Gempa-Gempa, Mungkinkah Tuhan Mulai Bosan Bersahabat Dengan Kita ?

Posted on 29 Agustus 2009

0


Menjelang Ramadhan dan saat ramadhan kembali gempa melanda negeri ini, terjadi susul menyusul nyaris hampir semua wilayah kepulauan seperti mendapat giliran atau jatah kena gempa, mulai dari Pulau Maluku, Sulawesi, Jawa, dan sumatera. Walaupun tidak sedasyat dengan gempa-gempa sebelumnya yang menimbulkan tsunami, korban gempa terjadi di Kota padang dan Jogyakarta, tentu membuat kita prihatin karena mungkin akan terjadi lagi gempa susulan, hati kita mungkin bertanya, “ada apa dengan cinta ?”, pertanda apakah ini bagi negeri dan bangsa ini yang tiada henti dan lelahnya di dera musibah ?

Beberapa hasil penelusuran berita, maka beberapa peristiwa gempa tersebut yang terjadi beberapa hari sebelumnya saya kompilasi di bawah ini :

1. Gempa 4,2 SR yang menggoyang Yogyakarta cukup dirasakan oleh warga. Sebagian dari mereka pun berhamburan lari keluar rumah. “Lumayan kerasa getarannya. Atap dan kaca sampai bergetar,” kata Uyung yang tinggal di kawasan Baciro, Yogyakarta, kepada detikcom, Rabu (19/8/2009). Gempa tersebut terjadi pukul 09.04 WIB. Meski hanya terasa sekitar 3 detik, namun cukup membuat panik. “Saya sampai lari keluar,” kata Uyung.

2. Gempa kembali menghampiri Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (19/8/2009). Gempa ini tak terlalu besar. Menurut Fadli Yusuf, petugas Pusat Gempa Nasional BMKG, pada detikcom, gempa pertama terjadi pukul 09.55 WIB dengan pusat di 1.49 LS dan 99.33 BT. Kedalaman pusat gempa 15 km dan terjadi di laut. Lokasi pusat ini ada di 56 km tenggara Siberut, Mentawai. Gempa dirasakan di Sibolga, Solok, Bukit Tinggi, Sipora dan Padang pada skala 2-3 MMI. Gempa berikutnya terjadi pukul 10.48 WIB di daratan pada koordinat 1.18 LS, 100.55 BT . Gempa berkekuatan 4,1 SR sedalam 11 km.

3. Gempa berkekuatan 5,5 SR mengoyang Provinsi Sumatera Barat. Namun gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Badan Metereologi dan Geofisika melaporkan, gempa tersebut terjadi tepat pada pukul 00.38 WIB, Senin (24/8/2009). Titik lokasi gempa berada pada 1.66 LS – 99.33 BT dengan kedalaman 23 Km. Pusat gempa berada pada 63 km Tenggara Siberut Mentawai, 70 km Barat Laut Sipura Mentawai, 138 km Barat Daya Padang, 141 km Barat Laut Pagai Utara Mentawai, dan 142 km Barat Daya Painan.

4. Gempa kembali melanda wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (28/8/2009) pagi ini. Gempa berkekuatan 5,0 scala richter ini menggoyang perairan Siberut Mentawai, Sumatera Barat. Menurut informasi yang diperoleh dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa terjadi pada koordinat 1.43 LS – 99.46 BT. Pusat gempa terjadi pada kedalaman 10 Km di bawah laut namun tidak menimbulkan tsunami. Sebelumnya, gempa berkekuatan 5,3 scala richter juga melanda wilayah Sibolga, Sumatera Utara pada Kamis 27 Agustus sore.

5. Gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) terjadi pada pukul 08.51 WIB, Jumat (28/8/2009). Pusat gempa sangat dalam, mencapai 670 km. Gempa ini tak berpotensi tsunami. Menurut situs BMKG, gempa ini berpusat di 234 km tenggara Baubau (Sulawesi Tenggara), 264 km timur laut Ende (NTT), 266 km barat laut Dili (Timor Leste), 311 km barat laut Kupang (NTT) dan 363 km timur laut Ruteng (NTT).

6. Gempa bumi berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR) mengguncang kota Banda Aceh, NAD. Meski cukup besar, namun gempa ini tidak berpotensi tsunami. Seperti dilansir situs Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Jumat (28/8/2009), pusat gempa berada di 62 km Barat daya Banda Aceh. Sementara kedalaman titik gempa berada di 22 Km. Gempa tersebut terjadi pada pukul 23.45 WIB. Belum ada laporan kerusakan atau korban dalam kejadian ini.

7. Gempa sekali lagi menggoncang wilayah Indonesia. Kali ini gempa terasa di kawasan Tanah Bala, Sumatera Utara. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa tersebut berkekuatan 5,3 Skala Richter. Gempa terjadi pada pukul 11.13 WIB, Sabtu (29/8/2009), dan berpusat di laut. Pusat gempa 81 KM barat Daya Tanah Bala, Sumut. 108 KM BaratDaya Tanah Masa-Sumut , 112 KM Barat Laut Siberutmentawai-Sumbar , 237 KM Barat Laut Sipuramentawai-Sumbar , 249 KM Barat Daya Pariaman-Sumbar. Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami. Belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa atau materi dalam kejadian ini.

8. Gempa untuk kesekian kalinya mengguncang wilayah Indonesia. Kali ini, gempa berkekuatan 5.1 Skala Richter menggoyang perairan Maluku di kedalaman 194 Kilometer. Data ini diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu (29/8/2009). Setelah sebelumnya gempa terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) pukul 22.41 WIB, gempa di perairan Maluku ini tercatat pada pukul 23.39 WIB, pada titik 6.92 LS (Lintang Selatan) – 129.07 BT (Bujur Timur). Gempa ini juga tidak berpotensi menjadi tsunami.

Jawabnya, “sejumlah gempa itu terjadi dan akan terjadi lagi karena ulah tangan-tangan manusia juga,” ujar Poltak teman saya ketika kami berdiskusi masalah ini. Poltak bak ahli meteorologi menjelaskan bahwa gempa tersebut karena ulah manusia sehingga terjadi efek pemanasan global, lapisan ozon menjadi bocor, sehingga panas matahari membuat es beku di kutub utara benua antartika semakin mencair, permukaan air laut semakin tinggi mengakibatkan adanya tekanan di pergerakan lempengan bumi yang berada di dasar lautan, bumi lalu membutuhkan keseimbangan baru atas tekanan ini, akhirnya terjadilah gempa di mana-mana.

“Lalu kenapa terjadi di Indonesia ?”,

Poltak pun menyanyikan lagu Ebiet G. Ade, “Mungkin Tuhan mulai bosan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang, oho…ooo…oho..ooooo, oh..ooo, ohoooooo…! dasar Poltak ujar saya tersenyum menggerutu ? wallahualam.

Salam dialog

Posted in: Peristiwa