The Fox; “Apa Yang Mau Dilanjutkan” Malah Meracuni SBY

Posted on 10 Juni 2009

0


The Fox tidak menjadi tim sukses SBY-Boediono namun menjadi tim aktor intelektual dari segala tindak tanduk sampai penampilan SBY-Boediono jika ikut talk show di media TV termasuk scenario kalimat yang akan diucapkan dan menangkis serangan lawan.

Fox Indonesia adalah lembaga “Strategic and Political Consulting” pertama di Indonesia yang didirikan pada tanggal 14 Februari 2008 oleh Choel Mallarangeng, MBA dan Rizal Mallarangeng, Ph.D serta didukung oleh sejumlah intelektual muda dan praktisi handal dari disiplin ilmu yang beragam. Sebagai lembaga profesional, Fox Indonesia menangani klien-klien untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemilihan presiden (Pilpres), dan pemilu legislatif serta korporasi.

Well-integrated, best-in-class services tersedia buat klien Fox Indonesia, mulai dari penanganan pembiayaan dan perencanaan strategis, style & content, social & political networking, media campaign (creative, production & placement strategy), media relations & PR-ing, media monitoring, Desain survei dan analisis data, event organizing & execution, simulasi debat publik, pendampingan program grassroot hingga desain dan pelatihan tim kampanye. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan dan objective klien dengan standar dan ukuran yang jelas.

Sesuai dengan misinya, Fox Indonesia selalu inovatif dalam mencari cara-cara baru melakukan kampanye publik yang tidak hanya terbukti efektif tetapi juga cerdas, elegan dan efisien dalam mencapai tujuan.

Kutipan di atas diambil di Home site Fox Indonesia. Namun dalam site itu tidak dijelaskan kenapa memakai istilah “Fox” yang artinya serigala, Rubah, atau Musang. Karena nama merupakan simbol realitas predikat sebuah lembaga. Andi Alifian Mallarangeng adalah sulung dari tiga bersaudara berdarah ningrat Bugis Bone sekampung dengan Wapres Jusuf Kalla. Itulah nama aslinya, yg lebih suka dipakainya dengan andi mallarangeng saja sebagai jubir presiden SBY, pada tahun 1988 pasca menyelesaikan studi S1 Jurusan sociology Fisip UGM beliau bermohon menjadi tenaga dosen di UNHAS pada jurusan yang sama. Selama mengajar di UNHAS beliau tampil unik dengan stelan jeans dan setiap hari hanya berkendara sepeda balap di mana jarak antar kampus dengan rumahnya sekitar 1 KM di Kampus Tamalanrea UNHAS. Dalam beberapa diskusi lepas dengan para tenaga dosen muda beliau selalu mengutarakan akan mendirikan LSM untuk kegiatan-kegiatan penelitian. Namun tidak jadi karena pada awal tahun 1989 beliau sudah ke AS mengambil studi Ph.D di Illinois University Missisipi.

Pada tahun 1998 Alfian kembali dari AS dengan gelar Ph.D sosiology politik, pada masa ini dalam masa pergolakan reformasi, dalam satu perbincangan di mana saya hadir beliau mengutarakan bahwa dengan gelar Ph.D bagaimana saya bisa hidup hanya dengan gaji Gol. IIIa. Atas jasa Prof Ryas Rasyid beliau dilibatkan dalam program worshop legislatif yang digagas Ryas Rasyid, sejak saat ini sampai beliau mendirikan PDK bersama Ryas Rasyid beliau melepaskan posisi dosen di UNHAS dan menjadi dosen IIP Jakarta. Tidak puas apa yang dicapai PDK pada pemilu 2004, beliau atas referensi JK akhirnya keluar dari PDK dan bergabung dengan SBY-JK. Pada kampanye terakhir SBY-JK di senayan beliau tampil menyuarakan suara PNS sebagai wakil memberi pernyataan mendukung SBY-JK.

Rizal Mallarangeng adalah alumni S1 Fisip UGM jurusan Komunikasi politik, dijaman kuliah beliau menjadi tokoh demonstran mahasiswa UGM yang banyak mengkritisi kebijakan Orba, beliau pernah menjadi relawan tameng perisai hidup dalam perang Invasi Irak ke Kuwait. Ke dua sosok bersaudara ini di jaman mahasiswa adalah sosok pembela idealisme kerakyatan, namun setelah pulang dari studi AS, idealisme itu telah pupus sudah berbalik berorientasi pada kekuasaan dan hal itu telah mereka capai.

Dengan capaian spektakuler di pileg kemarin The Fox kemudian merekomendasikan untuk tidak lagi bersanding dengan JK karena pertimbangan suksesi PD pada pemilu 2014, di mana Alfian adalah salah satu DPP PD. Pada titik inilah The Fox telah mulai meracuni SBY dengan motivasi itu, tentu sebagai politisi muda mereka punya impian untuk tetap dalam lingkaran kepresidenan pada tahun 2014-2019.

Atas informasi seorang teman dekat Alfian, The Fox lah yang merekomendasikan Boediono sebagai Cawapres SBY. Dikatakan meracuni karena sangat tidak logis jika Boediono mau dibandingkan dengan kehandalan JK sebagai wapres SBY yang memang sudah terbukti, kriteria Cawapres yang ada 5 point yang dikemukakan SBY di Cikeas juga adalah rancangan konsep dari The Fox. Kehandalan SBY-JK memang dibuktikan oleh sejumlah survey bahwa duet ini mempunya elektabilitas yang tak tertandingi. Namun The Fox sangat pede melawan arus besar ini. Ini juga dapat dibuktikan ketika sejumlah kalangan menyerang Boediono sebagai tokoh neolib, maka the Fox yang tampil di depan melawan arus itu, sehingga sikap temperemental baik Rizal maupun Alifian nampak dipermukaan.

Jika selama ini SBY mendapat gelaran arogan, pemimpin mie instan, menjadi 100 tokoh berpengaruh di majalah Times, sikap glamour SBY pada saat deklarasi di sabuga, metode kampanye ala Obama sampai pencetakan design baliho dan spanduk media semua dalam scenario the Fox. Untuk tampil menjadi 100 tokoh di majalah Times itu bagi The Fox sangatlah mudah, karena Rizal mallarangeng adalah tokoh sukses atau makelar sehingga pengolahan sumber minyak terbesar di indonesia Blok Cepu dapat berpindah di tangan perusahaan raksasa yang berkantor di Whasington DC AS exxon oil. sangat canggih bahwa the fox tidak berjalan sendiri untuk mengukir kesuksesan, karena mereka mendapat dukungan penuh di Loby kekuasaan di negeri paman sam itu.

Kesuksesan SBY-JK sangat dipengaruhi peran yang dimainkan oleh JK di kabinet plus dukungan parlemen yang dimotori oleh para tokoh Golkar. Dengan Boediono apakah hal ini bisa dilanjutkan, the box pun khilaf melakukan blunder membiayai survey untuk membuktikan elektabilitas SBY-Boediono mencapi 70 % dan JK-Wiranto dan Mega-Pro harus puas dengan capain dibawah 10%. Blunder karena kedua lawannya jadi gusar dengan hasil survey itu, akhirnya SBY-Boediono jadi bahan keroyokan oleh ke dua pasangan lainnya.

Tanpa perlu memaparkan apa yang telah dilakukan JK sebagai pembantu SBY, dengan Boediono apalagi yang mesti dilanjutkan oleh The Fox, saya malah menganggap malah meracuni SBY secara tidak disadari. Wallahualam.

Salam Kompasiana Indonesia.

Iklan
Ditandai:
Posted in: EsBeYe