Merdeka !? “Kita Gagal Menjadi Merdeka 64 Tahun”

Posted on 16 Agustus 2009

2


di laman FB saya menulis seperti ini : @Ichwan Kalimasada; 64 tahun kita selalu riang gembira memperingati dengan acara agustusan, sebenarnya apakah memang kita itu indonesia sudah merdeka ?

kemudian ditanggapi oleh beberapa teman sebagai berikut :

@Iqbal Huseini; secara aklamasi iya,,,tp sbnrnya tidak,,,kita negara merdeka, tp rakyatnya yg blm merdeka

@Tatang Sungkawa; Kita merayakan HUT RI sebenarnya kita bener2 ingin merdeka

@Abdul Ghony Rohimin; Q merasakan hidup enak baru 23 Tahun.klo q liat slama 6 thun pd usia 18 th.negara qt ms blm merdeka qt ms di jajah org Luar baik dr segi Politik,Ekonomi maupun Psikis qt.

@Iffahsweet MusdalifahIndonesia dibilang merdekaa blm, dibilang blm tp dah merdeka.. !#/?% (bingung)

@Sabrul JamielKta baru trbebaskn dri pnjajahan dan kolonialism. Tpi msih blum bebas dri kmiskinan moral dan trjebak prangkap hedonis mtrialistic. Kta aj jdi negara testing pruduct ngara industry. Gmana bsa bilang dah merdeka 100%

@M Amin Ferdian Muchtar; belum secara hakiki…..karna saat ini kita nyatanya masih dijajah secara ekonomi dll…….

@Housni Mubaraq Cuni; Belum, be2rapa dari kita n negara lain merampok negara kita

asli tanggapan di atas bisa diklik <a href="http://www.facebook.com/pages/Indonesia/Ichwan-Kalimasad/128189290350“>disini :

kita memang sudah memproklamirkan diri menjadi negara merdeka di 17 agustus 1945, namun hingga hari ini selama 64 tahun kita gagal menjadi merdeka ?

mengapa, karena kita sendiri tidak mengamalkan UUD 1945 sebagai landasan utama menjadi negara merdeka, malah kita khianati komitment itu :

Pasal 27
(1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Hukum hanya menjadi milik orang yang berduit dan berpengaruh, selain itu yang berlaku hukum bar-bar. sampai tahun ini sesuai data BPS ada 37 juta penduduk hidup dalam kemiskinan, tidak memiliki pekerjaan dan penghidupan yang layak, umumnya kalau ingin dapat pekerjaan harus punya kroni apatah lagi jadi PNS, malahan untuk lolos masuk TNI dan Polri harus menyediakan sejumlah uang.

Pasal 31
(1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.
(2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang.

lembaga-lembaga pendidikan baik swasta dan negeri terutama di perguruan tinggi malah menjadi ladang bisnis dan komersial, UU tentang pendidikan malah makin menyulitkan rakyat memperoleh hak pengajaran itu. jika setiap warga negara UUD memberi jaminan hak mendapat pengajaran, maka seharusnya pendidikan itu gratis minimal murah dan dapat dijangkau juga oleh orang miskin, jika dikatakan berhak mendapat pengajaran seharusnya negara juga memberi sanksi jika ada warga negara yang tidak sekolah atau menyelesaikan studinya karena alasan tertentu.

Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

sumber daya alam kita lebih banyak dikuasai oleh pihak negara lain termasuk BUMN, BUMN tidak efisien dijual saja kepada pihak luar, lalu apa peran pemerintah di dalam menyehatkan BUMN, apakah karena gamang memberantas korupsi, jadi jual saja ? minyak bumi itu sudah dikuasai asing padahal menguasai hayat hidup orang banyak. Di mana keuntungan PT Freport penguasa tambang emas di indonesia untuk dipergunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat ? dan seterusnya.

Pasal 34
Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

yang ada fakir miskin dijadikan projek menguras keuangan negara, pake utang lagi, dan anak-anak terlantar dibiarkan oleh negara.

ada lagi yang ingin menambahkan, silahkan ?
cukup UUD 1945 ini saja saya jadikan ukuran, kalau kita gagal menjadi merdeka 64 tahun.

kita masih butuh menyingsingkan lengan baju, maju “berperang” tanpa takut berkorban nyawa walau hanya bermodal “bambu runcing”

agar dirgahayu Indonesia betul-betul pekikan “merdekaaaaaaaaaaaaaaaaa…..!!!!”

Salam Cinta Indonesia Merdeka.

Posted in: Politik