Mu’inuddin dan Ainuddin

Posted on 21 Mei 2009

0


201152

Apabila seorang Mu’inuddin (”penolong agama”), dia tidak bisa menjadi Ainuddin (”inti agama”) dengan menambahkan huruf ‘m’. Menambahkan dengan maksud untuk menyempurnakan, pada kasus ini menjadi pengurangan. Penambahan huruf ‘m’ adalah pengurangan.

Meskipun enam jari melebihi jumlah normal, penambahan itu berarti pengurangan. “Satu” (ahad) adalah kesempurnaan, “nabi” (ahmad) masih belum mencapai kesempurnaan. Apabila huruf ‘m’ hilang dari ahmad dia akan menjadi kesempurnaan sepenuhnya (ahad). Yakni, Tuhan mencakup segala sesuatu. Penambahan apa pun yang engkau buat untuk Dia adalah pengurangan.

Satu berada di seluruh nomor. Tanpa itu tiada nomor yang mungkin. Nomor berikutnya setelah nomor satu, telah meniadakannya itulah hijab. Jadi semua berasal dari satu akan kembali menjadi satu. Kemanapun air mengalir akan kembali ke laut juga.

Posted in: agama, Paradigma Satu