Kita Cinta Indonesia ? Sejauh Mana Kita Memahami Nasionalisme

Posted on 3 Agustus 2009

0


a30b8194236dd7a45796773cafab5265 Banyak yang menyebut dirinya atau kelompoknya sebagai nasionalis, sebenarnya apa sih..yang kita pahami sebagai nasionalis.

Nasionalis adalah pola sikap atau karakter yangg dimiliki setiap warganya sebagi satu kesatuan masyarakat dalam hidup berbangsa dan bernegara. Agar sikap ini mempunyai kiblat, bukan sekedar teori atau pengakuan, maka seorang nasionalis harus berlandaskan pada nilai-nilai religi. Jika nasionalisme dibangun karena kebanggaan pada suku, ras, agama, maka itu adalah tirani, sebagaimana Jerman di Jaman Hitler dengan kebanggan pada bangsanya, demikian pula yang terjadi pada Israel.

Seorang dikatakan nasionalis, jika mau berkorban demi bangsa dan negaranya, misalnya mencintai produk dalam negerinya, tidak mementingkan kelompok dan golongan seperti yg dicontohkan Rasulullah yang termakhtub di dalam kesepakatan madinah. Mau menegakkan dan mematuhi hukum dan peraturan dan tidak melakukan manipulasi dan korupsi karena kesempatan jabatan yang dimilikinya.

Intinya bahwa seorang nasionalis harus berlandaskan pada nilai-nilai religi, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan bangsanya, seperti kisah pengorbanan para pahlawan kita di dalam merebut kemerdekaan.
Perilaku korupsi yang seolah membudaya di negeri ini tidak hanya membawa kerugian materi dan kerusakan sosial, tetapi berdampak semakin melemahnya rasa nasionalisme bangsa ini. Dampaknya bisa menggenerasi memunculkan sikap apatis dan skeptisisme, seseorang menjadi teraleanasi di dalam lingkungan komunalnya, perilaku golput adalah salah satu dampak dari sikap ini. Kesalahan yang dilakukan malah dibenarkan dengan justifikasi pada kesalahan orang lain yang selama ini tidak mendapat tindakan hukum. Akhirnya bukan salah ibu mengandung, buruk rupa cermin sendiri dibelah.

Kita semua terlahir dari sari pati tanah dan akan kembali berkalang tanah, kita lahir tak berbusana dan akan kembali tanpa busana. mengapa karena kita berbeda leluhur, suku, agama, dan kelompok serta kepentingan, semua itu membuat kita berbeda dalam perpecahan. Seorang nasionalis adalah pendamai, tampil beda dalam kebersamaan dan persatuan, karena membangun bangsa dan masyarakat adalah amanah pemahaman agama kita masing-masing.

Jangan karena kepentingan sesaat kemaslahatan umat menjadi korban, karena politik, kita menjadi terkotak-kotakkan, jika itu terjadi kita sebenarnya tidak patut disebut seorang nasionalis atau cinta kita kepada tanah air perlu dipertanyakan. Wallahualam.

Salam Cinta Indonesia

Posted in: Budaya