Memiliki Isteri 108 Orang, 26 Orang anak, Dan Lebih 100 Orang Cucu

Posted on 26 September 2009

6


H. Usman Balo

H. Usman Balo



H. Oesman Balo adalah tokoh pejuang kemerdekaan berasal dari Sulawesi Selatan , meninggal dunia di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar dalam usia 88 tahun, Jumat (5/5/2006), setelah dirawat selama beberapa hari akibat penyakit asma. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Mario Rappang Sidrap. Saat menghembuskan napas terakhir di ruang ICU Rumah Sakit, almarhum didampingi tiga istrinya. Masing-masing Maraja, Hanisa dan istri terakhir Musbaria berusia 31 tahun.

Veteran pejuang kharismatik yang dikenal berani, teguh dan penuh dedikasi serta pantang menyerah ini menyandang pangkat terakhir Kapten TNI AD. Pria berjuluk ‘Balo’na Sidenreng’ ini menyandang sejumlah piagam tanda jasa. Almarhum adalah rekan seperjuangan tokoh Sulsel lainnya Brigjen TNI (Purn) Andi Sose, dan mantan Gubernur Sulsel Brigjen TNI (Purn) Andi Oddang.

Di rumah Oesman yang berada di Kota Parepare terdapat kamar tidur dan ruang belajar lengkap dengan meja dan kursi mantan Presiden BJ Habibie yang tampak utuh dan terpelihara dengan baik. Ruang belajar dan kamar tidur Habibie tersebut hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu. Misalnya kunjungan pejabat penting dan harus seizin Oesman.

Selain dikenal sebagai tokoh pejuanag kemerdekaan, alamarhum juga menjabat sebagai Ketua Legiun Veteran Kabupaten Sidrap. Almarhum meninggalkan 26 orang anak, lebih 100 orang cucu dan puluhan orang cicit serta 108 orang isteri.

Pada jamannya, Usman Balo sangat disegani dan ditakuti sekalipun oleh kompeni. Saat itu banyak desa yang diobrak-abrik oleh penjajah, namun desa-desa dimana terdapat keluarga korban tidak pernah disinggahi oleh penjajah. Dengan alasan tersebut almarhum mulai menikahi gadis-gadis hampir disetiap desa. Rupanya hal ini juga sangat membantu almarhum ketika harus bergerilya, beliau dapat beristirahat di mana saja dan sudah pasti ada yang akan mengurusinya.wallahualam.

Bisa juga di baca di sini salam dialog

About these ads
Posted in: sejarah