Yahudi Itu Iblis Berwujud Manusia

Posted on 6 Juni 2010

3


Sengajakah Tuhan menciptakan Yahudi alias Israel yang super kejam itu atau istilah saya Yahudi itu Iblis berwujud manusia. Jawabnya tidak, tetapi yang sengaja diciptakan oleh Tuhan hanya dalam bentuk sunnatullah atau dikenal dengan istilah hukum dualisme alam bahwa kebaikan hanya bisa dikenal karena ada kejahatan, seperti fakta alam yang sama kita mengenal siang karena adanya kita mengenal malam. Tuhan menciptakan manusia, tetapi tidak menentukan apakah anda lebih suka tidur di siang hari atau tidur di malam hari, tetapi anda diberi kebebasan untuk itu.

Saya nisbahkan bahwa Yahudi itu iblis berwujud manusia karena perilaku sekelompok orang yang menyebut dirinya yahudi memang berprilaku seperti iblis atau telah memilih jalan iblis. Seperti iblis yang telah memilih jalannya untuk merusak anak cucu adam.

Tetapi perlu menjadi catatan bahwa tidak semua orang yahudi itu iblis, ada juga yang baik dan benar, yang ada bahwa semua orang yahudi yang muncul sebagai pemimpin pada kaumnya maka dia selalu menempuh jalan iblis atau perilaku iblis.

Saya tidak bisa berpolemik pro kontra terhadap perilaku israel atau yahudi yang melakukan kekejaman pembantaian atas bangsa palestina karena sebagai muslim di dalam kisah Qur’an dan beberapa hadits sudah menisbahkan bahwa yahudi selama dunia ini ada akan selalu menjadi perusuh kemanusiaan, kecuali semua kelompok manusia dan budaya sudah tunduk dan takluk di kaki kaum yahudi. Demikian pula dengan sumber yang sama iblis telah menisbahkan dirinya seperti dalam kisah yahudi itu. Dari kisah Qur’an ini menyiratkan bahwa kaum yahudi memiliki dogma dan ambisi atau obsesi ingin menguasai dunia sampai kapan pun, sampai ambisi mereka ini tercapai.
Yahudi ini memang cukup unik, sebagai ras yahudi, yahudi itu juga adalah dogma agama dan dogma politik. Ketiganya tidak bisa dipisahkan. Jadi perang Israel atas bangsa arab terutama bangsa palestina, itu adalah perang ras, agama, dan perang dengan misi politik.

Sebelum kita bicara yahudi lagi, kita bicara kisah iblis dulu agar dapat ditemukan persamaan perilaku keduanya.

Dalam Qur’an dikisahkan, Tuhan telah menawarkan kepada semua mahluk-Nya siapakah yang mau menjadi pemimpin atau khalifah di muka bumi atau atas keberadaan alam semesta. Semua makhluk tidak ada yang sanggup menerima tawaran itu termasuk para malaikat kecuali manusia yang siap memanggul amanah itu. Amanah itu adalah memakmurkan bumi dan alam semesta atau menjadi rahmatanlillalamin.

Mengingat beratnya amanah ini, maka semua makhluk termasuk para malaikat (di dalamnya termasuk iblis) dititahkan oleh Tuhan agar bersembah sujud kepada manusia, saat itu kepada Nabi Adam as. Semua makhluk melakukan perintah itu kecuali Iblis yang tidak mau karena merasa lebih mulia di hadapan Tuhan. Tuhan yang maha pengasih dan penyayang tidak murka atas pembangkangan si iblis, malahan Tuhan ingin mendengar permintaan iblis atas sikapnya itu, Iblis pun meminta agar diberi kesempatan untuk selalu mengganggu dan merusak manusia, anak cucu adam. Tuhan pun meluluskan permintaan iblis karena Tuhan maha sabar mematuhi sunnatullah-Nya yang telah menciptakan hukum dualisme alam lebih dulu, maka terciptalah adam pada jalan kebaikan dan iblis pada jalan keburukan. Tetapi Tuhan telah memberi anti virus iblis, bahwa kecuali orang-orang beriman yang tidak bisa diganggu oleh iblis.

Coba anda bandingkan sikap adam saat tergoda oleh iblis sehingga adam dan hawa harus di depak dari surga dan turun ke dunia. Saat hukuman itu terjadi salah satu malaikat berkata, “wahai Adam kenapa kamu tidak meminta kepada Tuhan agar tidak mendapat hukuman itu ?”, “Wahai malaikat saya paham apa yang kamu maksud dan saya percaya Tuhan akan menerima permintaan itu, tetapi saya sudah malu untuk memintanya.” Jawab Adam as.

Adam as menyadari kesalahannya, pembangkangannya sehingga rela menerima suratan takdirnya. Sedangkan Iblis sudah membangkan tetapi malah meminta sesuatu agar lebih murtad, tidak punya malu. Jadi manusia yang sudah terbukti salah tetapi tidak punya malu, sesungguhnya dia telah menjadi pengikut iblis, tipe ini terlalu banyak di Indonesia, heheheheheh……….

Sejarah yahudi adalah jalan sejarah kisah yang penuh pembangkangan seperti perilaku iblis, motivasinya sama, sama-sama merasa makhluk yang paling mulia dibandingkan yang lainnya.
Sejarah pembangkangan dan kemurtadan kaum yahudi saat nabi Ibrahim as, kaum yahudi cemburu atas kemuliaan anak cucu dan kaum nabi Ismail as.

Istri Nabi Ibrahim A.s., Siti Hajar mempunyai anak Nabi Ismail A.s. (bapaknya bangsa Arab) dan Siti Sarah mempunyai anak Nabi Ishak A.s. yang kemudian mempunyai anak Nabi Ya’qub A.s. alias Israel (Israil, Qur’an). Anak keturunannya disebut Bani Israel sebanyak 7 (tujuh) orang. Salah satunya bernama Nabi Yusuf A.s. yang ketika kecil dibuang oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya. Nasibnya yang baik membawanya ke tanah Mesir dan kemudian dia menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika masa paceklik, Nabi Ya’qub A.s. beserta saudara-saudara Yusuf bermigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (Nabi Ya’qub A.s.) membesar.

Nabi Musa A.s. memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di gurun Sinai menuju tanah yang dijanjikan, asalkan mereka taat kepada Allah Swt – dikenal dengan cerita Nabi Musa A.s. membelah laut ketika bersama dengan bangsa Israel dikejar-kejar oleh tentara Mesir menyeberangi Laut Merah. Namun saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), mereka membandel dan berkata: “Hai, Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu (Tuhanmu), dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS 5:24)

Kemurtadan yahudi ini berlanjut saat jaman Nabi Isa as atau yesus kristus versi nasrani, kaum yahudi sebelumnya sudah tahu kalau akan turun manusia mulia nabi Isa as, tetapi karena bukan berasal dari kaum yahudi maka nabi Isa as dikejar-kejar untuk dibunuh, akhirnya menurut versi nasrani nabi Isa as atau yesus kristus dibunuh oleh kaum yahudi dengan cara penyaliban secara keji membunuhnya secara perlahan-lahan, setelah disalib kemudian diarak dan dicambuki sampai berdarah-darah kemudian dipajang di depan terik matahari sampai mati.

Saat jaman Rasulullah Muhammad saw, juga berbuat demikian kaum yahudi mengejar-ngejar dan ingin membunuh Rasulullah walau tidak kesampaian karena kecumburuan bahwa Rasulullah kenapa tidak berasal dari kaum yahudi. Beberapa kali perjanjian damai telah dilakukan oleh Rasulullah terhadap kaum yahudi, tetapi sebanyak itu pula perjanjian itu diingkari oleh kaum yahudi.

Singkat cerita, pada zaman kerajaan Romawi tanah kanaan tempat kaum yahudi diluluhlantakkan oleh penyerangan balatentara pasukan kerajaan Romawi sehingga orang-orang yahudi kemudian diboyong ke romawi untuk dijadikan budak-budak, namun pada abad pertengahan kaum yahudi telah menyebar di seluruh daratan eropah barat dan eropah timur. Ada dua kerajaan atau Negara yang paling kuat di jaman ini yaitu inggris dan perancis, ke dua negeri inilah kaum yahudi sangat kuat bercokol, seperti saat ini kaum yahudi telah menguasai USA. Seorang Obama pun takluk dihadapan yahudi.

Pada jaman Nazi Jerman, Adolf Hitler yang ingin menguasai daratan eropah barat dan timur dengan dogma kemuliaaan bangsa Arya tahu persis bahwa kekuatan Negara-negara eropah sudah dikuasai oleh kaum yahudi sehingga Hitler melakukan kampanye besara-besaran untuk membumihanguskan kaum yahudi. Tetapi Hitler akhirnya kalah dan bunuh diri karena lupa kalau kaum yahudi itu telah menguasai semua Negara-negara sekutu yang menjadi lawannya.

Bagaimana kisah kaum yahudi komtemporer saat ini pasca perang dunia II, ceritanya sama saja seperti jaman Rasulullah, kalau sudah lemah dalam peperangan mereka memilih jalan damai, tapi jangan salah itu hanya modus yahudi untuk menyusun dan merapatkan barisan, setelah kuat kembali kaum yahudi kembali melakukan pembangkangan lalu menebar pembantaian, di timur tengah dengan jalan kekerasan sementara di Negara-negara lain seperti eropah dan USA dengan jalan damai menguasai jalur media dan bisnis.

Sampai kapan ini berakhir, alternatifnya hanya dua, satu seperti yang dikisahkan dalam Qur’an, kedua barangkali perlu mengikuti langkah sekutu yang menjatuhkan bom atom di Hiroshima jepang mengakhiri perang dunia kedua. Wallahualam.

“Sesungguhnya Kami telah mengambil kembali perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh.” (QS 5:70). Hal ini juga bisa dibaca di Injil (Bible) pada Kitab Raja-raja ke-1 14:15 dan Kitab Raja-raja ke-2 17:18.

Salam dialog.

About these ads
Posted in: Peristiwa, sejarah