KATA-KATA HANYALAH BAYANGAN REALITAS

Posted on 7 Juli 2009

0


188345

۩……….Kata-kata tidak lain hanyalah ‘bayangan’ dari kenyataan. Kata-kata merupakan cabang dari kenyataan. Apabila ‘bayangan’ saja dapat menawan hati, betapa mempesona kekuatan kenyataan yang ada dibalik bayangan.

Kata-kata hanyalah pra-teks. Aspek simpatilah yang dapat menarik hati satu orang pada orang lain, bukan kata-kata. Walau manusia dapat melihat ribuan mukjizat yang dimiliki seorang nabi atau seorang suci, hal itu tidak akan membawa keuntungan baginya sama sekali apabila dia tidak memiliki simpati kepada nabi ataupun orang suci itu. Unsur simpati itulah yang dapat mengguncangkan dan menggelisahkan seseorang. Apabila tidak terdapat unsur simpati warna gading pada batang padi, maka padi itu tidak akan pernah dipesonakan warna gading. Meskipun begitu, simpati yang memiliki kekuatan dahsyat itu tidak dapat diindera oleh seseorang.

۩…..Gambaran mental dari segala sesuatu yang hinggap di kepala manusia akan membawanya kepada hal itu. Gambaran tentang ‘taman’ akan membawa manusia menuju taman. Gambaran tentang ‘toko’ akan membawa manusia menuju sebuah toko. Tapi terdapat suatu muslihat tersembunyi di dalam gambaran mental tersebut. Seringkali kita mengalami ketika kita pergi ke suatu tempat, tiba-tiba saja kita mendapati bahwa tempat yang kita tuju tersebut tidak seperti yang ada dalam gambaran kita, dalam cintraan mental kita. Ketika mendapati kenyataan itu kita akan merasa kecewa dan berkata, “aku pikir tempat ini sebagus yang kubayangkan, tapi ternyata tidak seindah gambarannya.” Citraan-citraan atau gambaran-gambaran mental itu seperti kain kafan. Seseorang dapat bersembunyi di balik kain kafan. Ketika citra dihilangkan, dan kenyataan muncul tanpa diiringi citraan mental,maka terjadilah proses penyadaran kembali. Kita seakan terbangun dari tidur kita. Ketika suatu peristiwa telah terjadi, maka tidak ada kesempatan lagi untuk merasa kecewa. Kenyataan yang dapat mempesonakanmu tiada lain adalah kenyataan itu sendiri.

۩…..Apakah sesungguhnya yang sedang kita perbincangkan ? di dalam hakikatnya,”yang mempesonakan” adalah satu, tetapi tampak terlihat bermacam-macam. Tidakkah engkau lihat betapa seorang manusia kerap memiliki ratusan keinginan berbeda ? “aku ingin mie, aku ingin kue kering, aku ingin kue basah, aku ingin buah-buahan”. Begitu banyak keinginan berbeda yang diungkapkan dengan jelas oleh setiap orang. Meski demikian, asal mula segala hal itu adalah satu, dan itu adalah rasa lapar. Tidakkah engkau lihat ketika orang yang sama ini telah memakan jatahnya ? dia akan berkata, “aku tidak membutuhkan apa pun lagi dari segala hal itu.” Maka nyatalah bahwa sebenarnya tidak ada apa yang dikatakan dengan sepuluh atau seratus hal, yang ada hanya satu…..۩ wallahualam.

Salam Kompasiana Indonesia.

Selamat uda maen contreng, anda pilih siapa ?

Iklan
Ditandai:
Posted in: Paradigma Satu