“Orang Jawa dan Bugis Semua Masuk Neraka”

Posted on 11 Juli 2009

6


176444

“Orang Jawa dan Bugis Semua Masuk Neraka”
Oleh ichwan kalimasada – 30 April 2009 – Dibaca 1343 Kali –

Menguatnya perseteruan Poros Cikeas dan Poros Teuku Umar, telah melanda kompasiana. Sejak perceraian SBY-JK, lalu JK jadi Capres Golkar, kemudian JK joint di poros Teuku Umar, nah..yang terjadi di kompasiana juga demikian, sampai jor-joran perbedaan suku Bugis dan Suku Jawa. JK Bugis, SBY Jawa; konon Jawa paling keras ada di Jatim dan Bugis paling keras ada di Makassar, woalah….pantesan SBY-JK cerai karena sama-sama keras.

Salah satu postingan di kompasiana menulis bahwa perceraian SBY-JK karena JK tidak memahami antropologi jawa, pendapat ini cukup heboh karena dilontarkan seorang prof. Lalu ada yang kasih komentar begitu bodohnyakah orang non jawa, sehingga tidak bisa memahami antropoli jawa, dan kenapa non jawa disuruh memahami itu, sedangkan orang jawa tidak juga belajar memahami antropologi orang non jawa, artinya orang jawa juga bodoh karena tidak mehami itu.

Lanjutnya kata prof, orang jawa tidak suka dipelototi dan dibentak, lalu dijawab apakah orang non jawa itu segitu bodohnya kerjanya cuma membentak dan memelototi orang jawa, padahal orang jawa juga suka memelototi dan membentak. Lagi pula di dunia mana ada manusia mau dipelototi dan dibentak, artinya semua orang sedunia pasti tahu, kalau itu tidak baik, dalam konteks ini kita tidak perlu belajar antropologi jawa kalau cuma masalah pelotot dan bentak-bentakan.

Orang jawa kerisnya dibelakang, orang bugis kerisnya (badik) di depan, alangkah indahnya indonesia ini karena keduanya saling melengkapi. Saat ada serangan musuh dari belakang, orang jawa akan dijarah kerisnya dari belakang, namun kita masih punya senjata, karena teman kita orang bugis kerisnya di depan jadi tidak sempat dijarah musuh, maka kita masih bisa melawan karena masih punya banyak senjata dari orang bugis. Demikian pula sebaliknya jika musuh menyerang dari depan. Nah, dalam konteks ini seharusnya prof menulis ilmu antropologi sebagai pendekatan agar indonesia lebih indah, bukan belajar untuk saling provokasi karena perbedaan afiliasi semu dengan salah satu capres pemilu, dikatakan semu karena afiliasi didasarkan pada ikatan yang tidak saling mempengaruhi.

Kenapa pula kita saling membela sesama jawa atau sesama bugis dan saling menyerang karena beda suku, padahal baik orang jawa maupun bugis semuanya masuk neraka, karena orang yang masuk surga adalah orang takwa. Orang jawa dan bugis semua pada masuk neraka, karena selama hidupnya di indonesia selalu merasa bangga dengan jawanya atau bugisnya, sehingga sering berseteru saling menghina. Nah, rasain lho…

kalao bosan makan nasi uduk, boleh coba coto makassar, bosan juga coba pake lalapan sunda, bosan juga, coba dech sate padang atau madura, kurang sip boleh ditambah Bandrek Aceh, masih bosan juga silahkan pilih sendiri dah…dari sabang samapai merauke begitu banyak menu masakan indonesia.

Salam Pagi Indonesiana.

Iklan
Ditandai:
Posted in: Budaya