Puisi Sang CINTA

Posted on 24 Mei 2009

4


PUISI UNTUK SANG CINTA

God Spot

God Spot

TOBAT
(Tujuan Hidup Hanya Untuk Kembali Kepada-Nya)

Wahai Ilahi
Aku ada di sini
Di bumi

Tak mungkin aku ada
Tanpa rencana
Tanpa sengaja

Kehadiranku
Melalui pintu bundaku
Pasti atas kehendakku
Atas persetujuan-Mu.

Aku Bunga

Aku Bunga


SABAR
(Tabah Menanti Dalam Perjuangan Untuk Bertemu Dengan-Nya)

Allahu Akbar
Nyatanya Engkau Mahasabar
Maka alam raya terbabar

Bukan sekadar asmaul husna
Sabar itu realita
Di alam sunyata

Matahari beredar
Bumi berputar
Semua bekerja sesuai nalar
Itulah sabar !

di_A_log nol

di_A_log nol


BERSYUKUR
(Tabah, Tekun, dan Ulet Berjuang Paling Bermanfaat Bagi Sesama)

Engkau Maha Bersyukur !
Semua Kauciptakan serba terukur
Teratur

Sekejap saja Engkau tertidur
Semesta raya hancur
Lebur

Mana mungkin Kausiksa hamba yang iman dan syukur ?
Syukur mengharuskan hamba-Mu tafakur
Terhadap karunia-Mu hamba tadzakur
Turut serta menjadikan bumi makmur !

194468
ZUHUD
(Dunia Hanya Alat Perjuangan Untuk Kembali Kepada-Nya)

Ayo zuhud !
Jangan terkejut bila dunia ini bukan sejatinya maujud
Dunia hanya hiburan sejumpu,

Itu kesenangan yang menipu
Maka jangan mau kau terayu
Meski bujukan datang dari segala penjuru

Jika kita ingin masuk surga
Janganlah kita hitung-hitung dosa dan pahala
Zuhud kita jadikan bagian hidup kita
Dan, mari kita berkarya tuk kesejahteraan bersama.

Rida

Rida


RIDA
(Semua Yang Menimpa Kita Adalah Hasil Dari Perbuatan Kita. Tidak Ada Yang Kebetulan, Bukan Kekeliruan, dan Tiada Yang Meleset. Takdir Terjadi Karena Pilihan Dan Perbuatan Kita Sendiri)

Menderita
Bahagia
Sama saja bagi yang rida

Bencana
Karunia
Semua kebenaran bagi yang rida

Bila iman sudah sampai haqq al-yaqin
Sedekah banyak tak akan jadi miskin
Hidup semakin rajin
Karena Tuhan yang pimpin.

Ikhlas

Ikhlas


IKHLAS
(Hidup Dalam Prasangka Baik, Berbuat Semata-mata Untuk Bertemu Sang Cinta-Tuhan)

Tuhan, aku malu
Sebagai hamba banyak yang kumau
Itulah kunci penderitaanku

Aku, kami, kita semuanya Satu
Aku, dia, mereka, semuanya Satu
Tapi, iblis berusaha memecah-belah yang Satu itu

Ia bisikkan sesuatu agar aku puas
Ia tawarkan sesuatu agar aku mau di atas
Kejahatan dia tampakkan padaku sebagai emas
Tapi, iblis kuberantas dengan hidup ikhlas.

Taslim

Taslim


TASLIM
(Hasrat Dan keinginan Kita Hanya Milik Tuhan. Milik Kita Hanya Berbuat & Kerja Keras.)

Ikhlas telah lewat
Sombong dan tamak masih menjerat
Satu kata kunci: Ingat !

Congkak dan loba jadikan tumbal
Bagkitlah jiwa menjadi kebal
Dengan zikrullah kita berbekal

Bebaskan diri dari keinginan
Yang biasa bercokol dalam hati dan pikiran
Jangan turutkan angan-angan
Sujud dan taslim hanya kepada Tuhan.

Tawakkal

Tawakkal


TAWAKKAL
(Hancur Luluh Tubuh Ini Berbuat Paling Bermanfaat Bagi Sesama)

Mutiara ada di dasar lautan yang dalam
Jangan menyelam
Tak dapat berenang kau akan tenggelam

Islam itu laksana mutiara
Kita dapatkan bila kita selami dalamnya samudra
Bukan pengakuan semata

Mutiara itu berada di dasar
Lakukan yang bisa kita lakukan atau gagal
Pantang berhenti sebelum semua tenaga luluh terbakar
Sehabis akal haruslah tawakkal !

Fana

Fana


FANA
(Segala Hasrat, Keinginan, Perbuatan, Dan Tujuan Hidup Menyatu Dengan Segala Keinginan Tuhan)

Kerlap-kerlip di angkasa
Tampak ada
Nyatanya ilusi semata

Kiranya kau telah terpesona
Pada sesuatu yang fana
Fana ada bila hancur Tursina

Bila ingin dapat yang Hakiki
Kosongkan pikiran dan hati
Bersihkan dari kelekatan terhadap dunia ini
Pasti kita alami bahagia sejati.

Mahabbah

Mahabbah


MAHABBAH (Tuhan Hanya Satu Dalam Sifat, Yaitu SANG CINTA)
(Allah Adalah Kekasih Kita, Sebab Kita Adalah Belahan Jiwa-Nya. Cinta Kita Menyatu Dengan-Nya. Karena Hancur Luluh Tubuh Ini Menjadi Rahmat Bagi Seluruh Alam).

Aku adalah Dia yang kucintai,
Dia yang kucintai adalah aku,
Kami adalah dua jiwa dalam satu tubuh,
Bila engkau melihatku, Engkau melihat-Nya,
Jika engkau melihat-Nya, engkau melihat kami berdua.

God Goodnes

God Goodnes


Cinta itu memang harus terhubungkan dengan Tuhan. Karena, Tuhan adalah kebenaran. Makanya, cinta tak dapat dipisahkan dari kebenaran, kasih sayang, dan kemurahan. Cinta demikianlah yang tak akan pernah patah. Cinta yang demikianlah yang akan membawa keabadian. Cinta yang demikianlah yang mengekalkan kehidupan jiwa.

”Barang siapa mencintai pertemuan dengan Allah, maka Allah pun mencintai pertemuan dengan Dia. Barang siapa yang tidak mencintai pertemuan dengan Allah, maka Dia pun tidak mencintai pertemuan dengan-Nya.” (H.R. Bukhari)

” Bersihkanlah pikiranmu, wahai manusia. Karena, pikiran-pikiran itu adalah kediaman-Ku dan tempat bersemayam-Ku. Apa pun yang membawamu hidup lebih lurus dan berprestasi besar, pilihlah tugas itu. Dengarlah hatimu, meskipun orang lain tak setuju. Kebenaran ada di dalam dirimu sendiri.” (Jalaluddin Rumi; 2000)

Tidaklah beriman dari kalian semua hingga Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selain keduanya. (Hadis) dan ( QS. 9 : 24 ).

(Disaripati dari karya Achmad Chojdim).

Ditandai:
Posted in: Paradigma Satu