Menikmati Liburan Akhir Pekan Menjelang Bulan Ramadhan

Posted on 16 Agustus 2009

1


Satu ramadhan tahun ini diperkirakan jatuh di kisaran tanggal 21-23/08/09 sehingga minggu ini Sabtu Minggu tanggal 15-16/08 adalah libur akhir pekan terakhir menjelang atau memasuki bulan puasa ramadhan, seperti sudah menjadi tradisi libur akhir pekan bagi umat Islam akan diisi dengan liburan ke objek-objek wisata bersama keluarga, teman kantor, teman sekampus dan seterusnya.

Setelah berembug dengan beberapa teman kantor, kami pun sepakat mengisi libur akhir pekan dengan mengunjungi objek wisata Danau Toba. Liburan menginap semalam di danau toba akan dilengkapi acara bakar ikan dan pesta buah durian karena lagi musim; kepiting rajungan 12 kilo, ikan bawal, nila, bandeng, kembung sebanyak 23 kilo dan segala perlengkapannya di boyong dari Kota Medan , sedangkan buah durian sudah dipesan dilokasi sebanyak 50 buah, sabtu pagi jam 6.00 wib dengan mengendarai 2 buah mobil berpenumpang sembilan orang kemudian melaju tempat tujuan.

Biasanya, wisman (wisatawan mancanegara) maupun wisnu (wisatawan nusantara) yang mengunjungi Danau Toba selalu melalui jalur biasa, yaitu dari Kota Medan-Tebing Tinggi-Pematang Siantar dan berakhir di kota yang terletak di tepian Danau Toba, yaitu Parapat. Mengingat jalur ini dan parapat udah sering kami kunjungi, maka kali ini mengunjungi sisi lain Danau Toba yang terletak di Desa Silalahi Kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Dairi.

Melakukan perjalanan ini dari Kota Medan akan melalui daerah wisata Brastagi, Perjalanan 68 km dari Medan ke Berastagi (1.300 m di atas permukaan laut) memakan waktu satu setengah jam, kurang lebih sama seperti Jakarta-Puncak. Selama perjalanan Medan-Berastagi anda akan disuguhi pemandangan yang mengasikkan, Jalan yang berkelok-kelok layaknya rute kawasan puncak di Jawa Barat.

Sebelum tiba di Berastagi,akan melewati Desa Sibolangit, di pinggir kiri-kanan jalan banyak yang menjual buah-buahan dari hasil pepohonan yang memang ditanam oleh masyarakat setempat.

Dari Sibolangit menuju Berastagi, hawa sejuk mulai merayapi kulit anda. Apalagi ketika sampai di Berastagi. Berastagi adalah pusat penjualan buah-buahan khas Sumatera Utara. Mulai dari markisa (ada tiga jenis markisa yang dijual di sini, ungu, hijau dan kuning), terong belanda (buah khas Sumatra Utara, berwarna merah keunguan biasanya digunakan untuk jus), jeruk dan beragam sayuran.

Di puncak Brastagi kami beristirahat di warung jagung bakar disisi kiri jalan yang sedikit menjorok ke tepi jurang, di atas warung ini sambil menikmati jagung bakar dan rebus di bawah jurang sudah menunggu sekawanan monyet-monyet yang menunggu lemparan jagung dari pengunjung, ada keasikan tersendiri berbagi jagung dengan mahluk ini karena persaingan berebut jagung beberapa monyet memanjati warung ke atas mendekati pengunjung.

IMG_0619IMG_0627

Setelah Berastagi, kita akan melewati kebun dan ladang. Sayuran yang dijual di kota Medan, kebanyakan berasal dari kota ini yaitu Kabanjahe. Kota ini terkenal menjadi perlintasan para turis dan memang kotanya agak lebih besar dibanding Berastasi. Ibukota Kabupaten Karo ini berpenduduk 286.300 jiwa dengan luas wilayah 2.217 km?

Berastagi dan Kabanjahe yang terletak berdekatan semakin populer sebagai kawasan transit bagi turis asing yang ingin melakukan trekking di taman hutan lindung, mendaki Gunung Sibayak (2.172 m dpl) dan atau Gunung Sinabung (2.417 m dpl), meninjau perkampungan tradisional Batak Karo (Ligga, Barusjahe, Dokan, dll), sumber air panas, danau kecil Kawar, dan seterusnya, sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalan pegunungan yang berkelok-kelok menuju Danau Toba sekitar 2 jam dari persimpangan Merek menuju Danau Toba Silalahi, Medan menuju Danau Toba Desa Silalahi berjarak 128 km.

Keindahan Toba bukan saja menarik dilihat dari dekat. Namun, perjalanan yang ditempuh dengan jalan darat banyak menyajikan pemandangan dan objek plesir yang cukup mengasyikkan, danau seluas 6,60 kilometer persegi itu dikelilingi dinding-dinding bukit yang menjulang tinggi hingga 480 meter di atas permukaan laut. Tampak indah dilihat dari atas.

Diselimuti Kabut Danu Toba tampak dari Puncak Desa Silalahi

Diselimuti Kabut Danu Toba tampak dari Puncak Desa Silalahi

Danau Toba Desa Silalahi

Danau Toba Desa Silalahi

Tambak Ikan Mas di Danau Toba Desa Silalahi

Tambak Ikan Mas di Danau Toba Desa Silalahi

Setelah menginap semalam dan menikmati keindahan alam serta berenang di sore dan pagi hari di pantai mutiara danau toba silalahi, minggu 16/08 jam 11 wib kami segera balik ke Kota Medan, rencana nginap dua malam pun batal karena dua modem yang dibawa tidak bisa mengakses internet, komunikasi seluler juga harus keluar ruangan dulu agar sinyalnya tidak megap megap. Padahal hari Minggu para wisatawan domestik pada berdatangan menikmati keindahan pasir putih danau toba silalahi.

Sebelum mencapai Brastagi, kami singgah menikmati permandian alam air panas belerang Gunung Sibayak Kabupaten Tanah Karo, suasana di tempat rekreasi ini melimpah ruah, semua kolam renang penuh bercampur baur tua muda, anak-anak, perempuan dan laki-laki.

IMG_0701

Permandian alam sibayak

Permandian alam sibayak

Tinggal pilih jenis kolam berdasarkan kadar panas air belerang; ada yang anget-anget kuku, panas-panas empuk, dan ada pula panas anget-anget banget. Rendam kaki dulu kalau mau coba atau jika banyak anak-anak berenang berarti panasnya biasa saja, namun jika tak ada anak-anak dan semua orang dewasa yang berendam maka coba dulu di pinggir kolam hanya sebatas lutut, kalau kuat dan terasa nyaman, silahkan lanjutkan berendam dan berenang.

Kolam Permandian Alam Sibayak

Kolam Permandian Alam Sibayak

untuk menikmati air panas belerang ini cuma dikenakan biaya tanda masuk Rp 5.000,- bagi dewasa dan anak-anak Rp 3.000,-, dari luar jalan raya sejauh 3 km sebelum ke tempat tujuan diharuskan membayar Rp 3.000,- perorang, entah uang apa dan karena menjelang HUTR1 diwajibkan membayar sumbangan suka (nggak) rela agar kendaraan mobil anda bisa sampai ke tempat permandian.Wallahualam.

Bagi umat Islam selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan, mohon maaf lahir batin. salam

Posted in: Budaya