Visi JK Mengurai Benang Kusut (Alif 2 Habis)

Posted on 4 Juni 2009

0


JK Bicara Manajemen Risiko Adalah Fondasi Lebih Cepat Lebih Baik (2)

Pilihan tergantung kepada kita, seberapa sanggup menanggung resiko, risiko kecil, pendapatan kecil. Risiko besar, pendapatan besar. Bisnis jalan tol risikonya kecil karena pasti dilewati oleh pengendara, tetapi hasilnya lama. Kalau membeli saham, cepat untungnya, tetapi resiko tiba-tiba ambruk.

Pada akhirnya permasalahan kita, bagaimana risiko itu dikelola, diperhitungkan, dikalkulasi dengan baik, dengan mempertimbangkan tren yang ada. Bagaimana menggunakan data statistik, membaca kecenderungan, dan memanfaatkan pengetahuan. ini sangat penting, karena makin besar perusahaan atau makin banyak perusahaan, intuisi tidak bisa lagi menjadi satu-satunya patokan. Kita tidak bisa lagi menggunakan intuisi mengatur uang orang lain, kecuali itu perusahaan pribadi tidak melibatkan pemodal luar.

Dalam perusahaan umum, apalgi BUMN, semua uang milik pihak ketiga, milik rakyat. Milik siapa saja uang itu, tentu semua harus dipertanggungjawabkan. Salah satu bentuk pertanggungjawaban tersebut adalah mengelola resiko. Itulah fungsi yang harus kita pahami dan jalankan. Pemahaman manajemen resiko yang baik, kita dapat memproyeksi risiko sebelum terjadi. Dengan risiko yang dapat diproyeksikan sebelumnya, akan membuat manajemen lebih terbuka kepada pemodal, pemilik saham dan juga pihak ketiga. Artinya risiko tersebut diketahui bersama oleh investor, pemilik modal atau masyarakat yang terjun dalam bisnis yang kita danai. manajemen tentunya dapat lebih leluasa dan bersedia bertanggungjawab atas resiko itu.

Kewajiban pemerintah adalah menjaga stabilitas dengan cara yang dapat diperhitungkan oleh manajemen. Apabila pemerintah tidak mempunyai suatu kebiasaan yang lebih stabil, tentu akan menyulitkan dunia usaha, yaitu apabila pemerintah tiap kali mengubah aturan yang sulit diprediksi oleh suatu manajemen. Karena itulah pemerintah juga harus menjaga tren, artinya tren yang dapat diperhitungkan oleh dunia usaha. Dengan demikian, kita semua dapat menjalankan fungsi masing-masing secara baik demi kemajuan dunia usaha, kemajuan ekonomi Indonesia, dan demi masa depan kita.

Pengelolaan manajemen risiko itu tidak saja diterapkan dalam dunia usaha, tetapi JK juga melakukannya dalam investasi kegiatan amal ibadah bagi masyarakat. Atas inisiasi jenderal Jusuf almarhum, menggagas dan menggalang para pengusaha untuk membangun Islamic Center di Kota Makassar. Masjid ini berdiri diatas tanah 3 hektar bekas kampus lama UNHAS yang telah dibeli JK, lokasinya berada di tengah kota, mulanya akan diperuntukkan bagi show room Mobil bagi usaha NV. H. Kalla, namun kemudian dihibahkan untuk membangun masjid ini. Saat diresmikan pada tahun 1995 JK ditunjuk sebagai Ketua Pengurus Harian. Biaya pembangunan masjid ini menghabiskan dana 21 Milyar lebih.

Dalam suatu rapat pengurus masjid di mana saya hadir sebagai pendengar, JK pun mengeluarkan jurus-jurus manajemen resikonya. Masjid yang luas itu setidaknya membutuhkan tenaga 10 orang cleaning servis, pengurus perpustakaan, pengurus ibadah shalat jamaah, dan 5 orang security yang harus bisa on time secara shift untuk mengawal makmurnya syiar Islam. JK pun mengemukakan bahwa semua tenaga itu akan diberi gaji tetap setiap bulan, jika biaya ini ditambahkan dengan biaya overhead administrasi dan maintenance serta tagihan listrik, air dan telepon, JK menyebutkan bahwa setiap bulan masjid ini membutuhkan biaya antara 50 s/d 120 juta perbulan. Padahal ini bukan ladang bisnis, darimana akan memperoleh dana sebesar itu setiap bulan. Para pengurus juga pada bingung karena JK hanya siap menanggulangi selama 3 bulan, dan resiko selanjutnya harus ditanggung bersama demi sebuah kemandirian bagi pengelolaan masjid bagi pengurus. Untuk Pengurus harian masjid tidak akan memperoleh bayaran gaji.

Akhirnya disepakati oleh pengurus, bahwa pasca tiga bulan pengurus akan mandiri di dalam pengelolaan. resiko yang ditanggung bersama ini akan diatasi dengan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada para jemaat. Solusi ini diharapkan bahwa setiap jumatan pundi-pundi celengan akan selalu terisi penuh. Mulai dari soal keamanan sandal jepit, sampai keamanan parkir kendaraan mobil semua terjamin aman. Setiap jumatan pendakwah-pendakwah nasional yang kebetulan berada di kota Makasar selalu ditampilkan, sampai saat ini jamaah jumatan selalu meluap. Pada suatu jumatan seorang mengalami kehilangan sendal sebelah karena tidak menitipkannya pada petugas penitipan hanya karena malas antri pada saat pulang. Tanpa sepengetahuan pengurus dan security, JK sudah menghampiri orang tersebut yang sejak tadi celingak celinguk gelisah mencari pasangan sendal kulitnya. JK pun membawa orang itu ke ruang pengurus, setelah sedikit penjelasan akhirnya pengurus pun mengganti sandal itu sebesar harga barunya. cerita ini ternyata tersebar luas di para jamaah, sehingga bisa kita bayangkan setiap jumatan isi semua celengan masjid mencapai di atas 50 juta plus sumbangan via amplop bernama dan tanpa nama, sumbagan yang masuk setiap jumatan mencapai di atas 100 juta. sumbangan yang besar ini membuat semua biaya setiap bulan bisa tertutupi, malahan setiap bulan-tertentu diadakan kegiatan sosial massal, misalnya sunatan massal gratis dengan sistem digital laser.

Semua itu bisa tercapai karena semua pengurus dan pengelola masjid paham resiko yang akan terjadi jika sekiranya jamaah tidak memberikan sumbangan yang berarti. Scenario ini dijalankan JK hanya dalam satu kesempatan rapat pengurus itu, dimana saya hadir sebagai pendengar, tapi manajemen resiko itu berjalan sampai saat ini, yang gak percaya silahkan menikmati jumatan di sana. Wallahualam.

(bersambung di alif 3)

Iklan
Ditandai:
Posted in: Jusuf Kalla