres, perhatian issu beralih ke pengejaran dan polemik apakah Nurdin M Top atau bukan, ternyata yang muncul sjaifuddin M Top, para netter terutama blogger kompasiana juga terbawa arus issu ini, semuanya bicara bom.

Belum reda issu teror Nurdin M Top yang warga negara Malaysia ini, kita pun kembali di teror iklan Discovery channel ‘enigmatic malaysia’ iklan yang menayangkan tari pendek dan wayang jawa sebagai bagian budaya promosi negeri jiran Malaysia. Semuanya pun tersedot bicara enigma/misteri ini.

Belum juga selesai maslah ini, muncul lagi teror baru lagu kebangsaan “Indonesia Raya” diplesetkan menghina Indonesia di situs Topix forum Malasyia. Malahan saya menemukan situs bahwa sejak Saturday, January 26, 2008 sudah muncul beberapa situs yang memojokkan alias meneror posisi Indonesia dengan judul DONT VISIT INDONESIAL 2008.

Tanpa bermaksud menjadi penyambung propoganda situs ini, saya akan menayangkan isi tiga tulisan di situs itu dengan tujuan sebagai bahan pelajaran atau intropeksi buat perbaikan kita ke depan, karena beberapa isi tudingan itu mungkin juga ada yang benar. Malah terkesan tudingan itu sifatnya remeh temeh tapi tidak mengada-ngada, mari coba kita simak :

NEGARA APAKAH KAMI SEBENARNYA
kami berterus terang, kami bukanlah rakyat Malaysia, kami adalah rakyat Singapura. Persoalan mengapa kami anti Indonesia adalah kerana:
1.Bangsa Indonesia sering datang ke Singapura secara Haram
2. Amah 2 Indonesia berkelakukan buruk
3. Negara Indon kami samakan dengan negara ‘TERRORIST’ kerana negara ini banyak pembunuhan yang berlaku secara kejam.
4. Kami juga selaku bangsa melayu, tidak tahan dengan penghinaan bangsa lain yang menyamakan kami berketrunuan Indon!
5. Kami tidak suka dengan kerajaan Indonesia yang tidak pandai berbhasa Ingeris.
6. Kami tidak suka Media Indonesia yang sering memburuk2kan negara Asean lain.
7. Kami lebih menyokong Malaysia daripada Indonesia kerana, Malaysia lebih maju dan lebih terbuka dari Indonesia.

P = pada point ke tiga, tuduhan ini mungkin muncul karena banyaknya kasus pelanggaran HAM di Indonesia.

bukti kebodohan INDONesial

bukti kebodohan Indonesial

bukti kebodohan Indonesial

aduii.. kesiannya aku kat warga-warga indon.. miskin ilmu.. kenapa diorang buat macamni? inilah yang dikatakan INDONesial terlampau bodoh darisegi ilmu pengetahuan. hahaha.. kebodohan mereka terserlah. apakena mengena Menara Berkembar Petronas dengan candi prambanan buruk INDONesial itu? megah sangatkah candi buruk tersebut yang bertapak di INDONesial? apa yang INDONesial banggakan dengan candi prambanan tersebut? mari kita lihat:

P = Mungkin selama ini kita terlalu bangga pada masa lalu, sehingga kita menjadi bangsa yang manja kurang kerja keras dari segi pengembangan ilmu, malahan saat ini masuk PT sudah sangat mahal biayanya.

INDONesial sangat bangga akan banggunan buruk itu. ia merupakan harta simpanan UNESCO. kerana itu sahaha? ternyata banggunan buruk tersebut tidak dijaga oleh kerajaan mundur INDONesial yang mundur lagi mundur. jajahan banyak tetapi tidak terurus. Mereka tidak boleh melawan kemahsyuran Menara Berkembar Petronas MALAYSIA yang terkenal diseluruh pelusuk dunia. Candi prambanan? siapa tahu? insan-insan bodoh INDONesial saja yang banggakan bangunan buruk tesebut. Lihat Menara Berkembar Petronas pula..

P = Untuk tudingan ini kita perlu mengakui bahwa kita kurang serius menjaga dan melestarikan hasil peninggalan sejarah termasuk kekayaan pernik-pernik budaya kita, kita bangga dengan masa lalu itu tapi tidak peduli, sehingga muncullah tari pendek dan budaya lain malah diklaim oleh Malaysia.

C Documents and Settings R Desktop New Folder - ind
Dont visit INDONesial 2008.. INDONesial truly terrorist nation. jika anda merancang untuk bercuti ke INDONesial, bermakna anda bakal menempah maut disana. INDONesial, negara mundur,busuk dan tidak mempunyai taraf antarabangsa, antara negara no 1 di asia tenggara mempunyai pengganas yang paling banyak. Ia juga diketahui juga sebagai negara yang tidak mengamalkan demokrasi dan berlakunya banyak pembunuhan secara berleluasa.

P = Tudingan pada tulisan ketiga ini nampaknya muncul sebagai akibat adanya persaingan di sektor pariwisata antara malaysia, singapura, dan indonesia. Dengan ikon wisata Bali, Lombok dan beberapa wisata primadona indonesia apabila dikelola dengan pelayanan dan cara promosi yang terorganisir, berkelanjutan dan sistimatis, negara kita akan mampu meluluhlantakkan wisata di negri jiran itu dan menjadi wisata primadona di Asia Tenggara. Saat ini saja Singapura dan Malaysia menang dari kuantitas jumlah kunjungan wisman ke negaranya, tapi Indonesia masih menang secara kualitas karena wisman lebih banyak menghabiskan waktu dan perjalanannya di indonesia karena banyaknya objek wisata yang kita miliki, menghabiskan banyak waktu berarti menghabiskan banyak uang di Indonesia.

Nah, kembali kepada kita semua, mengambil positif semua kejadian di atas adalah lebih baik sebagai energy baru untuk bangkit, daripada kita mengambil jalan konfrontasi yang bisa-bisa hanya menghabiskan waktu dan energy, masalah bangsa malah semakin akut karena terlupakan.

Kompas cetak Sabtu, 29 Agustus 2009 | 03:10 WIB di kolom politik ekonomi Oleh Budiarto Shambazy menulis :

Jangan terpancing isu-isu flag-waving nationalism seperti kampanye ganyang Malaysia atau protes ”penjualan” pulau-pulau. Isu-isu panas yang sesekali muncul ini justru mengalihkan perhatian kita dari berbagai masalah yang lebih penting. Salah satunya kemandirian/kedaulatan bangsa yang makin terkikis karena kekeliruan berbagai kebijakan politik-ekonomi Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) 2004-2009.

Cobalah cari jawaban pertanyaan apakah duet SBY-JK telah berhasil memenuhi janji-janji kampanye? Tentu tak mudah menjawabnya. Pertanyaan ini makin penting karena pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014 akan diisi orang-orang yang sebagian besar masih sama—minus JK. Pertanyaannya, apa yang akan dikerjakan pemerintahan baru agar kita bisa merebut kembali kemandirian/kedaulatan bangsa?
Selengkapnya baca di sini

Mumpung bulan ramadhan mari kita lebih jernih, lebih positif, lebih kreatif menghadapi berbagai masalah ini, kenapa banyak bangsa yang emoh dan ngeh dengan Indonesia karena kita adalah “Indonesia Raya”, bangsa yang besar dan kaya raya, Americananya Asia Tenggara tanpa perlu mengamerika. Tanah Pusako Indonesia Raya nan jaya bisa tercapai kalau kita yakin dan percaya bahwa kemandirian bangsa adalah solusi NKRI tanpa perlu konfrontasi dengan Malaysia. Wallahualam.

Salam dialog

Posted in: Budaya