Rehat Jumatan; RIBUAN BENTUK, RIBUAN PERUBAHAN, DIGERAKKAN OLEH CINTA

Posted on 2 Juli 2009

2


NONO.f.y.heart.wpaper

۩…….bentuk merupakan hal yang sekunder untuk cinta, karena tanpa cinta, bentuk tidak bernilai apa pun. Sesuatu yang tidak dapat bertahan tanpa adanya hal yang utama, adalah sekunder. Karena Tuhan tidak dapat dikatakan memiliki bentuk dan bentuk adalah sekunder, Dia tidak bisa disebut sekunder.

۩……..jika setiap orang berkata bahwa cinta tidak dapat dibayangkan atau dikongkretkan jika tanpa bentuk, dan bahwa aspek sekundernya adalah bentuk, kita bertanya kenapa cinta tidak dapat dibayangkan jika tanpa bentuk. Tentu dia penggerak bentuk. Ribuan bentuk, baik gambaran atau kenyataan, digerakkan oleh cinta. Meski tidak ada lukisan tanpa pelukis dan tak ada pelukis tanpa lukisan, lukisan masih sekunder dan pelukis adalah hal yang pokok dan utama “seperti gerak jari dengan gerak cincin.”

۩…….Sejauh tak ada “cinta” pada rumah, arsitek tidak dapat memahami atau mendesain rumah. Demikian pula, pada suatu waktu gandum dijual seharga emas dan pada waktu yang lain, ia dijual dengan harga kotoran, tetapi bentuk gandum tetap sama. Nilai dan harga bentuk gandum bergantung atas “cinta” terhadapnya. Demikian juga, keahlian yang engkau cari dan cinta, boleh jadi memiliki nilai besar bagimu, namun pada suatu masa ketika tidak ada tuntutan kebutuhan atas hal itu, tak seorang pun yang akan mempelajari atau melatihnya.

۩……..orang berkata bahwa akhir dari cinta adalah menjadi diinginkan dan dibutuhkan untuk sesuatu yang pasti. Oleh karena itu, kebutuhan merupakan hal yang primer dan hal yang dibutuhkan adalah hal sekunder. Aku berkata-kata yang kau katakan diucapkan oleh kebutuhan. Sesungguhnya kata-kata itu ada karena kebutuhanmu, yakni ketika engkau ingin berkata-kata, maka kata-kata itu pun “lahirlah.” Maka, dasar kebutuhan ada mendahului kata-kata yang lahir darinya. Kebutuhan ada sebelum kata. Jika ada orang ditanya bagaimana suatu benda bisa menjadi sekunder, jika sesungguhnya obyek kebutuhan adalah kata. Aku katakan sekunder selalu obyek, seperti halnya obyek akar tanaman adalah cabang pohon…..۝

396203087_364962543a_b

۝۝…… ketika engkau lihat di dalam dirimu ‘modal’ yang mendesak untuk dicari, tingkatkan modal itu dengan berkata, “ rahmat berada di dalam kerja”, apabila tidak meningkatkannya, engkau akan kehilangan modalmu.” ۝۝

۩۩….dimanapun engkau berada, dalam keadaan apapun engkau berada, berjuanglah untuk menjadi seorang “pencinta” caramu bercinta adalah caraTuhan akan bersamamu.” ۩۩

Wallahualam.
Salam Kompasiana Indonesia

Iklan
Ditandai:
Posted in: Paradigma Satu