Ibn Ghifarie; Anti Kekerasan Hiduplah Penuh Pesan Cinta Kasih

Posted on 28 Juli 2009

1


Percintaan Dengan Sang Pencipta menumbuhkan rasa kasih sayang bagi si pecinta dengan semua mahluk demikian pula sebaliknya

Percintaan Dengan Sang Pencipta menumbuhkan rasa kasih sayang bagi si pecinta dengan semua mahluk demikian pula sebaliknya

Postingan ini adalah gelaran tanggapan Ibn Ghifarie terhadap postingan Kang Pepih dalam http://blog.kompasiana.com/2009/07/28/tulis-cinta-indonesia-dapatkan-3-kompasphone-dan-10-polo-shirt-indonesiaunite/, komentar ini hanya satu paragraf tapi dipecah dalam 6 alinea, mungkin agar enak dan mudah serta mantap di baca, karena demikian itu pula makna yang terkadung di dalam komentar Mas Ibn, salam ya mas.

Ibn Ghifarie,
— 28 Juli 2009 jam 10:20 pm

“Hanya dengan antikekrasan, dunia masa kini bisa bertahan hidup menghadapi produksi masal senjata-senjata nuklir. Sekarang ini dunia lebih mumbutuhkan pesan cinta kasih dan perdamaian Gandhi daripada waktu-waktu sebelumnya. Andai saja dunia sunguh-sungguh tidak ingin menyapu habis peradaban dan kemanusiaannya sendiri dari muka bumi ini”, ungkap Badshah Khan kepada Eknath Easwaran tahun 1983.

Sejatinya, sikap antikekerasan merupakan petanda orang-orang yang berani dan tak tergoyahkan; tentu saya tidak ada orang di muka bumi ini yang lebih brutal dan tak tergoyahkan daripada orang pathan, bahkan rata-rata suku Pashtun lebih memilih mati daripada dilecehkan.

Kiranya, kita mesti belajar antikekerasan dari Badsah Khan bila ingin hidup damai, cinta, tentram dan sejahtera di Negara Indonesia ini. “Dua jenis pergerakan dilancarkan di provinsi kita. Pergerakan dengan kekerasan (perlawanan sebelum 1919) menciptakan kebencian di benak rakyat kita terhadap kekerasan.

Namun, pergerakan tanpa kekerasan menerangkan kecintaan, hasrat dan simpati rakyat. Jika seorang Inggris terbunuh dalam pergerakan dengan kekerasan bukan hanya orang yang bersalah yang dihukum seluruh desa dan wilayah pun menderita karenanya.

Rakyat menganggap kekerasan dan para pelakunya bertanggungjawab atas represi tersebut. Dalam gerakan antikekerasan, kita mengorbankan diri kita sendiri dan karena itulah gerakan ini memenangkan cinta dan simpati rakyat. (Hal 173-174)

Marilah kita berguru pada Badshah Khan tentang antikekerasan. Terwujudnya masyarakat, adil, sejahtera, damai, terbuka, toleran menjadi cita-cita bangsa Indonesia ini. Semoga.

Tikus dan Kucing Pun bisa bersanding bobo bersama, kenapa kita, ada manusia lebih mulia tapi tidak bisa hidup dalam kasih sayang ?

Tikus dan Kucing Pun bisa bersanding bobo bersama, kenapa kita, ada manusia lebih mulia tapi tidak bisa hidup dalam kasih sayang ?

Akhir kalam, lawan kekerasan, mari hidup penuh pesan cinta demi kasih sayang sesama mahluk.
Wallahualam.

Salam Kompasiana Indonesia

Posted in: Budaya