Memang Berat Melawan SBY Karena Paling Tinggi

Posted on 11 Juli 2009

3


sbytlp01

Pensiunan jenderal berbintang empat berwajah tampan dan cerdas, ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotji dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya R. Soekotji yang pensiun sebagai Letnan Satu (Peltu). Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas, mendorongnya menjadi seorang penganut agama Islam yang taat. Dalam dirinya pun mengalir kental jiwa militer yang relijius.

Selain itu, lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) angkatan 1973, ini juga memiliki garis darah biru, sebagai keturunan bangsawan Jawa yang mengalir dari dua arah dan berujung pada Majapahit dan Sultan Hamengkubuwono II. Kakeknya dari pihak ayah, bernama R. Imam Badjuri, adalah anak dari hasil pernikahan Kasanpuro (Naib Arjosari II – darah biru Majapahit) dan RM Kustilah ( sebagai turunan kelima trah Sultan Hamengkubuwono II bernama asli RA Srenggono). Bahkan dalam silsilah lengkapnya, SBY juga memiliki garis keturunan dari Pakubuwono.

Kendati SBY anak tunggal, dia hidup dengan prihatin dan kerja keras. Pada saat sekolah di Sekolah Rakyat Gajahmada (sekarang SDN Baleharjo I), SBY tinggal bersama pamannya, Sasto Suyitno, ketika itu Lurah Desa Ploso, Pacitan. Prestasinya saat SR sudah menonjol.

Dalam proses pengasuhan yang berdisiplin keras, pada masa kecil dan remajanya, SBY juga mengasah dan menyalurkan bakat sebagai penulis puisi, cerpen, pemain teater dan pemain band.

Pria tegap yang memiliki tinggi badan sekitar 175 cm, kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949, ini senang mengikuti kegiatan kesenian seperti melukis, bermain peran dalam teater dan wayang orang. Beberapa karya puisi dan cerpennya sempat dikirimkan ke majalah anak-anak waktu itu, misalnya ke Majalah Kuncung. Sedangkan aktivitas bermain band masih dilaksanakan hingga tingkat satu Akabri Darat sebagai pemegang bas gitar. Sesekali masih juga menulis puisi.

Cuplikan biografi di atas di copy dari laman tokohidnonesia.com, sekedar mengingatkan bagaimana sosok figur SBY sang president yang pada awalnya diprediksi oleh sejumlah pengamat politik dan hasil polling akan dgn mudah melenggang jadi president kedua kalinya 2009-2014 dan hasil sementara Quick Count sudah membuktikan itu.

Nah dari negeri khayangan, para dewa sudah mengeluarkan kesepakatan titah di dalam penentuan presiden Indonesia untuk 5 tahun ke depan. Dewa matahari pun dikirim sebagai kurir ke bumi untuk menemui semua para capres indonesia. Namun karena di Indonesia lagi musim hujan, mana pada banjir lagi, dan mendung terus, Dewa Matahari mengurungkan niatnya turun ke bumi pertiwi. Solusinya, titah itu akan dikirim via kilatan cahaya, untuk itu semua capres indonesia pada ngumpul di lapangan Monas, ya namanya juga perintah dewa jadi semua capres dari usungan berbagai partai bisa pada rukun dan kumpul dengan barisan yang rapih. Singkat cerita dikirimkan titah para dewa melalui kilatan cahaya dan seperti yang diperkirakan cahaya itu lebih dahulu sampai ke Pak SBY. Apa pasalnya ….?, apa karena para dewa juga mengakui keberhasilan kepemimpinan SBY selama 4,5 tahun sebelumnya…?

Ternyata Pak SBY jadi pilihan karena memang dia yang paling tinggi diantara barisan para capres, 175 cm, tinggi badan ini untuk ukuran orang indonesia memang cukup luar biasa. Jadi titah kilatan cahaya itu lebih cepat sampai ke Pak SBY…

Memang berat melawan SBY, Pileg 2009 PD dengan produk SBY secara spektakuler bisa mengangkat perolehan suara PD dari 7 % pada pemilu 2004 menjadi 20 % . Demikian juga sejumlah survey polling SBY tetap unggul, dan memang berat melawan SBY karena memang dia paling tinggi, kalau gak percaya, teman-teman bloger bisa ngukur sendiri dah…berapa tinggi badan ke tiga capres kita sekarang ini. Mega di nomer dua karena lebih pendek sedikit dari SBY dan JK di nomor tiga karena lebih pendek dari Mega.

Hussss, mau baku cium ya ! kayak cium wanara

Hussss, mau baku cium ya ! kayak cium wanara

Sebenarnya sih, pasangan SBY-JK cukup serasi, serangan dari atas di mainkan oleh SBY dan serangan dari bawah di halau oleh JK, entah sekarang dengan Boediono sama-sama pemain bola atas..?

Salam Kompasiana Indonesia
Happy Nice Weekend

Iklan
Ditandai:
Posted in: Event Pilpres