Malaysia; Maksiat No ! Uang Hasil Maksiat, Yess !!!

Posted on 27 Agustus 2009

5


Genting Island adalah pusat perjudian resmi terbesar di Asia Tenggara saat ini. Yang boleh masuk ke Kasino ini hanya orang-orang yang dianggap sudah cukup dewasa dengan umur minimal 21 tahun dan bukan warga negara Malaysia yang beragama Islam. Malaysia adalah Negara Islam, jadi pemerintah benar-benar memberikan aturan yang tegas bagi warga negaranya yang beragama Islam untuk tidak masuk ke Kasino walaupun sekedar untuk melihat-lihat.

Sudah menjadi rahasia umum negeri yang disebut negara religius tersebut mengeruk uang dari Genting Highland, dimana menjadi pusat judi di Malaysia yang beroperasi 24 jam. Ironisnya Malaysia yang mengaku diri sebagai negara Islam, memang betul melarang warga negaranya yang beragama Islam bermain judi, ketahuan minum Bir saja bisa kena hukuman cambuk (rajam), namun pada sisi lain pemerintah Malaysia melegalkan pusat judi dan pelacuran di Genting Island, artinya menghalalkan bisnis ini sebagai sumber devisa. Maksiat No ! Uang Hasil Maksiat, Yess !!!.

Sepengetahuan saya yang awam, bahwa perbuatan judi itu hukumnya haram dalam Islam, selain pelaku judi dilarang termasuk yang memfasilitasi seperti yang menyediakan tempat, pelayan makan minum, penonton, sampai yang mengetahui tetapi membiarkan saja, semuanya kena dosa dan bertanggungjawab terhadap lokalisasi perbuatan maksiat ini.

Di Indonesia sendiri perjudian dilarang keras, bahkan sejak Kapolri Jenderal Pol Sutanto memberantas segala bentuk perjudian menjadikan para bandar dan penjudi besar di Indonesia mengalihkan dananya ke Genting Island dalam mengeruk keuntungan.

Menurut Fererick, warga Jakarta yang hampir setiap bulanya berkunjung ke Genting Highland mengatakan, judi di tempat tersebut legal dan diatur oleh pemerintah Malaysia, bahkan kehidupan seperti pelacuran juga ada dan menjamur. “Sudah menjadi rahasia umum banyak WNI yang menghabiskan dana ratusan juta hanya untuk berjudi disana,” katanya, Kehidupan di Genting Highland seperti di Las Vegas, ” disana bebas, bahkan layaknya di Las Vegas,” tegasnya secara singkat. Setiap penjudi jika bermain harus mengenakan baju batik, motif batiknya Indonesia tapi buatan Malaysia.

Kalau Nurdin M Top benci AS dan menginginkan negara Islam tegak, kenapa tidak mengebom saja Genting Island dan pemerintah diraja Malaysia jadi target Bom yang jelas-jelas melegalkan maksiat.

Jadi negeri jiran ini sama hukum Tuhan saja berani berulah, apatah lagi kalau cuma hukum Indonesia, mungkin pemerintah Malaysia merasa tidak berdosa atas klaim budaya bangsa ini seperti tari pendek, wayang, batik dan seterusnya, toh menurut pengakuan mereka iklan enigmatic malaysia itu dibuat dan disiarkan oleh Discovery Channel, mereka tidak tahu menahu hal itu, edan, Malaysia Enigma (baca=aneh).

Perlakukan ganda hukum judi ini juga hampir serupa dengan perlakuan para TKI illegal yang dikejar-kejar kemudian ditangkapi, namun pemerintah Malaysia tidak pernah memberi sanksi tegas kepada para majikan TKI ilegal tersebut. Antara tahun 1998-1999 adalah puncak-puncaknya pasir dan kayu ilegal Indonesia yang umumnya hasil pembalakan liar di Pulau Sumatera mengalir deras ke Malaysia via laut, para pelakunya ditangkapi tetapi barang selundupan tetap di kawal polisi Malaysia sampai tujuan dan dipergunakan di negeri jiran itu. Orangnya ditangkapi tetapi barangnya tetap diambil.

Apakah memang selama ini orang dan pemerintah Malaysia menganggap bahwa orang Indonesia ini adalah saudara serumpun mereka yang pendosa, jadi halal saja hartanya di jarah sebagai ganimah (pampasan perang) ?

Wellcome Enigmatic Malaysia, anda lebih dari sekedar bangsa, misterius dan aneh ? wallahualam.

Posted in: Budaya